you're reading...
Intermeso

Kata Obama, “Orang Indonesia & Indonesia Itu…”

Akhirnya datang juga. Begitulah kata-kata yang boleh diungkapkan berkaitan kedatangan Barack H. Obama ke Jakarta setelah rencananya ke sini mengalami penundaan sampai dua kali. Penyambutan sepertinya dilakukan agak lebay bak menunggu kedatangan anak kesayangan pulang kembali ke rumah. Salah satu acara penyambutan yang dimaksud, tadi siang RCTI menayangkan kembali wawancara eksklusif beberapa bulan lalu oleh Putra Nababan dengan orang nomor satu di Amerika itu. Terlepas dari lebay atau tidaknya penyambutan atas Obama dan rombongannya, setidaknya ada dua pernyataan menarik Presiden Amerika berkulit hitam pertama itu tentang kesannya atas orang Indonesia dan Indonesia sebagai negara di antara jawaban-jawabannya sekitar pertanyaan tentang hubungan bilateral Amerika-Indonesia.

Ketika Nababan menanyakan kesannya atas orang Indonesia, Obama menjawab orang Indonesia itu cinta kepada negerinya maka dibilangnya di Amerika jarang imigran dari Indonesia. Bisa jadi maksud Obama orang Indonesia selalu pulang ke negerinya setelah menyelesaikan studi di Amerika. Mungkin juga dia secara tidak langsung mengambil contoh ayah tirinya, Lolo Soetoro, yang pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliah di Hawai.

Tapi, apa bener orang Indonesia itu cinta negerinya? Apa yang diutarakan Obama tentu benar kalau parameternya imigran dari Indonesia di negara yang dipimpinnya itu sedikit jumlahnya. Banyak orang Indonesia menempuh pendidikan di luar negeri, tapi begitu selesai tidak menetap dan bekerja di negara tempat dia belajar. Mereka lebih memilih kembali ke Indonesia. Bisa seperti itu karena hubungan kekerabatan di dalam sistem kemasyarakat kita masih kental. Jadi, berkumpul dengan keluarga besar masih dirasakan lebih penting. Itu juga salah satu kesan yang dirasakan tamu negara yang sedang berkunjung ini bahwa masyarakat Indonesia sangat memperhatikan keluarga dan kerabat.

Tapi rasa-rasanya banyak sekali orang Indonesia yang cinta negerinya itu hanya manis di mulut belaka; hati dan pikirannya tidak. Buktinya? Banyak pejabat yang korup; merampok dana untuk rakyat. Kinerja wakil rakyat yang terhormat masih jadi sorotan karena mereka seolah membutakan matanya atas penderitaan rakyat dan menulikan telinganya akan suara jeritan rakyat yang katanya mereka wakili itu. Aparat hukum masih sering membuat tatanan hukum jadi amburadul karena keadilan peradilan masih sering jauh dari kenyataan. Masih banyak masyarakat yang tidak peduli lingkungannya. Masih tidak sedikit yang tega merusak alam yang mengakibatkan hutan gundul. Masih banyak lagilah contohnya.

Lalu, cinta kepada Indonesia itu seperti apa seharusnya? Apa dengan kembali pulang ke Indonesia setelah dari mana-mana seperti yang dikatakan Obama? Cinta kepada negeri yang bernama Indonesia sepertinya hanya milik para pendahulu yang berjuang untuk mendapatkan status sebagai bangsa yang merdeka. Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan juga tentunya. Buktinya, waktu beberapa produk kebudayaan negeri ini diklaim negara lain, semuanya “berteriak” dan bereaksi. Atau, ketika wilayah kedaulatan negara ini berusaha dicaplok negara lain, barulah semua “berteriak” dan bereaksi lagi; membela dengan caranya masing-masing. Begitulah rasa cinta itu tumbuh kembali. Kesimpulannya (mungkin tepatnya sebuah pertanyaan), apa rasa cinta kepada Indonesia itu akan tumbuh dengan ditekan pihak lain seperti yang sudah dicontohkan?

Itu barangkali salah satu stimulus munculnya rasa cinta kepada bangsa dan negara Indonesia. Tapi, yang lebih penting cinta Indonesia itu harus dibuktikan dengan cara tidak korup ketika jadi pejabat atau apapun yang berkaitan dengan uang rakyat, menyelenggarakan kehidupan hukum dengan tertib saat menjadi aparat hukum, anggota dewan yang terhormat bekerja dengan komitmen tinggi untuk rakyat, semua lapisan masyarakat mencintai lingkungan dan menjaga kelestarian alam, serta bersama-sama membangun negeri ini menjadi bangsa yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. Ibaratnya, kalau pulang dari mana-mana, kita bisa hidup dengan tentram dan damai. Pokoknya, selalu ada alasan untuk pulang kembali ke Indonesia tercinta.

Berikutnya, kesan Obama tentang Indonesia ketika ditanya Putra Nababan apakah dengan pernah tinggal di Indonesia ada pengaruh kepadanya. Salah satu Presiden Amerika termuda itu menjawab ada. Menurutnya Indonesia itu sebuah negara dengan keberagaman, tapi hal-hal yang berbeda itu bisa berdampingan. Ini yang mempengaruhinya dalam memandang dunia ini secara keseluruhan.

Merujuk kepada apa yang dikemukakan Obama di atas, Dapat dikatakan Indonesia itu miniatur dunia. Sebuah negara dengan penduduk salah satu terbanyak di dunia ini terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang di dalamnya hidup beragam bangsa, suku, agama, budaya dan adat istiadat, serta berbagai macam bahasa daerah. Keterlangsungan hidup semua keberagaman itu bisa terselanggara dalam sistem kemasyarakatan dan kenegaraan yang sampai sejauh ini dapat terjaga dengan baik meskipun sesekali ada konflik antaretnis, antaragama, atau antarkelompok. Mungkin Indonesia sekarang ini menjadi satu-satunya negara dengan kondisi yang beragam seperti itu karena Uni Soviet atau Yugoslavia, misalnya, sudah bubar sekian lama.

Oleh karenanya, seandainya semua pihak, baik pemerintah maupun semua lapisan masyarakat Indonesia, benar-benar cinta kepada negeri mereka, Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat dan menjadi barometer penyelenggaraan perdamaian di dunia. Kalau ini terwujud, tentu sangat dibenarkan ketika Obama mengutarakan apa yang dia rasakan selama tinggal di negeri yang amat beragam ini mempengaruhi cara pandang dia atas dunia. Setidaknya itulah kesimpulan jika apa yang dikemukakan Obama tentang orang Indonesia yang cinta negeri mereka dan Indonesia yang beragam tapi bersatu itu dikait-kaitkan.

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

12 thoughts on “Kata Obama, “Orang Indonesia & Indonesia Itu…”

  1. orang indonesia juga ramah tentunya, harus tunjukkan yg positif dnk…
    salam

    Posted by tunsa | November 10, 2010, 10:50 am
  2. Salam Om…
    Lama ngga mampir,
    Kangen juga . . .

    Oia, menanggapi idealisme cinta kepada negri, aq punya cerita unik, teman saya punya teman, dan ia bercerita . .

    Suatu ketika ada 2 alumni mahasiswa “TOP” (bisa di bilang begitu). di tawari bekerja di suatu korporat yang berada di amerika..

    satu menanggapinya biasa saja, karena beridealisme CINTA IBU PERTIWI, dan yang satu berantusias untuk mendapatkan kesempatan tersebut, yang beridealisme berpendapat, Indonesia butuh orang pintar seperti kita untuk memajukan bangsa dan negara, jika orang seperti kita lebih memilih untuk keluar negri, siapa yang akan menjadi penerus bangsa, satu waktu si-Antusias berdiam diri tanpa kata (actualy dia punya pendapatnya sendiri, bahwa memajukan bangsa bukan hanya di dalam cangkangnya sendiri), well.. setelah di fikir-fikir si-antusias lebih baik diam ketimbang berjajak pendapat dengan NASIONALIS (bukan kah pola fikir yang di tawarkan si-idealis itu pahlawan ??? (jadi si-antusias lebih memilih diam dari pada berjajak pendapat dengan pahlawan bangsanya sendiri.

    sepuluh tahun berlalu, dan kenyataan mempertemukan si-idealis dan si-antusias, dan ada perbincangan menarik antara mereka ber-2

    si-idealis : hi.. bagaimana rasanya kerja di negri orang?
    si-antusias : wah.. berbeda jauh dengan bangsa kita
    si-idealis : mengapa ?
    si-antusias : disana manusi di perlakukan seperti manusia, bukan robot
    si-idealis : ternyata idealisme kamu di jajah kaum barat, lantas apa yang kamu lakukan di negriku ??
    si-antusias : bukan begitu… saya hanya menyampaikan pendapat kawan, dan pendapat itu saya rasa pantas di sampaikan kepada penerus bangsa yang mempunyai mental cinta tanah air seperti kamu. dan saya pun pulang 2 bulan sekali untuk menjenguk ibuku, karena aku cinta ibu, dan ibuku ada di indonesia.
    ___si-idealis terdiam____

    2 satu kesimpulan yang menusuk dalam hati si-idealis
    pertama : si-antusias mampu pulang pergi dari amerika ke indonesia 2 bulan sekali, namun saya tak mampu untuk 3 tahun sekalipun ke amerika

    kedua : ternyata mencintai bukan selamanya ada di sisi, ternyata bergerak jauh dengan niat menjungjung tinggi CINTA lebih baik dari pada diam dalam kebingungan. (maksudnya pergi ke negri orang, dengan niatan berjuang mengharumkan nama bangsa lebih baik, ketimbang diam di negri sendiri, merasa mampu membuat perubahan namun bingung dengan apa yang harus di awali dan di lakukan kepada bangsa ini, karena terlalu banyak konflik, dilematisme, kepentingan yang ngga tau kemana arah tujuannya)

    SO . . . . WHAT ABOUT U ?

    “bie”
    salam Om . . .

    Posted by bieogravie | November 13, 2010, 10:54 pm
    • Halo, Bie…🙂

      Senengnya ketemu kamu, Bie…

      Berkaitan dengan pertanyaan, “How about you?”, hmmm… mencintai Negeri Indonesia dengan cara selalu berusaha tidak merugikan negara ini, baik di negeri sendiri maupun di negeri orang. Artinya, selalu berbuat baik demi negeri ini sekecil apa pun wujudnya. Begitulah🙂

      Posted by Mochammad | November 14, 2010, 8:43 pm
  3. assalamualaikum om…
    wahh gimana punya kabar..
    lama gak bertatap muka ma blognya si om ini..

    tak ada yang banyak ku kata..
    INDONESIA.. aku cinta..

    Posted by kanvasmaya | November 28, 2010, 5:44 pm
  4. menarik sekali artikelnya Om,,😀
    salam kenal saja dari Medan, ^__^

    Posted by masyhury | November 30, 2010, 1:58 pm
  5. Asslm, mampir lagi liat cerita Mas Muhammad yg terbaru🙂, setuja deh bhw mencintai Indonesia mestinya bukan dgn membiarkan SDA-nya dicolong AS atas nama Perjanjian Kemitraan yg ditanda tangani Om Bama dan Pak Beye bulan lalu

    Posted by Hilyat Bunda AysyaHumayro | Desember 4, 2010, 9:43 pm
    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
      Wah, dah lama kita tidak saling berkunjung ya. Produktivitas tulisanku juga rada macet karena kesibukan🙂. Ya, memang banyak cara mencintai negeri dan bangsa sendiri. Salah satunya, ya, seperti yang Bunda komentari di atas. Yang penting siapa pun dan apa pun sumbangsih kita, kita jaga bareng2lah Indonesia tercinta ini.
      Terima kasih kunjungannya🙂

      Posted by Mochammad | Desember 5, 2010, 3:07 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: