you're reading...
Intermeso

Kasta dalam Tanda “…”

Naik kereta api, tut… tut… tut…, siapa hendak turut. Ada hubungan apa antara kereta api dengan judul tulisan ini?

Dua baris kalimat yang merupakan cuplikan lagu anak-anak di atas menandakan  kereta api merupakan jenis sarana transportasi paling popular di Indonesia. Tentu sangat popular karena keberadaannya dikenalkan sejak anak-anak di bangku TK. Kepopulerannya pun sampai melintasi batas wilayah jenis kendaraan angkutan darat ini disediakan, yaitu Jawa dan sebagian Sumatera. Kereta api memang memiliki berbagai keunikan. Bentuknya yang “serem” bisa mengangkut penumpang secara masal. Pun, memiliki banyak kisah. Mulai cerita kriminal, seperti pencopetan atau perampasan, sampai cerita misteri, semisal kereta hantu.

Tulisan ini tidak akan berisi hal yang berkaitan dengan sistem pelayanan di perkeretaapian yang kadang-kadang membuat hati kita jadi nggrundel atau hal lain yang terjadi di dalam kereta api yang bisa kita lihat dan alami. Akan tetapi, saya ingin berbagi cerita tentang sisi lain keberadaan kereta api yang tanpa kita sadari tetap melestarikan salah satu sistem sosial yang menurut saya bersifat negatif. Adanya pembagian kelas sosial, kasta.

Penumpang kereta api dikelompokkan dengan istilah kelas eksekutif (super eksekutif dan eksekutif), kelas bisnis, serta kelas ekonomi. Kelas penumpang ini menunjukkan hirarki kelas tinggi-kelas menengah-kelas rendah. Menurut saya pembagian kelas tersebut merupakan refleksi dari keberadaan “kasta” yang masih berlaku dalam sistem sosial kita. Sengaja atau tidak sengaja PT  KAI tentu sudah menciptakan gap di antara para penumpang yang menggunakan jasanya. Betapa tidak, hal yang paling jelas membedakan antara ketiga kelas penumpang itu adalah harga tiket yang harus dibayar, semakin tinggi kelasnya akan dibayar semakin mahal. Para penumpang yang mampu membayar tiket mahal tentu termasuk orang-orang berstatus sosial tinggi dan seterusnya sebagaimana urutan hirarkinya.

Apa ada masalah dengan pembagian kelas penumpang seperti di atas? Selama ini semuanya, toh, berjalan dengan wajar-wajar saja; tidak ada penumpang yang protes. Memang demikian, tetapi ujung-ujungnya akan terjadi juga pembedaan-pembedaan. Dan, yang ada adalah pembedaan layanan yang diberikan. Kalo pernah bepergian dengan menggunakan kereta api dan juga pernah naik di ketiga kelas yang disediakannya, Anda akan bisa melihat dan merasakan perbedaannya. Anda bisa melihat perbedaan fasilitasnya, baik stasiun maupun kereta apinya. Bisa dibandingkan kondisi dan fasilitas yang ada di Stasiun Gambir (untuk kelas eksekutif) dengan Stasiun Senen (untuk kelas bisnis dan ekonomi). Demikian juga bisa debedakan antara kondisi KA Argo Anggrek (Eksekutif), KA Bangun Karta (Bisnis), dan KA Matarmaja (kelas ekonomi) serta faslitas dan layanan yang ada di masing-masing kereta tersebut.

Lazimnya pembedaan berdasarkan urutan hirarki yang bersifat superlatif, tentu ada pembatasan-pembatasan ke atas. Dengan kata lain, pembagian kelas kereta ini secara tidak langsung “menggiring” orang-orang yang tidak bernasib mujur dalam hal kepemilikan uang alias  tidak mampu alias masyarakat kelas rendah untuk membeli tiket sesuai dengan kelas sosialnya dan seterusnya. Kalimat langsungnya kira-kira begini, “Klao kamu miskin, naiklah KA matarmaja”. Lalu, apakah orang-orang yang termasuk dalam hirarki lebih tinggi, kelas menengah dan kelas tinggi, boleh naik naik KA Matarnaja, misalnya? Tentu saja bisa dan boleh KALAU TERPAKSA. Tidak ada sanksi; yang ada mungkin hanya GENGSI. Tengok saja ke masa lalu, masa ketika sistem kasta (brahmana, ksatria, parya, dan sudra) berlaku, misalnya dalam hal perkawinan. Orang dari kasta sudra tidak boleh menikah dengan kasta di atasnya. Seandainya sampai terjadi pernikahan, kasta yang di atas akan dikeluarkan dari kelompoknya. Kurang lebih samalah.

Akhirnya, yang dapat saya katakan ini hanya pandangan pribadi dan Anda boleh tidak setuju. Bebas… Yang tidak setuju tidak akan dikeluarkan dari kastanya atau tidak perlu merasa gengsi. J

Akan tetapi, saya punya ide gila. Bagaiman jadinya kalo kelas kereta apai diganti menjadi KA Brahmana Argo Anggrek atau KA Sudra Matarmaja?

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

5 thoughts on “Kasta dalam Tanda “…”

  1. “Akan tetapi, saya punya ide gila. Bagaiman jadinya kalo kelas kereta apai diganti menjadi KA Brahmana Argo Anggrek atau KA Sudra Matarmaja?”

    wah gak setuju saya

    kasta-kasta yang dahulu bukan berdasar tingkat kemapanan ekonomi. Tapi berdasar fungsi dan perannya dalam masyarakat.
    Kasta sudra yang petani nggak selalu identik dengan kemiskinan mereka ada juga yang kaya raya.
    Kasta Brahmana yang tinggi nggak mesti kaya ada juga yang miskin.😀

    salam kenal

    Posted by Apria | Maret 11, 2009, 6:41 pm
    • Hehehehe… Itu kan ide miring, gila… Harap tidak dimaknai dengan lugas. Ungkapan itu didasari ke-BT-an saya atas perbedaan pelayanan ketika naik masing-masing kelas KA yang ada. Pada saat pemeriksaan tiket, misalnya, yang saya alami ada perbedaan dalam hal cara meminta penumpang menunjukkan tiketnya. Saya hanya berpikir, “Kok, segitunya sih”. Bukan karena saya merasa terendahkan status sosial saya; hanya merasa bayar juga, tidak nunut atau nebeng.🙂 Memori otak saya jadi memanggil konsep kasta yang tersimpan. Jadilah itu sebagai analogi. Saya pribadi memilih KA kelas apa, ya, bergantung keadaan saja kok.
      Soal kasta, bagaimanapun sampai sekarang perbedaan kelas sosial tetap berlaku meski tidak seekstrim kasta pada saat masih diberlakukan jaman dahulu. Dan, menurut saya jaman dahulu perbedaan kasta pada umumnya selaras dengan tingkat kemapanan ekonomi. Pada waktu itu, kaum brahmana yang merupakan kalangan bangsawan dan yang setara memiliki tingkat kesejahteraan berbeda dengan kasta-kasta di bawahnya. Petani, mesti dilihat dulu sebagai pemilik tanah atau hanya sebagai buruh tani kan. Pada dasarnya tingginya status sosial terutama diukur dari kepemilikan atas materi-materi.
      Ini pendapat saya berdasarkan ingatan tentang sistem kasta; mungkin saya perlu membaca lagi referensi tentang itu.
      Salam…

      Posted by mochammad4s | Maret 11, 2009, 8:34 pm
  2. dasar loe yang bikin artikel ne!!!!!
    g nyambung blasssss cuuuuyyyyy!!!!!

    bikin lama tugas Q jah!!!!!

    Posted by phika | Agustus 29, 2009, 10:47 am
    • hahahaha namanya juga intermezo. dalam kaitan tugas kamu memang ga nyambung. tp, dalam kenyataannya memang ada “kasta” (dalam tanda petik lho) dalam pembagian kelas-kelas KA di Indonesia. Pembagian itu juga berakibat ke perbedaan pelayanan karena masih memandang materi.

      Posted by Mochammad | September 1, 2009, 4:09 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: One Stop Shopping « AHAO's Blog - Oktober 21, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: