you're reading...
Esai, Intermeso

Nongkrong, Yuk…!

Beberapa tahun lalu teman akrab saya pernah bertanya, “Kenapa sih, Mas, suka nongkrong malam-malam di pinggir jalan?” Yang oleh teman saya dibilang “pinggir jalan” itu tidak lain adalah buk (bahasa Jawa), bangku yang panjang terbuat dari tembok, yang ada di depan perumahan dinas Kepala Bank BNI Mataram. Rumah ini berseberangan dengan kampus STAIN Mataram. Teman-teman nongkrong saya, ya, siapa lagi kalo bukan satpam di rumah pejabat itu dan para penjaga malam kampus STAIN. Terkadang ada juga satu-dua sopir Lombok Taksi ikut nimbrung.

Bagi saya nongkrong di suatu tempat dengan orang-orang yang sudah menjadi teman saya merupakan hal biasa. Bagi orang-orang tertentu, seperti teman saya tadi, mungkin menjadi aktivitas yang luar biasa. Awalnya saya juga heran mendapat pertanyaan seperti itu.

Saya jadi berpikir juga, “Iya… ya… apa yang saya dapat dengan begadang “gak jelas” di pinggir jalan seperti yang saya lakukan?” Ujung-ujungnya kena masuk angin.

Sebelumnya saya tidak punya pikiran tentang manfaat kegiatan nongkrong saya itu, bahkan efek negatif sekalipun. Saya hanya merasa senang ngobrol dengan mereka dan akhirnya menjadi terbiasa.

Setelah direnungkan, ternyata ada kenikmatan lain yang saya rasakan. Ada kekosongan yang terisi. Kenikmatan bergaul yang tidak saya dapatkan dari teman-teman saya yang lain. Teman-teman satu mess yang tidak lain adalah teman kantor juga.

Ketika nongkrong saya masuk dalam suasana lain yang berbeda dengan suasana di kantor dan mess. Di dua ranah itu tentu saya ketemu dengan teman-teman yang sama. Obrolan pun berputar-putar di topik yang sama. Topik di kantor dibahas lagi di mess.

Kenikmatan lain itu saya dapatkan dari sumber yang sangat sederhana. Dari obrolan-obrolan ringan dengan mereka, dari candaan mereka, mendengar keluhan mereka, dan yang lebih penting dari ketulusan menerima saya sebagai teman mereka. Dari mereka saya bisa memiliki pengalaman baru dan memperoleh “kekayaan” baru, yaitu kekayaan hati.

Kesimpulannya, nongkrong “gak jelas” yang semula hanya sekedar intermeso, hanya selingan dari rutinitas kantor dan mess ternyata ada manfaatnya juga.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

One thought on “Nongkrong, Yuk…!

  1. tapi jangan nongkrong yang gax jelas /gax ada manfaatnya yach

    Good luck..!!!

    Posted by nuraeni | September 19, 2011, 11:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: