you're reading...
Intermeso

“Sivitas Akademika”

Mengapa kelompok kata untuk judul di atas ditulis dengan diapit dua tanda petik ganda (“…”)? Dalam curhatan kali ini saya tidak menceritakan dosen, mahasiswa, dan tenaga administrasi yang merupakan unsur-unsur sivitas akademika dalam sebuah perguruan tinggi. Ketiganya sudah eksis di posisi mereka masing-masing. Kalau ingin tahu saya curhat tentang apa, silakan klik di bawah ini…. ↓

ooOoo

Salah satu fungsi tanda petik ganda (“…”) adalah untuk menandai kata atau ungkapan yang harus dipahami dengan makna lain di luar makna sebenarnya. Begitulah maksud saya menulis judul di atas dengan menggunakan pungtuasi tersebut. Saya ingin bercerita tentang lembaga-lembaga lain di dalam lingkungan sebuah perguruan tinggi yang meskipun tidak masuk dalam sistem pelaksanaan akademik, tetapi mereka eksis dan mengambil peran dalam sistem sosial di kampus. Inspirasi cerita ini bersumber dari apa yang saya lihat dan saya alami di lingkungan kampus UI yang sangat luas itu.

Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah kantin dan cafe, fotokopi, kantor kas atau cabang berbagai bank, belakangan juga masuk toko swalayan, serta tukang ojek. Mereka berada di tempat dan mempunyai fungsi untuk mendukung kegiatan akademik (lebih tepatnya kegiatan kampus) di lingkungan kampus, baik di dalam maupun di luar fakultas-fakultas yang ada.

Unsur-unsur pendukung kegiatan akademik di luar sivitas akademika tersebut, kecuali bank-bank dan toko swalayan yang merupakan instansi resmi (pemerintah atau swasta), saya sebut lembaga karena meskipun tidak berbadan hukum, mereka menjalankan perannya dalam sebuah sistem organisasi, seperti paguyuban pedagang Kantin Takor di FISIP atau kelompok pedagang di kantin fakultas-fakultas lain. Selain itu, ada organisasi tukang ojek yang mangkal di depan fakultas-fakultas, Stasiun UI, atau beberapa “titik” lain di lingkungan kampus.

Keberadaan mereka secara tidak langsung mendukung kelangsungan kegiatan akademis karena pelayanan jasa mereka kepada sivitas akademika, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga administrasi. Sivitas akademik tidak perlu jauh apabila ingin melakukan transaksi keuangan. Berbagai bank (BUMN dan swasta) membuka cabang atau kantor kas di beberapa fakultas yang ada. Akan belanja kebutuhan sehari-hari, tidak perlu keluar kampus karena ada toko swalayan. Untuk mengisi perut, tersedia kantin dan café. Bagaimana dengan keberadaan ojek motor di kampus? Apa jadinya kalau mahasiswa, misalnya, harus buru-buru sementara jadwal perjalanan bis kuning (bis kampus UI yang populer di kalangan orang-orang kampus dengan sebutan bikun) tidak menentu. Harapan untuk cepat sampai tujuan tentuk kepada jasa abang-abang tukang ojek, kan, daripada telat ujian, misalnya. Singkat kata, di luar kebutuhan dan kegiatan akademik, sivitas akademik bisa memenuhi kebutuhan mereka di dalam kampus dengan jasa lembaga-lembaga yang dipaparkan di atas. Dengan kata lain, secara langsung atau tidak langsung, secara sadar atau tidak disadari, dan diakui atau tidak diakui keberadaan “sivitas akademika” dengan makna lain ini memperlancar kegiatan akademis.

Bagaiman keberadaan mereka selanjutnya? Bagi bank-bank, toko swalayan, kantin, dan café yang ada di dalam fakultas tentu akan tetap eksis karena mereka berada di dalam lingkungan fakultas-fakultas. Sudah ada tempat yang sengaja disediakan untuk mereka di fakultas-fakultas. Beberapa waktu lalu di luar fakultas-fakultas menjamur kantin dan pedagang-pedagang lain. Namun, karena mungkin keberadaan mereka dianggap mengganggu “pemandangan” dan sulit ditertibkan, akhirnya dibuat larangan berjualan untuk mereka. Tukang ojek? Sejauh ini tentu masih diperlukan jasanya dan selama masih dapat menyesuaikan dengan peraturan kampus, sepatutnya mereka diberi kesempatan mengais rejeki dari orang-orang kampus.

Di luar lembaga-lembaga yang sudah disebutkan, ada satu lembaga lain yang menjalankan aktivitasnya di kampus. Di sebut lembaga karena menurut “gosip” keberadaan mereka terorganisir. Lembaga ini adalah sekelompok pengemis di kampus. Mereka bisa ditemui di dalam kampus. Jelas “lembaga” ini tidak mendukung kegiatan akademis. Apakah mereka ini mengganggu dan merugikan? Sejauh ini tidak ada keluhan dari orang-orang kampus. Kalau di berita-berita sering kita lihat pengemis (dan gelandangan) sering dijaring operasi oleh petugas ketertiban, di lingkungan kampus UI mereka seakan bebas menjalankan “pekerjaannya” tanpa takut ditangka satpam kampus.

Begitulah, lembaga-lembaga ini turut mewarnai aktivitas akademis. Mereka turut membangun kehidupan sosial di kampus dan tentunya mendukung aktivitas mahasiswa, dosen, dan tenaga administrasi dalam menjalankan aktivitas akademis mereka. Oleh karena itu, mereka termasuk dalam sivitas akademika dengan makna lain, “sivitas akademik”.

Apakah lembaga yang beranggotakan pengemis-pengemis juga termasuk “sivitas akademika”?. Silakan dijawab sendiri… J

Bagaimana dengan kampus-kampus lain di seluruh Indonesia, negara kita tercinta ini? Pasti masing-masing memiliki keunikan dinamika kehidupan sosial. Jadi, apa yang ada dalam curhatan saya ini bersifat kasuistis. Belum tentu sama dengan kehidupan sosial sama.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: