you're reading...
Puisi

Menangislah Bumiku

Bumi menangis sepenuh hari ini

Sepanjang siang serentang malam

Lelehan air matanya tak kunjung merantas

Isak sedunya tak juga mereda

Tak secuilpun iramanya menyisakan kesukaan

Melesak dalam ke jurang iba

Entahlah yang ia rasakan

Agaknya…

Kenistaan masih saja dilakonkan di pangkuannya

Air mata itu tak sampai muara

Isak sedu itu selamanya tanpa jeda

Sampai semua nista

Berhenti dipentaskan

“Masyhar”

Depok, 140102

11.30 WIB

About these ads

Tentang Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

62 Tanggapan to “Menangislah Bumiku”

  1. Merindurindu berkas putih,
    Dalam memilau kesumba ceria,
    Saat pertiwi bersimpul senyum,
    Mengering luka siksaan nista,
    Dipojok harap tersilir doa,
    Bersama haru biru mengelu,
    Mengintip titik putih menyebar di atas sana..

    Posted by Adi Nugroho | Agustus 24, 2011, 7:07 am
  2. apakah karena darah yang tumpah?

    Posted by c4ks0ek1r | Agustus 24, 2011, 8:18 am
  3. sudah tua, renta, dibiarkan terluka pula…
    sungguh, merana dikau ibunda…

    salam kenal mas, puisinya bagus…

    Posted by dearKUR | Agustus 24, 2011, 11:26 am
  4. Saya…. lemah dalam memahami puisi… :(

    Posted by Asop | Agustus 24, 2011, 2:31 pm
  5. selayang pandang
    terlihat ilalang yang bergoyang
    hadirkan rasa damai nan tentram
    namun kini semuanya kelam

    seperti itu bunda pertiwi kita
    diperlakukan bagai babu nan nista
    air susunya telah habis terisap getir-getir kemunafikan
    dan kini yang tersisa hanya isak tangis dari sebuah kesalahan

    AKU (dibaca dengan penekanan dalam) berdiri disni
    menantang arah demi suatu asa untuk bunda
    berharap dengan tertaih, dengan munajat do’a agar beliau dapat tertawa
    menari dan bernyanyi kembali

    tampaknya manusia tidaklah manusiawi hari ini
    entah siapa yang mampu menjawab “KENAPA?”
    seolah satu pertanyaan ini hilang dari kamus bahasa kita
    karena semua hanya sibuk mencari kambingnya yang hitam

    memakipun serasa percuma
    karena semua sama dan seragam
    hilang itu perbedaan yang katanya saling melengkapi
    lenyap itu kasih yang saling berbagi

    semuanya individu yang berpaham individualisme
    terikat dalam suatu konsep bobrok
    dan mungkin sepirti itu takdirnya, tapi sekali lagi “KENAPA?”
    dan untukmu bunda, bersabarlah.. karena aku bertambah dewasa sekarang !!

    dedication : INDONESIA yang akhir-akhir ini tumbuh “L” diakhir kata.

    salam..

    Posted by Bie OgreVie | Agustus 24, 2011, 7:17 pm
  6. ketika mendung yang menggantung
    tidak juga menurunkan hujan…

    ini puisi tentang musim kemarau bukan mas? :) ))) (sotoy mode on)

    Posted by dennyraditya | Agustus 24, 2011, 7:44 pm
  7. “Sampai semua nista
    Berhenti dipentaskan”

    barangkali perlu remote control yg mampu memberhentikannya?
    :)

    Posted by cahayaMUdejavuku | Agustus 24, 2011, 8:42 pm
  8. Kesedihan akan sifat manusia
    Yang selalu tamak dan penuh murka
    Mengambil harta dari bumi tercinta
    sampai tak tersisa satupun asa
    untuk cucu dan cicit tercinta

    (^.^) melanjutkan puisinya hehehe :P
    Makasih pak sudah berkunjung di blog saya…. Izinkan saya memberi tautan link blog anda di blog saya.
    Terima kasih

    Salam

    Ivan
    http://ivanprakasa.wordpress.com/

    Posted by ivanprakasa | Agustus 24, 2011, 9:43 pm
  9. Sudah saya taruh di link blog saya. Bisa lihat di http://ivanprakasa.wordpress.com/link-site/
    Saya masukkan 1 saja biar ga bingung, slain itu yg 1nya lagi udah link di blog ini di page K-Seni (^.^)
    Oiya omong2 page P-Kamus, P-Glosarium, A-Bahasa kok broken link ya??

    Salam
    Ivan Prakasa
    http://ivanprakasa.wordpress.com/

    Posted by ivanprakasa | Agustus 25, 2011, 8:25 pm
  10. pak, ini syair yang bagus.
    saya senang dengan kata-katanya.
    mohon pembagian ilmunya ya pak.
    ternyata bapak lebih master dari saya ;)

    Posted by dimasrizaf | Agustus 25, 2011, 11:16 pm
  11. aku suka puisinya :D juga komen2 nya :D

    Posted by farrasatma | Agustus 27, 2011, 10:33 pm
  12. thanks bos… :D

    Posted by copasnet | Agustus 27, 2011, 11:47 pm
  13. puisi yang bagus, bumi memang tak pernah henti menangis karena ulah manusia yang hidup dipunggungnya

    Posted by dianson | Agustus 28, 2011, 10:04 pm
  14. salam kenal mas bro,,, tulisannya bangus banget….salam sukses :)

    Posted by farus mercu | September 7, 2011, 1:42 am
  15. ikut2 komen, meski sy paling gak paham ama yg namanya puisi hahahaha

    Posted by Bang Cahyo | September 7, 2011, 9:43 pm
    • Pembaca bebas memaknai sebuah puisi itu apa. Ada puisi yang menggunakan bahasa lugas; ada pula yang banyak memakai metafor. Yang penuh metafor itulah yang sering susah dipahami. Tapi, salah satu sifat puisi itu multipretable. Jadi, siapa pun boleh memaknai sebuah puisi menurut penafsiran dia.

      Posted by Mochammad | September 8, 2011, 4:40 am
  16. Mantap, ditunggu karya2 selanjutnya bung.

    Posted by onlydarwin | September 7, 2011, 10:39 pm
  17. Kunjungan balik, nice puisi…semoga bumi ini tidak benar2 “menangis”…
    Salam kenal..

    Posted by Masyudee E. Arta | September 12, 2011, 9:41 am
  18. Bumi boleh menangis..
    Tapi kita tidak boleh ikut menangis,
    Karena kitalah yang bertugas menghentikan tangis beliau..
    Dengan membuatnya tertawa, atau menangis bahagia..
    :)

    Posted by queqeju | September 13, 2011, 12:22 am
  19. :)

    Bapak suka puisi ya? Puisi diatas bagus sekali :) . Setiap pilihan kata dalam setiap bait benar-benar tepat sasaran. Mengena sekali. Pesannya sampai ke pembaca.

    Saya juga suka puisi, tetapi terkadang puisi saya lebih menyuarakan isi hati, tentang apa yang saya rasakan saat membuat puisi. :)

    Setelah membaca puisi ini saya merasa sedih, terutama di 4 bait terakhir. T_T

    Pak, boleh tahu proses kreatif sampai puisi diatas tercipta? :)

    Posted by Risma | September 14, 2011, 7:09 am
    • wah, terima kasih apresiasinya, Risma…
      Puisi memang menyuarakan isi hati kita tentang apa saja yang sudah diserap panca indra kita. Apa yang diserap akan jadi pengalaman batin. Pengalaman batin bisa diekspresikan dalam berbagai bentuk, seperti tulisan (puisi dan prosa) atau gambar (lukisan).
      Prosesnya? Ya sedih aja ketika melihat dan mendengar berita-berita tentang korupsi, kerusuhan, bentrokan antarwarga, konflik di berbagai daerah. Terus bikin puisi. Kata-katanya sebelumnya tidak seperti itu. Ada beberapa yang diganti dengan mencari sinonimnya di Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia. Dipilih kata-kata yang sesuasi dengan persajakan. Itu aja… Oiya,digunakan juga perumpamaan-perumpamaan dalam bentuk metafornya. Istilah waktu mendapat pelajaran di sekolah kurang lebih sama dengan penggunaan majas. Peristiwa atau fenomena tertentu bisa kita ekspresikan dengan kata-kata pada lazimnya, misalnya hal-hal yang aku sebut di atas kuganti dengan kata kenisataan. Seperti itu kira2… :)

      Posted by Mochammad | September 14, 2011, 5:30 pm
  20. :( lagi sedih bacaannya tepat banget nih

    Posted by Aryan | September 16, 2011, 10:47 pm
  21. bumi menangis..
    karna tubuhnya terluka dan teriris-iris..
    bumi menangis..
    karna hati manusia mulai krisis..

    tukaran link yuk :-) http://nalurisendu.wordpress.com
    thanks !

    Posted by NALURI | September 18, 2011, 1:43 pm
  22. link nya tlah saya pajang ;-) makasi..

    Posted by NALURI | September 19, 2011, 8:04 pm
  23. wah keren puisinya mas, hehehe…
    tukeran link ya? http://cyberkill.wordpress.com/ (rolLerKiLl) :)

    Posted by putraKey | September 20, 2011, 6:48 pm
  24. puisi nih… ceritanya

    Posted by avail | September 20, 2011, 7:16 pm
  25. bumi …
    di kala TUHAN melimpahkan kasih sayang kepadamu
    engkau menjadi jalan bagi manusia mencari rezeki
    meski manusia tidak pernah mau menghormatimu
    engkau tetap biarkan mereka menari-nari di atas punggungmu
    namun ada saat di mana kamu memiliki kuasa atas manusia
    ketika mereka telah kehilangan nyawa
    maka peraduan yang mereka tempati adalah perutmu
    maka limpahkan dan curahkan semua kekesalanmu saat itu
    karena itu bentuk keadilan bagi manusia
    manakah tempat yang lebih mengerikan daripada perutmu
    karena saat itulah manusia benar-benar dalam kesepian dalam kesendirian

    Posted by lukman | September 27, 2011, 5:12 pm
  26. ,hujan ya?

    Posted by oriie rianzi | November 16, 2011, 9:39 pm
  27. Namun sayang
    sang Raja Durjana masih saja memainkan peran
    merobek lembaran sumber kehidupan

    Posted by Muji | November 27, 2011, 1:56 pm
  28. kata-kata nya bagus. Like this :)

    Posted by ridyantika | Februari 6, 2012, 11:15 am
  29. Makasih udah mau mampir.. salam buat semua..
    http://harrisargosusilo.wordpress.com

    Posted by harrisargosusilo | Februari 6, 2012, 10:38 pm
  30. Bumiku menangis karna ulah kaum yang tidak mau berdamai..
    Mereka hanya mengenyangkan diri..
    Mereka hanya membenarkan diri.
    Tanpa mau peduli sesama..
    .. salam buat semua..
    http://harrisargosusilo.wordpress.com

    Posted by harrisargosusilo | Februari 6, 2012, 10:43 pm
  31. agaknya, bumi kita sudah kecewa
    pada kita ? mungkin juga

    Posted by dearKUR | Maret 10, 2012, 11:30 am
  32. cuma 1 kata… KEREEEEENNN !!!!

    Posted by luvinu7 | Mei 18, 2012, 1:14 am
  33. Keren… Cool… Great… Exellent… Cakep… Membuat hati miris sekaligus jadi pengin mendandani bumi yang sudah bolong ini….

    Posted by tendian | Mei 21, 2012, 10:06 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

MISI

Myspace Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

PUNCAK

PERTINGGAL

Yang Pernah Mampir

  • 25,690 hits
Aklahat

memandang dari dan ke TIMOR

HimawAri_RengO :)

All about ME, YOU, and US :D

Nafi's Site

Migrasi dari nafi12.multiply.com

Bri-T Corp.

Sometimes, things change and they are never the same again. This looks like one of those times. That's life! Life moves on. And so should we."

home

Tulislah Kata Pertama Untuk Melanjutkan Kata Selanjutnya!

Fathur Blog

© By Fathur Education ® , Not just this blog, visit now http://mfathur123.blogspot.com (Id)

QIDIQ'S BLOG [sketsa hati]

AKU HANYA MENULIS DAN BUKAN PENULIS,SILAHKAN BERPIKIR INI HANYA SAMPAH.SEKALI LAGI AKU BILANG TAK PEDULI

1 6 8

Man Jadda Wa Jadda

Coretan Yush

mengalirkan rasa, wujudkan asa

Justbery's Blog

Just another WordPress.com site

Catatan Rhenald Kasali

Berpikir dan Menulis Sederhana

HIPNOTHERAPI

Penyelarasan Sikap Mental

Ada di sisi Kebun Tebu

Riuh dedaunan kering itu seakan diskusi kita yang lama terdiam, dan meruak ingin melerai penatnya hati menjadi bulir-bulir hujan*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 951 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: