you're reading...
Area Kelabu

Katakan dengan Keyboardmu (d.h. Katakan dengan Penamu)

“Katakan dengan penamu” mesti direproduksi menjadi “katakan dengan keyboardmu” karena sekarang sudah tidak jaman lagi orang menulis dengan pena. Itu adalah pepatah lama yang menganjurkan orang untuk belajar menulis agar terampil mendokumentasikan perasaan atau pikirannya dalam bentuk tulisan. Meskipun pepatah itu sudah lama ada (entah kapan mulai disebarkan), masih saja terdengar keluhan orang tentang kesulitannya dalam menulis. Menulis di sini dalam pengertian tulisan kreatif, menuangkan perasaan dan ide-idenya. Sedemikian sulitkah menulis?

Suatu kali kita terkagum-kagum dengan kawan kita yang pandai sekali menulis, padahal orangnya pendiam. Puisi-puisi, cerita-cerita, dan esai-esai karyanya begitu mengagumkan. Pada saat yang berbeda kita seolah terpaku mendengarkan kawan kita yang lain bercerita soal apa saja. Dia begitu lancar berbicara. Isi pembicaraannya kronologis dilengkapi dengan intonasi yang tepat. Atau, terkadang kita bisa dibuat terpingkal-pingkal oleh kawan kita yang lain lagi dengan cerita-cerita kocaknya. Lucunya kawan-kawan kita ini mengeluh tidak bisa menulis dengan baik. Tetapi, ada juga kawan kita yang bicaranya lancar dan runtut ketika berorasi, sementara tulisan-tulisannya membuat kita kangen. Setiap saat kita menunggu topik apa lagi yang dia tuangkan melalui keyboard Wakatobinya (kayaknya sekarang dia punya laptop yang lain), seperti kawan saya E..i yang penulis terkenal dan jago berorasi. (Fill in the blank lagi :)) Lengkap sudah keterampilan yang dia kuasai dalam hal ini.🙂 Dari tadi saya bercerita atas nama “kawan kita”, ya. Yang ini gaya A….i kalau lagi bercerita, selalu didahului dengan “kata temen gua…” atau “teman/tante/om/dll saya…”

Menjelang akhir paragraf di atas disinggung-singgung soal keterampilan. Ya, memang demikian. Dua hal yang diilustrasikan di atas sebenarnya merupakan dua keterampilan berbahasa, berbicara dan menulis. Selain itu, ada dua keterampilan lain, yakni membaca dan menyimak (mendengar). Dalam dunia perblogan yang sudah pasti berkaitan dengan kegiatan menulis ini, cerita kali ini berkisar soal itu.

Lho, kok bisa menulis dikatakan sebagai keterampilan? Memangnya pelajaran prakarya di sekolah? Jadul banget, ya. Jangan-jangan pelajaran prakarya sudah tidak ada lagi dalam kurikulum, terutama pendidikan dasar. Halah, nglantur… Sekarang kembali lagi ke topik pembicaraan. Menulis memang sebuah keterampilan. Seseorang dapat dikatakan terampil dalam hal tertentu jika dia mahir dan cekatan dalam melakukannya, termasuk menulis. Lazimnya suatu keterampilan, akan dapat dikuasai dengan baik atau akan mahir dan cekatan dilakukan jika keterampilan itu sudah sering dilakukan. Nah, sejauh ini sudah muncul dua kata kunci berkaitan dengan menulis (1) keterampilan dan (2) sering dilakukan.

Benang merahnya adalah… Seseorang akan terampil (mahir dan cakap) menuliskan ide-ide dan perasaannya dalam sebuah karya tulis yang baik karena sering mencoba menulis apa saja yang dirasakan dan dipikirkannya itu. Sering mencoba dalam hal ini berarti sering berlatih. Sebagai analogi, kalau Anda sekarang tidak pernah jatuh alias mahir ketika mengendarai sepeda, itu karena sebelum bisa Anda rajin latihan dan setelah bisa, kegiatan bersepeda ini akan terus dilakukan. Dengan begitu, lama kelamaan Anda semakin tahu cara mengendarai sepeda itu dengan benar dan semakin terbiasa. Istilah awamnya, semakin lama bersepeda akan semakin tahu slahnya dalam mengendarai sepeda. Demikian pula halnya dengan menulis. Semakin sering anda menulis, semakin terbiasa dalam menuangkan dan mengorganisasikan ide secara kronologis, kosa kata semakin bertambah, dan motivasi untuk menulis akan semakin kuat. Sampai pemaparan ini kalau tidak salah kita dapat dua kata kunci lagi, yaitu (3) berlatih dan (4) terbiasa (bisa ala biasa, akan bisa melakukan sesuatu kalau sudah terbiasa).

Sampai saat ini, meskipun sudah sering menulis, baik itu karya ilmiah maupun nonilmiah seperti dalam blog ini, saya tetap berlatih menulis. Mengapa begitu? Ada pepatah lain. “PENULIS TIDAK PERNAH DILAHIRKAN, TETAPI DICIPTAKAN”. Semua orang sebetulnya bisa menulis, kecuali orang itu buta-huruf. Kalaupun ada teman kita, misalnya, yang mengeluh kurang pandai atau kurang bisa menulis, itu karena keempat kata kunci yang sudah disebutkan di atas. Dia tidak terampil dalam menulis karena tidak sering melakukan kegiatan menulis sebagai latihan sehingga akan terbiasa dengan salah satu keterampilan menggunakan bahasa. Seperti pepatah dalam paragraf ini, seseorang tidak pernah terlahir sebagai penulis meskipun dia itu penulis besar, tetapi dia akan membentuk dirinya sebagai penulis dengan terus berlatih dan menghasilkan karya-karya tulis. Oleh karenanya, sangatlah wajar ketika kita mendapatkan karya pertama penulis favorit kita itu tidak seperti karya-karyanya kemudian. Karya-karyanya yang kesekian tentu lebih bagus dari karya yang pertama. Apalagi, kalau kita bisa mendapatkan karya-karya lain yang dia tulis sebelum karya pertamanya yang best seller dan menjadikannya penulis terkenal. Pasti akan tampak perbedaannya dari segi (mungkin) bahasanya, cara bercerita kalau itu sebuah novel, atau genrenya, dan lain-lain. Jadi, dapat dikatakan bahwa seorang penulis sampai menghasilkan sebuah karya monumental, misalnya, tentu melalui proses yang panjang sebagaimana empat kata kunci tadi.

Lalu, apa sudah cukup hanya dengan empat kata kunci tadi? Tentu tidak. Ada hal lain yang tidak kalah pentingnya. Bagaimana mendapatkan sebuah ide untuk ditulis ini juga termasuk hal penting. Seseorang akan kreatif menulis kalau dia kaya dengan ide-ide. Dalam penulisan kreatif  ide-ide  yang muncul sebagai tema atau topik itu biasa disebut dengan pengalaman batin. Pengalaman batin ini merupakan semua hal yang berupa pengalaman kita, baik dari apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita baca, dan lebih penting lagi pengalaman batin itu didapatkan dari riset-riset yang panjang. Untuk yang terakhir itu biasanya dilakukan ketika akan menulis hal-hal yang serius, baik itu fiksi maupun nonfiksi. Pengalaman ini juga bisa berupa hal yang ringan-ringan sampai yang berat. Dari pengalaman sekecil apa pun, kalau seseorang sudah mahir menulis akan bisa dituangkannya dalam sebuah tulisan yang menarik. Oiya, pengalaman ini tidak terbatas pengalaman pribadi, tetapi bisa juga pengalaman orang yang kita kenal.

Kesimpulannya, mumpung sekarang setiap orang bisa menulis di dalam blog yang bersifat pribadi, “KATAKAN DENGAN KEYBOARDMU”. Tuangkan pengalaman-pengalaman, pikiran-pikiran, dan perasaan dalam bentuk tulisan. Keuntungan menulis dalam blog adalah kita tidak terikat aturan-aturan seperti kalau mengirimkan karya tulis kita ke media karena setiap media tentu memiliki aturan-aturan sendiri. Sebagai penulis tentu juga harus mematuhi ketentuan yang diberlakukan media tersebut apabila ingin tulisan kita diterbitkan. Menulis di blog bisa dipakai sebagai sarana latihan agar terampil menulis dan terbiasa menulis. Selain itu, para blogger juga bebas menentukan genre blognya.

Terlepas dari semua itu, ada tiga hal yang juga perlu diperhatikan. Pertama, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar apa pun gaya penulisan yang dipilih. Bahasa Indonesia yang baik berarti sesuai dengan situasi dan kondisi. Sementara itu, bahasa Indonesia yang benar adalah sesuai dengan kaidah. Jadi, meskipun gaya tulisan itu nonformal, kaidah harus tetap diperhatikan. Kedua, tulisan yang kita buat jangan sampai menyinggung perseorangan atau lembaga. Ketiga, jangan sekali-sekali melakukan PLAGIASI karena serendah-rendahnya seorang penulis adalah “mencuri” karya orang lain.

(“Pengalaman, pikiran, dan perasaan yang kita tulis bisa menjadi prasasti yang mungkin bisa membuat kita tersenyum, terharu, dan menangis kembali ketika suatu saat nanti membacanya”)

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

11 thoughts on “Katakan dengan Keyboardmu (d.h. Katakan dengan Penamu)

  1. tulisan yang di blog-ku banyak hasil CoPas😀
    tapi aku selalu mencantumkan sumbernya..

    Terimakasih sudah mau berbagi ilmunya..
    salam..

    Posted by erwinaziz | Juni 28, 2010, 6:42 am
    • 🙂
      Kalau menyebutkan sumbernya kan menutip, Non, namanya. Itu kalau sebagian. Kadang di blog fenmenanya kan satu tulisan utuh di-posting kemudian disebutkan sumbernya juga. Kalau yang ini apa ya, mungkin lebih ke menginformasikan kembali.
      Plagiat, kan, bener-bener tulisan orang lain yang diakui sebagai karyanya. Itu yang kumaksud dengan “mencuri”.
      Begitu…

      Makasaih dah mampir. Monggo diunjuk lan monggo disambi gethuke hahhaha

      Wasalamu’alaikum

      Posted by Mochammad | Juni 28, 2010, 8:02 am
  2. assalamualaikum..
    makasih ya pak udah berkunjung ke blog aku…(^_^)
    iya..kalau buat aku menulis lah dengan hati….
    karena menulis adalah sarana kejujuran…
    dan tidak mengharapkan pamrih atas apapun..
    happy blogging
    boleh tukeran link gak..(^_^)

    Posted by mylitleusagi | Juni 28, 2010, 1:05 pm
  3. era blogging emang keren, setiap bisa punya penerbitan sendiri… nulis gak perlu nunggu antrian di koran atawa majalah… nulis ya nulis, kalo ada yang iseng blogwalking… kebaca deh tulisannya…

    sayang kalo gak dimanfaatin…

    tapi kadang perasaan males nulis itu dateng aja, namanya juga manusia…😀

    makasih ya Pak (ato Mas), udah jalan-jalan ke blog saya…

    Posted by Rizky Mukhlisin | Juni 29, 2010, 4:48 am
  4. Satu lagi Mas …
    Klik pake mouse mu !!
    tapi awas ada TOM ! Entar di gigit jarimu, hihi …

    Posted by gusbahren | Agustus 26, 2011, 5:21 am
  5. hey semua, saya dulu hanya checkin ‘ out blog ini dan saya benar-benar mengagumi ide artikel , dan tidak ada hubungannya , jadi jika ada yang ingin memiliki obrolan mengasyikkan tentang itu , silahkan hubungi saya di AIM , nama saya heather smith

    Posted by shore tours in Russia | Agustus 27, 2011, 6:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Juni 2010
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: