you're reading...
Intermeso

Talkless Do More

Judul tulisan ini sengaja mengutip sebuah ungkapan yang dipakai sebagai slogan dalam iklan salah satu produk rokok. Talkless do more. Sebuah kelompok kata yang terjemahan bebasnya ‘sedikit bicara banyak bekerja”. Sebuah ungkapan yang memiliki makna dalam tentunya dalam kaitan dengan kegiatan-kegiatan paling aktual hari-hari ini, KAMPANYE PEMILU.

Ya, KAMPANYE. Sudah seminggu ini kampanye bagi para partai politik (parpol) peserta pemilu sudah dimulai. Peristiwa demi peristiwa kampanye dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia pun mewarnai pemberitaan berbagai media televisi di negeri yang akan berpesta raya ini. Yang menarik bagi para wartawan TV pada umumnya kejadian-kejadian pelanggaran peraturan tata tertib kampanye atau peristiwa kericuhan yang mengiringi berbagai kegiatan kampanye oleh berbagai parpol di berbagai tempat.

Memang ironis kalau ada parpol sampai melanggar tata tertib (undang-undang) pemilu dalam kampanye yang mereka gelar. Bukannya pekerjaan mereka di DPR RI nanti banyak berhubungan dengan apa yang namanya UNDANG-UNDANG? Mereka adalah para calon wakil rakyat yang salah satu pekerjaannya adalah mensyahkan undang-undang untuk dipatuhi oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh karenanya, para parpol wajib memberi teladan dalam menaati undang-undang dan tidak boleh mempermainkan undang-unang. Yah, sudahlah… Biar ini menjadi tugas para anggota KPU dan jajarannya serta menjadi tugas para petinggi partai politik untuk membina partai mereka.

Dalam catatan ini saya tidak ingin membahas soal pelanggaran yang dilakukan parpol dalam kampanyenya. Saya hanya ingin berceloteh tentang satu hal yang tidak kalah penting dalam sebuah kampanye, yaitu pidato para juru kampanye atau para calon legislatif yang akan duduk di DPR/DPRD. Pidato yang sudah tentu isinya sarat dengan persuasi.

Hakekatnya sebuah propaganda, kampanye pemilu dilakukan untuk menarik massa agar memilih partai yang sedang berkampanye itu. Cara yang paling umum dilakukan adalah menyelenggarakan hiburan gratis. Biasanya dengan menggandeng artis-artis atau grup band terkenal. Selain itu, penggalangan massa sering juga dilakukan dengan pembagian sembako atau kaos dan atribut-atribut lain berlambang partai tertentu. Ada cara lain yang ampuh tapi dilarang, yaitu pembagian uang. Cara ini lazim disebut money politic. Mungkin cara ini tidak dilakukan dalam kampanye parpol. Akan tetapi, dalam pemilu skala kecil, misalnya pemilihan kepala desa, masih sering terjadi.

Setelah massa terkumpul, acara utama kampanye sebenarnya adalah orasi dari para juru kampanye dan para caleg parpol. Orasi ini tentunya sangat sarat dengan persuasi. Mengajak massa untuk memilih partai mereka yang umumnya dengan menebar janji-janji, berbagai hal manis yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat. Janji-janji akan pendidikan gratis atau murah. Janji-janji akan pelayanan kesehatan murah dan mudah. Janji-janji akan membuat harga sembako murah. Janji-janji akan penyediaan lapangan kerja yang lebih merata. Janji-janji akan pemeretaan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan. Janji-janji akan menurunkan jumlah penduduk miskin. Janji-janji apa lagi ya? Yang jelas para parpol, para capres, dan para caleg selalu mengumbar janji di setiap kampanye yang mereka selenggarakan.

Itu semua merupakan jurus jitu setiap parpol dalam kampanyenya dari pemilu satu ke pemilu berikutnya. Namun, yang terjadi di lapangan adalah masih banyak rakyat yang mengeluhkan biaya pendidikan yang masih mahal. Muncul fenomena Ponari, dukun tiban dari Jombang, yang membuka mata semua pihak akan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di negeri ini. Padahal, dua hal di atas, pendidikan dan kesehatan, adalah syarat utama bagi kemajuan suatu bangsa. Masyarakat, terutama kalangan miskin yang jumlahnya masih 15 % lebih sampai tahun 2008 lalu, masih mengeluhkan harga sembako yang mahal.  Selain itu, pengangguran masih mewarnai problem negara ini. Kesejahteraan? Belum merata “melanda” setiap manusia di republik ini.

Memperhatikan kenyataan di atas, setelah para anggota legislatif (DPR/DPRD) serta presiden dan wakil presiden terpilih lewat peilu demi pemilu silih berganti selama Negara Kesatuan Republik Indonesia kita tercinta ini berdiri, negeri ini kok ya begini-begini saja. Kemana janji-janji itu ketika mereka berkampanye? Menguap sekejap segampang benda yang berbentuk gas. Seperti kentut barangkali; kecium sebentar lalu hilang.🙂

Janji-janji dalam kampanye pemilu bagi sebagian massa peserta kampanye atau sebagian besar rakyat Indonesia mungkin tidak pernah masuk dalam memori jangka panjang (long-term memory) mereka. Yang penting dapat hiburan gratis, kaos dan topi gratis, atau makanan gratis. Sudah. Selesai. Setelah itu, ikut kampanye parpol lain dengan tujuan serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh masyarakat untuk menuntut janji-janji itu selama ini. Bagi parpol, yang penting adalah besarnya perolehan suara dan kursi di parlemen setelah itu, ya,  sudah, selesai. Selanjutnya, apa yang mereka perbuat di kursi singgasannya yang didapat dengan biaya sangat mahal? Mungkin mereka sudah berbuat banyak untuk rakyat yang mereka wakili. Di pihak lain,  kasus-kasus negatif juga kerap mewarnai kehidupan berparlemen wakil-wakil rakyat itu. Mulai dari kasus suap sampai asusila. Sekali lagi saya ingin bertanya, kemana janji-janji mereka itu?

Atau, barangkali memang rumit mengelola negeri ini? Seperti kita ketahui, orang-orang yang duduk di lembaga eksekutif pun bukan orang biasa, mereka semua ahli di bidangnya, di departemen yang dipimpinnya. Lalu, mengapa kita masih seperti ini? Mungkinkah keruwetan ini diwariskan oleh hasil pemili-pemilu yang sudah-sudah?

Bersama bayang-bayang janji-janji klise dalam kampanye pemilu bulan depan, tentu kita masyarakat Indonesia masih punya harapan. Harapan untuk pemilu tahun ini agar menghasilkan orang-orang yang mengerti keinginan masyarakat yang mereka wakili atau mereka pimpin. Semoga.

Tentu sangat tidak diharapkan akan muncul keluhan, “ya… pemilu lagi… kampanye lagi… janji-janji lagi”. Janji tinggallah sebuah janji; tanpa bukti. Tetapi, kita menyambut gembira pemilu dengan yel-yel, “pemilu lagi, kampanye lagi, janji-janji lagi, moga-moga ditepati”. Rakyat sangat membutuhkan dan terus menunggu bukti; bukan sekedar janji.

Tidak ada salahnya para parpol mengambil slogan dalam iklan sebuah merk rokok; TALKLESS DO MORE. Ayo kita sedikit bicara, tetapi banyak kerja. Alangkah indahnya kalau itu menjadi niat setiap parpol, setiap anggota legislatif, capres-cawapres dan calon pemimpin di jajaran departemnnya.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: