you're reading...
Intermeso

Guru

Catatan ini akan dimulai dengan dua pepatah dalam dua bahasa, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Pepatah pertama tentu tidak asing di telinga orang Jawa. Guru itu merupakan akronim dari digugu lan ditiru, dijapercaya dan dijadikan panutan. Selanjutnya, sejak duduk di bangku sekolah dasar tentu kita tidak asing dengan pepatah yang berbunyi guru kencing berdiri; murid kencing berlari maka guru tidak boleh berbuat sembarangan kalau tidak ingin anak didiknya melakukan hal yang sembarangan juga. Membaca atau mendengar dua pepatah dari dua budaya di atas, terbayang di benak kita bagaimana seharusnya sosok seorang guru yang diharapkan. Di belahan wilayah Indonesia manapun dia berada, seorang guru diharapkan sebagai sosok yang akan dijadikan panutan bagi semua orang yang pernah menjadi murid di sekolah pada semua jenjang pendidikan bahkan mungkin menjadi teladan oleh masyarakat di sekitar dia tinggal.

Hmm… Tidak mudah menjadi seorang guru bukan? Seorang guru harus memiliki kompetensi tinggi di bidang akademis yang diampunya. Selain itu, dia dituntut senantiasa memiliki kepribadian dan akhlak yang baik. Bila perlu disyaratkan berpenampilan menarik (bukan dalam konteks tampan atau cantik, lho). Itulah gambaran seorang guru yang idea. Layaknya pemilihan putri-putrian, harus memenuhi syarat 3B, kemampuat intelektual, perilaku atau budi pekerti baik, dan penampilan menarik.

Namun, guru juga manusia. Makhluk Alloh SWT yang kodratnya tidak pernah sempurna. Banyak guru yang bisa dijadikan teladan bahkan menjadi idola murid-murid di sekolah tempat mereka mengajar. Sebaliknya, ada juga guru yang membuat masyarakat prihatin atas kasus-kasus yang dibuatnya.

Guru memang sering dianggap tokoh ideal oleh masyarakat. Kalau ada seorang guru berbuat hal negatif, misalnya, tanggapan masyarakat kadang bisa sangat “miring”. “Huh…, guru kok seperti itu”, mungkin begitu kata mereka, “Bagaimana bisa menjadi teladan murid-muridnya kalau kelakuannya kayak begitu”.

Begitulah gambaran ideal sosok seorang guru seperti yang diharapkan oleh nilai-nilai budaya kita. Harapan seperti itu merupakan hak masyarakat yang mempercayakan anaknya menimba ilmu dari para guru. Banyak guru sudah dan selalu berusaha memenuhi harapan itu meskipun sebagai manusia guru tidak akan bisa menjadi ideal secara sempurna.

Bagaimana dengan sang guru? Apakah mereka juga punya harapan ideal? Tentu para guru kita juga memiliki harapan ideal tentang profesi dan apa yang dia dapatkan dari profesinya itu.

Sebagai pelaksana proses belajar-mengajar di sekolah, guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Kebijakan tentang pelaksanaan pendidikan dari tingkat pusat sampai ke daerah, pelaksanaannya di lapangan ya menjadi tanggung jawab para guru. Ujung keberhasilan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan bangsa ada di tangan para guru. Sudah seyogyanya suara mereka didengar oleh para penentu kebijakan. Sudah waktunya perwakilan para guru diajak berbicara tentang atau merumuskan arah kebijakan pendidikan nasional. Hal itu bisa saja dilakukan meskipun para guru sudah sangat sibuk dengan urusan jumlah jam mengajar wajib yang tidak jarang menimbulkan masalah tersendiri, sibuk membimbing para pelajarnya agar mencapai standar nilai kelulusan secara nasional yang bukan tugas ringan dan terkadang membingungkan mereka, sibuk menyesuaikan diri dengan kurikulum yang setiap periode kepemimpinan departemen pendidikan bisa berganti, atau sekarang-sekarang ini sibuk menyusun portofolio demi lolos sertifikasi yang akan sedikit meningkatkan kesejahteraan mereka. Dalam hal ini harapan mereka sangat sederhana, bisa mendidik anak muridnya dalam sistem pendidikan yang baik. Barangkali mereka tidak pernah berpikir untuk terlibat dalam penyusunan atau peninjauan kurikulum. Namun, sudah waktunya mereka dilibatkan sebab yang tahu kondisi pelaksanaan pendidikan di tingkat sekolah (di lapangan) ya mereka.

Selain sistem pendidikan yang mudah diterapkan di sekolah, guru juga mengharapkan peningkatan kesejahteraan dengan gaji yang ideal (meskipun harapan ini berlaku bagi semua pegawai negeri). Oleh karenanya, ketika mulai dilaksanakan uji sertifikasi yang akan dipakai sebagai dasar untuk menerbitkan SK pembayaran insentif di luar gaji bulanan, semua guru berlomba memenuhi syarat yang akan disusun dalam bentuk portofolio dengan beraneka ragam cara. Ini menunjukkan kesejahteraan ideal para guru juga masih dalam bentuk harapan meskipun sebagian kecil guru sudah mulai menerima gaji tambahan itu. Idealnya, sosok guru yang ideal itu selaras dengan kesejahteraan yang ideal. Dua harapan ideal bertemu dalam satu garis yang sama.

Catatan di atas hanya merupakan satu sisi kehidupan para guru di negara kita tercinta ini. Yang jelas sebenarnya guru itu orang-orang yang biasa menangani murid-murid dengan segala aneka ragam sifat, ulah, dan kemampuan berpikir siswa. Oleh karenanya, guru itu bukan tergolong kelompok masyarakat yang susah di atur. Jadi, kalau sempat terjadi protes dilakukan guru dengan berbagai macam tuntutan, barangkali it dikarenakan apa yang diproteskan itu sudah menjadi tekanan yang sudah tidak di bisa ditahan-tahan untuk disuarakan.

Guru sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa walaupun tugasnya menjadi pelita dalam kegelapan sebagaimana ungkapan dalam syair lagu Hymne Guru yang kerap membuat kita terharu ketika mendengarnya. Sebagai seorang guru apakah mereka butuh sebutan pahlawan dengan berbagai bintang kehormatan yang jumlah bintang dan tanda kehormatan itu bisa mencapai puluhan. Guru mungkin juga perlu diberi tanda jasa untuk merangsang prestasi setinggi-tingginya dalam karirnya sebagai pengajar dan pendidik. Namun, tanda jasa berupa berbagai tanda kehormatan tentu tidak akan berarti apa-apa jika kesejahteraan para guru belum ideal.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: