you're reading...
Intermeso

Ayam Pun Bisa Salah Paham

Tinggal di luar daerah terkadang membuahkan pengalaman-pengalaman unik karena perbedaan budaya dengan masyarakat di daerah baru itu. Pengalaman-pengalaman unik itu pun bisa didapatkan di daerah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kita. Dengan kata lain, nggak usah jauh-jauh kita pergi ke pulau lain yang memang berbeda suku, budaya, dan bahasa. Di dekat-dekat tempat kita bahkan terkadang bisa terjadi kesenjangan budaya meskipun sedikit-sedikit.

Ketika kuliah di Jember, ada beberapa hal yang kadang membuat heran dan merasa geli. Padahal, jarak tempat asal saya tidak terlalu jauh dan masih satu propinsi, Jawa Timur. Bedanya, di tempat saya memang benar-benar orang Jawa sementara di Jember sebagian besar penduduknya beretnis Madura. Oleh karenanya, jangan heran jika pergi ke pelosok-pelosok Jember, terutama di daerah sebelah utara yang berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso, masyarakat di sana tidak bisa berbahasa Jawa. Masyarakat Jember pada umumnya tergolong multibahasawan karena setidaknya mereka menguasai tiga bahasa, bahasa Jawa, bahasa Madura, dan bahasa Indonesia. Apa karena itu kadang-kadang muncul keunikan-keunikan dari ekspresi bahasa mereka? Yang menjumpai keunikan ini tentu para pendatang yang tinggal di kota besar ketiga di Jawa Timur itu.

Coba bayangkan apa reaksi yang muncul ketika kita menanyakan keberadan seseorang atau menanyakan seseorang yang kita cari kemudian mendapatkan jawaban seperti ini.

“Wok, makmu ndi?” (Wok, makmu di mana)

Dan, jawaban si Wowok, “Entek, Mas”. (Habis , Mas)

Heran? Ini pengalaman pribadi ketika saya mencari ibu kos dan menanyakan kepada anaknya. Jawaban yang membuat saya merasa geli. Masak yang ditanyakan orang, kok, jawabannya entek ‘habis. “Kok, habis. Aneh. Emang emakmu makanan? Habis dimakan semut”, itu kata saya sambil tertawa geli waktu itu.  Ternyata teman-teman kos yang semua memang berasal dari luar Kota Jember juga merasakan keheranan yang sama.

Setelah diselidiki ternyata itu memang terpengaruh bahasa Madura. Dalam bahasa Madura kalau ada pertanyaan seperti itu dan yang dicari tidak ada akan dijawab dengan kata sobbung yang sepadan dengan kata habis dalam Bahasa Indoensia. Sementara di daerah saya yang berbahasa Jawa kata itu sama dengan entek yang dalam bahasa Indonesia juga sepadan dengan kata habis. Padahal, bahasa Madura juga mengenal kata negatif tidak ada, yaitu tadek yang berasal dari kata tak (tidak) dan adek (ada). (Huruf e dalam kata adek dibaca seperti e dalam kata beras ya :)) Namun, untuk etnis Madura, ekspresi bahasa yang menyatakan tidak ada buat seseorang yang kita cari, misalnya, bukan kata tadek tetapi sobbung dan ketika menggunakan bahasa Jawa atau Bahasa Indonesia pun orang Jember terpengaruh bahasa Madura yang lebih sering mereka gunakan sehari-hari sehingga muncullah jawaban entek atau habis itu ketika orang yang kita tanyakan tidak ada.

Lain waktu saya tertawa geli juga ketika mendengar tetangga kos yang orang asli kampung situ menyebut nama artis Rano Karno dan Lidya Kandow. Untuk orang Jember sebenarnya bukan susah menyebut nama-nama itu, tetapi lagi-lagi sebutan untuk nama kedua artis itu juga terpengaruh kata ulang bahasa Madura. Nama dua arti itu mereka sebut dengan NO KARNO dan DO KANDO🙂.  Yang lucu lagi anak-anak kecil kalau menyebut film kartun bukan dengan kata-kata itu, tetapi mereka bilang mau nonton film MUS KIMUS. Mengapa Begitu? Ternyata itu berasal dari salah satu film kartun yang terkenal, yaitu Mickey Mouse, yang merka lafalkan seperti itu. Akhirnya, film kartun pun disebut dengan istilah film mus kimus.

Nah, yang ini entah terpengaruh bahasa Inggris atau bagaimana saya tidak tahu karena negara kita tidak pernah dijajah oleh Inggris. Anak-anak kecil di Jember kalau bermain tembak-tembakan tidak menirukan bunyi suara tembakan dengan “dor… dor….” layaknya anak-anak lain di Indonesia. Mereka akan teriak “pang… pang…” yang mirip dengan kata dalam bahasa Inggris “bang… bang…” (baca: beng).

Itulah sedikit keunikan yang terkadang membuat kita yang berada di luar budaya itu merasa heran atau geli. Tidak hanya itu. Orang-orang Jember kalau memanggil ayam mereka bukan dengan bunyi “kur… kur…”, tatapi mereka akan mengucapakan “yak… yak…” dan ayam-ayam pun akan mendatangi mereka. Kalau tidak percaya, sekali-sekali datanglah ke Jember dan panggil ayam-ayam di sana dengan bunyi “kur… kur…”. Niscaya Anda akan dicuekin oleh ayam-ayam itu🙂. Bahkan, AYAM PUN BISA SALAH PAHAM karena kesenjangan budaya, kan.🙂

Begitulah ceritanya. Sekelumit keunikan karena kesenjangan budaya. Setiap orang yang tinggal di wilayah negeri ini memiliki potensi mangalami kesenjangan budaya seperti itu; mungkin dalam bentuk pengalaman-pengalaman yang lain. Hal itu sangat mungkin terjadi karena di seantero Nusantara ini diam berbagai suku dengan berbagai budaya dan bahasanya. Sementara masyarakat dari satu daerah dengan budaya tertentu bisa tinggal di daerah lain yang berbeda latar belakang adat dan kebiasaan. Masyarakat Indonesia memang ditakdirkan berbeda-beda. Namun, perbedaan itu hendaknya dijadikan sebagai keunikan yang terkadang bisa membuat kita merasa lucu atau geli kalau mengalami kesenjangan karena perbedaan-perbedaan yang ada. Perbedaan akan lebih indah kalau dilakoni dengan sikap terbuka sehingga perbedaan-perbedaan itu tidak akan menjadi biang perpecahan, tetapi justru sebagai alat pemersatu. Bukankah perbedaan itu lebih membuat hidup kita tidak monoton?

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

31 thoughts on “Ayam Pun Bisa Salah Paham

  1. heeee😀 merana merene si ayam jadi pinter ey . . . . . jangan sampe tuh ayam ga mao di panggil ayam ja. . . bisa repot ngurus akte ganti namanya . . .

    Posted by bieogravie | Juli 9, 2010, 2:56 am
  2. saya baru tau seperti itu, lum pernah ke jember,heheh

    Posted by nurrahman18 | Juli 9, 2010, 5:36 am
  3. Aku paling tidak paham kalau teman ngoMoNg madura. , haha

    Posted by Adi | Juli 9, 2010, 6:28 am
  4. wah ayam di jember berarti menguasai dua bahasa: bahasa Jember ama bahasa ayam^^

    Posted by alice in wonderland | Juli 9, 2010, 3:10 pm
  5. @bieogravie, @nurrahman18, @Adi, @alice in wonderland

    Terima kasih apresiasinya. Begitulah kalau kita tinggal di tempat yang berbeda budaya meski dikit. Lucu kadang-kadang; tidak jarang jeng kelin😀. Tapi, mengasyikkan kok…

    Posted by Mochammad | Juli 9, 2010, 8:09 pm
  6. Hahaha…
    jadi pengen tahu gimana ekspresi ayam di Inggris atau negara2 luar lain =D
    Nice post!

    Posted by Aning | Juli 9, 2010, 9:32 pm
  7. hahaha.. pasti bikin heboh judul yang bang muat nie.. ayam pun bisa slah paham..

    ngomong2 aq orang situbondo, sebelah utara bondowoso dan jember..
    bener tuh seperti yang bang katakan.. aq sendiri kadang juga tertawa klo 2 bahasa itu digabungin..

    dan entek.. klo dalam bhs madura bisa jadi kata ” dentek ” arti kata ” tunggu “, repot kan tuh.. klo yang diambil arti yang ini.. bisa ditunggu tuh emak padahal gak ada dirumah hahahaha

    qt bener2 kaya yang bang lok masalah bahasa ni…

    salam,
    http://kanvasmaya.wordpress.com

    Posted by kanvasmaya | Juli 9, 2010, 9:40 pm
  8. @Aning: Terima kasih apresiasinya. Kalau pengen tahu itu, yuk, ke inggris bareng-bareng🙂

    @kanvasmaya: Beh, sampeyan di situbondo, ta? Iya memang lucu kadang-kadang juga heran. Nah, soal heran ini, kalau di jawa pada umumnya heran saman dengan nggumun. Sementara di Jember heran itu dibahasajawakan jadi getun. Lha, getun iku lak artinya menyesal. Makanya pernah ngobrol sama teman satu kamar waktu itu gak nyambung, dia orang Bondowoso. Berkali-kali bilang getun tapi di luar konteks bahasa Jawa. Ternyata yang dia maksud itu heran.😀 Wah, tape bakar di Situbondo masih enak ta? Situbondo opo Bondowoso yo?

    Posted by Mochammad | Juli 9, 2010, 9:53 pm
    • situbondo ada, bondowoso pun ada.. tp klo asli tentang tape itu mah bondowoso punya..
      kebanyakan disitubondo kan olahan sana..
      klo tape bakarnya.. wah okean ibuq yang buat hhahahaha ibu punya gt loh wkwkwkwkk

      mau bang??

      hahahaha

      salam,
      kanvasmaya

      Posted by kanvasmaya | Juli 10, 2010, 12:37 pm
  9. wah, jd tmbh kosa kata baru ney hehehe…..
    terkadang dalam kehidupan bermasyarakat memang sering terjadi kasus yg serupa y pak yg terkadang selain membuat kita heran atau geli jg membuat kesalahpahaman sehingga memicu konflik antarwarga…semoga dengan budaya dan karakter warga yg heterogen justru bs menjadi faktor vital untuk mempersatukan negeri ini tanpa melupakan kearifan lokal yg ada….^^

    Posted by ari syaoran | Juli 9, 2010, 10:06 pm
    • Betul sampeyan, dik.. (baca dengan logat Madura :)). Berbeda-beda, bersatu, dan mempertahankan kearifan lokal yang masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
      Siiip… Setuju🙂 Terima kasih apresiasinya, Bro.

      Posted by Mochammad | Juli 9, 2010, 10:13 pm
  10. Iya setuju dengan tulisan ini. Dan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, ada semacam kebanggaan punya sebegitu banyak keberanekaragaman budaya, bahasa di berbagai daerah. Kebanggaan ini akan ‘semangkin’ menggumpal tatkala berada di luar Indonesia. Bener deh.

    Posted by zulkarnain jalil | Juli 10, 2010, 8:00 pm
  11. Indonesia memang negeri yang akan akan budaya dan bahasa.. negeri yang ngangeni kalo boleh saya katakan… mendengar lagu rayuan pulau kelapa saat kita sedang tinggal di negeri orang mampu membuat hati menjadi biru….dan membuat kita orang indonesia yang berasal dari berbagai suku menyatu membentuk keluarga kecil yang saling membantu untuk dapat betah bertahan hidup di sini… semoga Indonesia menjadi bangsa yang jaun lebih baik utk kehidupan rakyatnya. amiin

    Posted by arul tehran | Juli 11, 2010, 4:57 pm
  12. hmmmm…itulah kekayaan bangsa besar.
    namun kenapa pula kebesaran bangsa ini ga di siasati dengan ke arifan.
    sedih sangat bila melihat bangsa besar ini sudah mulai tidak beradab.
    sedih pula dengan bangsa yang besar ini ga bisa sisakan 21 orang saja buat bikin tim sepak bola.
    semoga kebesaran & ke kayaan negara ini bisa kita manfaat untuk kemashlahatan bangsa ini….????
    SEMOGA…..!!!!!

    Posted by Team_Bulls | Juli 13, 2010, 9:12 am
  13. @Zulkarnaen Jalil, @arul tehran, @Team_Bulls: Amiiin… semoga keberagaman bisa semakin menyatukan.

    Posted by Mochammad | Juli 13, 2010, 8:22 pm
  14. salam kenal, ceritanya bagus,ternyata dibalik semua itu tersirat beribu makna, thanks

    Posted by andryan87 | Juli 15, 2010, 8:12 am
  15. Cak Asyhar mau pergi ke mana? Jawaban Cak Asyhar: Ndek arak! Pasti karna tinggal di Selong cukup lama!

    Posted by Raden Mas Zuhdi | Juli 18, 2010, 7:00 pm
  16. karena perbedaan itu indah, seindah pelangi di angkasa.
    ang peting kita tetap memahaminya bahwa perbedaan itu yang membuat kita unik dan membuat kita bersatu.

    dan
    satu lagi perbedaan itu menyuruh kita untuk saling mengenal bangsa-bangsa lain. agar kita tidak terjebak dalam fanatisme sempit

    Posted by almishri | Juli 21, 2010, 7:55 pm
  17. sangat beruntung kita dilahirkan di negeri yang penuh dengan keragaman budaya dan bahasa ini, Pak😆

    Posted by mr.sectiocadaveris | Agustus 19, 2010, 7:13 pm
  18. hahaha…postingan yang membuat tertawa…
    memang percampuran budaya kemudian akan menghasilkan budaya hibrida yang unik dan menarik.
    itulah kekayaan Indonesia yang sesungguhnya, yaitu keberagaman budaya🙂

    Posted by Herman Yosef Paryono | Agustus 30, 2011, 3:44 pm
  19. wah indonesia memang benar-benar beragam beragam ya…..
    sungguh luar biasa bangsa ini

    Posted by kristian edogawa | September 13, 2011, 11:23 am
  20. mudah-udahan dengan keberagaman itu..

    tidak mengubah kebudayaan indonesia yach…:)

    Posted by nuraeni | September 19, 2011, 10:55 am
  21. wkwkwkwkwk🙂

    Posted by Aryan | September 30, 2011, 4:10 am
  22. hahahahahaa tadek…😀
    saya puluhan tahun di Surabaya aja masih ga terlalu paham bahasa suroboyo-an😀

    Posted by Nabila Firdausi | Januari 29, 2012, 10:12 pm
  23. Wah, kalau saya di Jemberpun pasti akan bingung juga.
    Kalau Bahasa Jawa yg saya pakai sama persis dengan yg Mas pakai…
    Untuk orang pasti nggak pakai istilah entek, dan kalau ayam ya pasti kur… kur… kur…
    Kalau kerbau / sapi ditempat saya pakai jih… jih… jih…

    Posted by marsudiyanto | Februari 5, 2012, 10:41 pm
  24. wah., wah., benar – benar penulis budaya yah🙂 chayo kang., suka dengan pembahasannya

    Posted by semilir | Maret 10, 2012, 11:18 am
  25. sama kaya kucing kali ya.. di Banyuwangi atau mungkin di daerah jawa lainnya, manggilnya pake “pus..pus..”.. lha kalo di Bandung pake “ming..ming..”😀

    Posted by habibialisyahbana | Maret 13, 2012, 6:06 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: