you're reading...
Intermeso

Tes Dulu… daaaan… :(

Ini tes bukan sembarang tes. Tes yang ini bisa bikin kesel; bisa juga bikin dongkol. Bagaimana nggak? Tes atau istilah paling tepatnya “uji coba” ini diberlakukan bukan pada suatu objek yang tepat. Terang aja bikin nggak nyaman soalnya sasarannya tidak lain dan tidak bukan adalah mahkota di kepalaku.

Meskipun mahkota yang ada di kepalaku itu sudah dwi warna, kalau mendapat perlakuan yang di luar dugaan dan nggak semestinya, sensi juga bawaannya. Beginilah ceritanya.

Kemarin ketika bersepeda sore sambil ngabuburit dan cari makan buat buka puasa, berniatlah aku sekalian pangkas rambut. Memang belum terlalu panjang atau malah secara umum belum waktunya potong rambut. Tapi, akunya aja yang kerisian nggak jelas soalnya arah rambutku ini dah nggak karuan. Ada yang ke kiri, ke kanan, nggak “manut” kalau disisir. Singkat kata mataku menataplah sebuah papan nama pangkas rambut di Jalan Langko, Kota Mataram yang teduh. Mampirlah aku ke tempat pangkas itu dan masuk ke situ.

“Silakan, Pak”, sambut si Mas Tukang Cukur sambil nyemprot-nyemprotin air ke rambutnya sendiri yang rada gondrong dan disisir klimis (pakai air tadi) ke belakang.

“Di sini”, sambutku sambil menunjuk ke arah kursi cukur yang terletak paling dekat dengan pintu masuk.

Nggih“, jawabnya.

“1,5 senti rata, Mas”, kataku setelah duduk tanpa ditanyanya tentang model rambut yang kumau.

Nggih“, katanya lagi sambil sibuk mencari-cari ukuran yang aku minta kemudian dipasangnya ke alat cukur elektronik yang sudah dipegangnya.

“Ini nggih, nomer 2″, katanya kemudian sambil memperlihatkan angka 2 yang tertera di bagian bawah ukuran cukuran yang dipegangnya. Aku pun cuma melirik.

“Tes dulu”, kata-kata berikutnya yang meluncur dari bibirnya yang menghitam oleh nikotin.

Terus terang kali ini aku masih mikir-mikir apa maksudnya itu ketika tiba-tiba secepat kilat alat cukur elektronik itu sudah didaratkan di sebelah luar telinga kananku.

“Kressss”, bunyinya.

Alamaaaak… Jadi itu, to, yang dimaksud dengan “tes dulu” yang si Mas Tukang Cukur utarakan tadi. Entah aku yang telmi (telat mikir) atau benar-benar tak menduga bakalan menjadi “kelinci percobaan” ukuran alat cukurnya itu.

Kagetlah aku karena hasilnya itu…, mau tau nggak? Rambut di bagian samping kanan kepalaku itu krowak sodara-sodara. Hasil uji coba si Mas Tukang Cukur tadi pendek banget sampai keliatan kulit kepala menerawang gitu, deh. Yang jelas tidak sesuai dengan ukuran yang aku minta dan bahkan lebih pendek. Sudah bisa dibayangkan betapa culunnya kepalaku jadinya nanti dengan ukuran segitu.

Yang jadi persoalannya itu gini, lho, Sodara-sodara. Aku nggak tahu tes-mengetes ukuran rambut di kepala calon pecukur (orang yang dicukur) itu apa memang menjadi “metode” di tempat pangkasku kemarin sore. Karena baru sekali itu aku ke situ. Bolehlah ada metode seperti itu, tapi hendaknya disediakan kepala-kepalaan manusia dengan rambut palsu. Bukannya di kepala calon pecukurnya. Seperti yang aku alami itu, hasil uji coba yang dia bilang “tes dulu” itu ternyata lebih pendek dari yang kuminta. Nah, kalau sudah begitu apa si Mas Pencukur (ini maknanya beda dengan pecukur, orang yang mencukur) itu bisa ngembaliin rambutku seperti ukuran semula sehingga dia bisa mencukur sesuai dengan ukuran yang kuminta. Kalau hasil uji coba lebih panjang daripada ukuran yang diminta pecukur, tentu tidak masalah tinggal mencukur lagi sesuai ukuran yang diminta.

Yah, akhirnya mengalah meskipun nafsu amarah sudah di ujung lidahku. Mengingat sedang berpuasa, ya, ditahan-tahan marahnya dan memilih diam. Kali ini percaya bahwa diam itu emas, padahal biasanya percaya bahwa diam itu bisu. Itung-itung buat latihan “ujian” puasa dan menganggap pengalaman cukur-mencukur itu sebagai “soal” dalam “ujian” puasa itu. Bagaimana mesti menahan emosi meski sudah di ujung lidah.

Mungkin juga si Mas Pencukur itu juga tidak salah seratus persen. Barangkali dia terbiasa dengan nomor-nomor urut ukuran panjang-pendek cukuran rambut. Sementara itu, langgananku pangkas rambut nun jauh di sana melewati dua selat atau selama kurang-lebih dua jam mengarungi angkasa (di Depok) biasa menanggapi permintaanku dengan langsung menyebut panjang sisa rambut di kepala dengan angka 1.5 sentimeter ditambah kata-kata “rata” yang artinya kiri-kanan-belakang-atas sama rata ukurannnya. Abis gitu tinggal duduk manis penuh pesona, dicukur sambil ngantuk-ngantuk, selesai, diberi bonus pijit, bayar, keluar tempat pangkas jadi ganteng, deh. Tapi, yang kemarin sore itu beda banget servisnya. Dasar lagi apes kali akunya.

Begitulah sodara-sodara kisahku yang sebenarnya lucu karena menyangkut penampilan, bisa bikin sensi juga. Hampir juga mengganggu jalannya puasaku yang tinggal sedikit lagi berakhir hari kemarin. Satu lagi perbedaan itu terkadang masih harus perlu dicermati dan dipahami sehingga tidak menimbulkan salah paham.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

13 thoughts on “Tes Dulu… daaaan… :(

  1. mana fotonya, Om? *yg habis cukur*

    Posted by ●●●ЄЯШЇЙ●●● | Agustus 21, 2010, 5:13 am
  2. sp tau jd trend baru

    Posted by mudahnyafisika | Agustus 21, 2010, 5:23 am
    • apanya yang trend, bos? metodenya apa hasil cukurannya🙂
      kalau metodenya ya silakan dicoba. model rambutnya? wah, kalau ada yang ngikutin, orang tersesat namanya dan semoga diluruskan kembali jalannya😀
      BTW, ini fisikawan yang mana nih, aceh, jogja, matraman, atau mana nih? aku punya banyak teman fisikawan.

      Posted by Mochammad | Agustus 21, 2010, 5:38 am
  3. picnya mana kang?

    Posted by Adi | Agustus 21, 2010, 7:42 am
  4. Walah walah, lain tempat pangkas lain adatnya….😆

    Posted by Asop | Agustus 21, 2010, 5:06 pm
  5. Akhirnya datang jugaaaa . . .. hihiii kemane aja om eh sekarang da mudaan ya . . . . kemane aje masss ???

    Posted by Abie | Agustus 21, 2010, 7:14 pm
  6. Bagus kok, hasilnya, mas As! Malah tambah keren…. 🙂

    Posted by mas zuhdi | Agustus 29, 2010, 10:07 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2010
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: