you're reading...
Intermeso

Ujian tapi Nggak Mau Ada (Banyak) “Soal”

Marhaban, ya, Ramadhan

Tidak berasa sebentar lagi sudah masuk bulan suci Ramadhan. Awal bulan yang selalu ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia itu tinggal satu hari lagi. Tanggal 1 Ramadhan 1431 H insya Alloh akan bertepatan dengan tanggal 11 Agustus 2010 M besok. Itu berarti terhitung mulai besok umat Islam di seluruh Indonesia (dan wilayah-wilayah lain yang terpaut waktu tidak terlalu banyak) mulai mengerjakan ibadah puasa dan segala rangkaian ibadah yang mengiringinya di bulan suci itu.

Ibadah dalam bulan Ramadhan yang paling umum dikenal semua orang, termasuk umat non-Islam, adalah tidak makan dan minum sejak sebelum subuh sampai dengan waktu maghrib, ibadah yang berbentuk menahan lapar-dahaga dan menahan nafsu. Tentu masih ada ibadah-ibadah yang lain, seperti sholat tarawih, tadarusan, membayar zakat fitrah dan mal, sodaqoh, serta amalan-amalan baik yang lain. Bolehlah semua rangkaian ibadah di bulan Ramadhan ini disebut ujian.

Seperti sudah disinggung sebelumnya,Β  menahan lapar dan haus mulai menjelang subuh hingga sore pada saat maghrib merupakan ujian paling umum dikenal dalam berpuasa. Karena umumnya itu, pada praktiknya tidak makan dan minum itu seolah-olah dianggap sebagai inti dari ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Padahal, itu hanya salah satu dari latihan menahan keinginan, menahan nafsu. Dalam diri manusia setiap hari selalu muncul nafsu untukΒ  makan dan minum. Dengan terlatih melakukan pengendalian diri untuk keinginan-keinginan yang berupa nafsu lapar-dahaga diharapkan umat muslim akan terbiasa dengan pengendalian diri atas nafsu-nafsu yang lain, seperti hasrat seksual, amarah, membicarakan orang lain, dan lain-lain perbuatan, sikap, dan perasaan negatif.

Itulah ujian-ujian yang harus dihadapi setiap umat Islam yang sudah diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kalau mengendalikan nafsu-nafsu dari mulai menahan lapar dan haus sampai dengan menahan hasrat seksual, amarah, bergunjing, dan sejenisnya dikatakan sebagi ujian orang berpuasa, lalu yang menjadi soal-soalnya itu apa? Ketahanan orang-orang berpuasa akan nafsu makan-minum akan teruji ketika mereka mampu mengendalikan keinginan untuk itu meskipun dia melihat makanan atau melihat orang sedang makan di depan mereka. Ketahanan mereka yang berpuasa atas nafsu amarah atas perbuatan orang lain akan teruji saat orang-orang itu tetap menjalankan sosialisasi dengan sekitar mereka. Demikian pula, kemampuan pasangan suami-istri menahan hasrat seksual akan teruji ketika mereka tetap bersosialisai selayaknya dalam kehidupan berumah tangga sebelum memasuki bulan puasa. Itulah sebagian hal yang akan menjadi “soal-soal” dalam “ujian” waktu menjalani ibadah puasa. Hal itu berarti ujian-ujian di bulan itu bagi orang-orang yang berpuasa akan terasa lebih berasa kalau kehidupan berjalan normal sebagaimana bulan-bulan lain.

Kenyataannya, orang akan berpikiran bahwa seseorang tidak menghormati orang berpuasa ketika pada bulan suci Ramadhan pemilik warung makan membuka warungnya sejak pagi hari dan tidak menggunakan tirai penutup sehingga orang yang berpuasa bisa melihat makanan yang dipajang atau melihat orang yang sedang makan di situ. “Puasa-puasa, kok, buka warung terang-terangan”, begitula kiranya yang orang pikiran, “Tidak ada toleransinya”. Lucu bukan? Bagaimana akan teruji keimanannya dalam menahan lapar-dahaga kalau melihat makanan atau orang lain yang sedang makan saja tidak mau. Salain itu, ketika sepasang suami istri ingin teruji bagaimana mereka manahan nafsu seks atas pasangan resminya itu, ya mereka harus tetap berada dalam satu rumah. Barangkali contoh ini terlalu berlebihan, tetapi untuk menahan nafsu seks atas suami atau istri, kan, mereka tidak harus terpisah ranjang atau bahkan rumah. Selanjutnya, bagaimana orang-orang yang berpuasa mengetahui mereka tahan uji terhadap nafsu amarah kalau mereka berdiam diri di rumah atau mengurung diri di kamar dan tidak bersosialisasi dengan keluarga, tetangga, atau teman sekolah (atau kantor).

Yang ingin ditekankan di sini adalah bahwa bulan puasa seharusnya tidak menghalangi orang untuk menjalankan kehidupannya senormal sebelum dan sesudah bulan suci ini. Kalau pada bulan suci Ramadhan demi alasan menghormati orang yang berpuasa warung-warung makan harus menutup bagian depan mereka, mestinya iklan makanan yang justru lebih banyak frekuensinya di bulan Ramadhan juga dilarang untuk ditayangkan selama jam-jam orang berpuasa. Tayangan-tayangan yang menimbulkan nafsu syahwat, seperti video klip, film-film, dan sejenisnya tentunya harus dilarang juga ditayangkan pada siang hari. Demikian pula, dengan pengurangan jam kantor (terutama instansi pemerintah) dan jam belajar anak sekolah mengesankan bulan puasa ini orang boleh menurunkan kinerjanya atau anak-anakΒ  sekolah bisa mengurangi waktu belajar mereka bahkan diliburkan meskipun tidak sebulan penuh.

Seperti dipaparkan di atas, puasa yang dijalankan dengan menahan makan dan minum selama setengah hari dari menjelang subuh hingga maghrib itu hanya dijalani selama sebulan penuh. Dalam waktu yang singkat itu, orang-orang yang berpuasa seperti terkesan “manja” karena harus ada toleransi dari orang yang tidak berpuasa atau memang tidak wajib berpuasa di bulan Ramadhan. Toleransi itu, misalnya, dalam bentuk penutupan bagian depan warung dengan tirai atau menyarankan seseorang untuk tidak makan di depan orang yang sedang berpuasa. Kalau seperti itu, apakah benar seperti yang dikatakan para ustad bahwa puasa itu sebagai bentuk toleransi atas penderitaan orang miskin yang kerap menahan lapar? Orang-orang yang tidak beruntung sehingga kerapkali menahan lapar bahkan setiap hari mau-tidak-mau selalu harus merasakan laparnya itu sementara di depannya terhampar makanan yang dipajang di etalase-etalase warung-warung makan atau dalam keadaan haus matanya melihat minuman beraneka ragam yang terpajang di kios-kios pinggir jalan yang mereka lalui. Yang bisa mereka lakukan hanya melihat sambil menahan perut lapar dan tenggorokan kering kehausan sementara untuk mendapatkan yang dia lihat itu belum tentu kesampaian.

Bagaimana kita bisa merasakan seperti itu kalau pada saat kita berpuasa yang hanya kurang-lebih 12 jam selama satu bulan saja, kita harus meminta banyak permakluman. Dengan banyak “toleransi” yang diminta seperti digambarkan di atas, apa yang dikatakan ustad-ustad bahwa puasa itu untuk memahami apa yang dirasakan orang-orang yang sehari-harinya kelaparan tidak akan tertanamkan. Seyogyanya dalam bulan puasa seperti yang akan kita sambut sekarang ini biarlah kehidupan berjalan secara normal. Biarkan warung-warung makan dan restoran-restoran buka secara normal tanpa ada tirai-tiraian. Bukankah dengan tirai seperti itu malah terkesan lebih melindungi orang yang mengaku berpuasa, tetapi diam-diam makan di siang hariπŸ™‚. Ada, kan, orang seperti itu? Atau, sekolah-sekolah tetap masuk sebagaimana jadwal normal seperti bulan-bulan selain bulan Ramadhan. Kantor-kantor (biasanya instansi pemerintah) tetap menjalankan jam-jam pelayanan seperti pada bulan-bulan lain. Dengan menjalani kehidupan secara normal, tentu dalam bulan puasa kita benar-benar akan teruji karena akan lebih banyak “soal-soal” berupa hal-hal yang dapat membatalkan puasa muncul di hadapan kita dan harus “dikerjakan” dengan benar. Dari situlah bisa diukur sejauh mana kita mampu melakukan pengendalian diri atas nafsu-nafsu yang ada dalam diri kita. Apa tantangan berpuasa kalau hal-hal yang sekiranya dapat menjadi “soal-soal” bagi “ujian” dalam puasa kita seperti dicontohkan di atas, sengaja dihindarkan dari hadapan kita. Ibaratnya sedang menjalani ujian, kita justru tidak mau menghadapi soal-soal yang akan menentukan lulus-tidaknya kita dalam ujian itu.

Marhaban, ya, Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

9 thoughts on “Ujian tapi Nggak Mau Ada (Banyak) “Soal”

  1. barusan aku cari2 Om di artikel sebelumnya, akhirnya muncul juga artikel baru..:mrgreen:
    Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir & batin…

    Posted by ●●●ЄЯШЇЙ●●● | Agustus 10, 2010, 3:59 pm
  2. marhaban ya ramadhan…

    Wah lama saya tidak kesini..
    Apa blognya yang ndak update..

    Posted by Adi | Agustus 10, 2010, 4:00 pm
  3. @erwin: ya nih, lama vakum, ngurusi sekolah biar cepet kelar. Maaf lahir dan batin. Selamat berpuasa ya.
    @Adi: emang, Di, dah lama gak up date. Tapi, puasa ini insya alloh lebih banyak nulis (daripada ngrumpi kan :)). Maaf lahir dan batin, Di. Selamat berpuasa.

    Posted by Mochammad | Agustus 10, 2010, 4:03 pm
  4. Taqoballoha Minna Wa Minkum . .. . . . .
    Mohon maaf dari ane untuk antum . .. . . .

    Maaf Lahir Batin, Di maafkan lah ntu salah- salah Qte . .. yaaaah om … . . .

    Posted by bieogravie | Agustus 10, 2010, 7:05 pm
  5. Wah, judul postingannya mengingatkan saya jaman SMA, bahkan sampe kuliah. Dasar mahasiswa, seringnya minta soal yang gampang dan dikit2 aja ke dosen pas ada quiz.πŸ˜†πŸ˜†

    Posted by Asop | Agustus 11, 2010, 4:39 am
  6. Hehehehehehe setuja sekali saya ,
    Sekalian mu ngucap mohon maaf lahir batin

    Posted by fabiantactlest | Agustus 11, 2010, 7:45 pm
  7. maaf lahir batin sobat…πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

    Posted by herryclay | Agustus 14, 2010, 5:17 pm
  8. saya setuju banget tuh. sama halnya kaya temen gue tu sob waktu saya sama dia lagi becanda2 gitu…! sampae akhirnya,
    temen:”kamu ini buat saya marah saja, ga tahu namanya orang puasa apa!”.
    saya:”ya tahu, tapi kamu tu puasanya untuk nehen lapar, apa nehen nafsu. hehehe, udah sob inget kamu tu lagi puasa, harus bisa nahan nafsu!
    sory dah heep!
    ……

    Posted by herryclay | Agustus 14, 2010, 5:29 pm
  9. mohon maaf lahir batin.. met nunaikan ibadah puasa..πŸ™‚

    Posted by kanvasmaya | Agustus 20, 2010, 10:05 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2010
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: