you're reading...
Intermeso

Kenapa Tari Pendet?

Kaget, geli, dan geram ketika ada berita pengklaiman lagi satu hasil kebudayaan kita oleh Malaysia. Negeri ini mengaku sebagai pemegang hak cipta Tari Pendet. “Lho, apa-apaan Malaysia ini”, pikir saya. Kok, nggak bosen-bosen ngaku-ngaku aset Indonesia sebagai miliknya. Negeri jiran ini semakin mengukuhkan diri sebagai tetangga yang nyebelin, tetangga yang suka ngrecokin kita.

Ketika rendang yang kita kenal sebagai makanan khas Padang dan sudah menjadi makanan masyarakat Indonesia diakui sebagai makanan khas Malaysia, kita dibuat kaget. Makanan yang sehari-hari dapat kita makan dan dapat dijumpai di seantero nusanara ini tiba-tiba diklaim sebagai milik bangsa lain. Rasa-rasanya kita nggak terima meskipun bisa dimaklumi sebagai masyarakat yang berbasis budaya melayu sebagaimana masyarakat Minang, tidak tertutup kemungkinan Malaysia juga memiliki makanan khas sejenis rendang.

Kemudian muncul berita lagi bahwa “tetangga” kita itu mengumumkan sebagai pemilik hak cipta kesenian angklung yang jelas-jelas merupakan hasil kebudayaan masyarakat Sunda. Apa tanggapan kita? Dengan pikiran sederhana barangkali kita bisa berkata, “Iya, ya.. di Malaysia kan juga ada tumbuhan bambu. Bisa jadi di sana juga ada angklung”. Apa benar begitu? Tentu tidak. Angklung hanya ada di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Kalau nggak percaya, buka saja buku ensiklopedi. Apa benar angklung ada juga di Malaysia. Bisa-bisa nggak lama lagi negeri jiran kita itu akan mengaku memiliki musik kolintang, sasando, gamelan, dan sebagainya. Untung saja Cina yang kita kenal dengan negari tirai bambu itu tidak ikut-ikutan mengkalim angklung sebagai keseniannya.

Tidak puas dengan ingin memiliki kesenian angklung, pilihan klaimnya atas kepemilikan hak cipta jatuh kepada kesenian Reyog. Kesenian yang lahir di Ponorogo, Jawa timur. Oleh karenanya, selalu disebut secara lengkap dengan istilah Reyog Ponorogo. Reyog ini sebenarnya tidak hanya sebuah tarian, tetapi merupakan bagian dari paket kebudayaan yang ada pada masyarakat ponorogo, seperti tradisi warok. Di dalam tradisi warok lama pun dikenal pula istilah gemblak. Gemblak ini adalah pemuda tampan yang menjadi pasangan sang warok karena seorang warok tidak boleh berhubungan badan dengan perempuan agar kesaktiannya tidak hilang. Kurang-lebih seperti itu. Lalu, apa di Malaysia Reyog juga seperti itu?

Rupanya Malaysia masih belum puas dengan apa yang ingin diambil dari Indonesia. Tari Pendet yang kali ini jadi pilihannya. Yah, anda tahu Tari Pendet kan? Anak-anak SD di negeri ini pun tahu bahwa tarian ini berasal dari Bali, salah satu wilayah Indonesia yang kaya dengan hasil kesenian. Akhirnya salah satu kesenian daerah ini diincar juga oleh negeri yang mengklaim dirinya sebagai truly Asia ini.

Kenapa Tari Pendet? Kan ada Tari Piring yang dari Minangkabau itu atau Tari Saman dari Aceh? Bolehlah muncul pertanyaan seperti itu kerena sepertinya jauh kalau Malaysia mengaku sebagai pemilik hak cipta salah satu tarian tradisional Bali ini. Sebagai masyarakat melayu, sungguh aneh bahwa Malaysia memiliki tarian tradisional dengan kostum yang terbuka bagian atas, sebagian wilayah dada sampai bahu, seperti itu. Pada umumnya tarian-tarian mereka (atau umumnya kostum tari-tarian Melayu) dengan kostum baju kurung. Bahasa gaulnya NGGAK BANGET. Seja kapan juga orang di negeri tujuan para TKI/TKW kita ini memiliki tradisi sanggul seperti layaknya orang Bali. Itulah mengapa saya bertanya, “Kenapa Tari Pendet, bukannya Tari Piring atau tari-tarian khas Melayu yang hidup dan berkembang di Pulau Sumatera?” Kalau mereka mengkalim tarian minangkabau ini barangkali lebih masuk akal  sebenarnya. Sungguh aneh memang. Bukan tidak mungkin tiba-tiba muncul berita bahwa Malaysia telah mengklaim Ludruk, sandiwara tradisional berbahasa jawa, yang jelas-jelas kesenian Jawa Timur.

Yah, itulah kelakuan “jahil” negera tetangga kita. Tidak wilayah; tidak budaya dijadikan sasaran “penjarahan”. “Jahil” atau terlalu sadar hukum menjadi tipis bedanya. Kejahilannya ini mungkin juga dia lakukan kepada tetangganya yang lain, Thailand, atau bahkan negara-negara lain di sekitar malaysia demi memperkuat status yang diimpikannya, TRULY ASIA.

Bagaimana sikap kita? Apakah semua aset budaya kita harus segera dipatenkan? Ini menjadi tanggung jawab kita semua, terutama tentu pemerintah. Meskipun tidak setegas pemerintahan jaman Bung Karno, pemerintah sekarang dan seterusnya harus bersikap dan bertindak tegas agar kedaulatan kita tidak diinjak-injak oleh negara manapun. Kalau Malaysia masih saja berani klaim-klaim milik kita, bisa-bisa Mbah Surip akan berteriak dari alamnya sana, “Ampuuuuuun Pemerintah!”

Akhirnya, catatan ini saya tutup dengan meminjam satu lagi “yel-yel” almarhum Mbah Surip, “I LAP U PULL, INDONESIA!!!”

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

2 thoughts on “Kenapa Tari Pendet?

  1. Maaf cuma mw mengoreksi… aset budaya itu tidak dipatenkan melainkan didaftarkan hak ciptanya karena Paten itu hanya ditujukan untuk inovasi dibidang teknologi sedangkan untuk lapangan ilmu pengetahuan, seni dan sastra itu masuk dalam wilayah hak cipta….

    Posted by i | Oktober 10, 2012, 4:27 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2009
S S R K J S M
« Mei   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: