you're reading...
Intermeso

BB: Mendekatkan yang Jauh; Menjauhkan yang Dekat

Pekan-pekan ini ramai diberitakan isu pemblokiran Blackberry (BB) oleh pemerintah. Tapi, pemblokiran ini bukan hanya di Indonesia. Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan alasan terorisme dan spinonase atau keamanan negara mereka juga melakukan pemblokiran terhadap layanan tertentu BB. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi menyatakan situs porni sebagai alasan pembolkiran itu. Alhasil, rencana ini pun menuai respon pro-kontra. Hmmm… ada-ada saja isu yang berkembang di negeri ini. Ah, biarlah itu menjadi isu yang akan menutupi isu penting lainnya. Sudah biasa hal seperti itu di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Mendingan, aku bikin isu sendiri tentang BB. Mau Tahu?

Sebetulnya bukan isu yang penting, tapi sekedar berbagi cerita soal “efek samping” BB. Kebetulan aku dengar sebuah pernyataan menarik dari seorang teman bernama Dz…n Al-M…i (nama disamarkan dengan metode fill in the blank) ketika kami yang tidak pakai BB ini ngobrolin teman-teman yang menggunakan BB.

“Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Itulah komentar kawanku, pria masa kini  yang berambut kribu menjulang, tentang BB. Sebuah kalimat yang hanya terdiri dari tujuh kata yang terbentuk dari kombinasi dua kata dasar (jauh dan dekat), dua kata penghubung (yang dengan dan), serta satu imbuhan (me-kan). Dengan kata lain, dekat tapi jauh; jauh tapi dekat. Apa pula itu maksudnya? Begini, meskipun kombinasi katanya sederhana, kalimat yang meluncur dari mulut  kawanku itu bermakna “dalam” sebenarnya.

Apa yang dinyataan temanku tentang “efek samping” BB (dan termasuk tiruannya) ini aku sangat setuju. Persamaan dan persetujuan pendapat itu tentu bukan karena kami sama-sama tidak menggunakan BB. Memang itulah fakta dan kesannya. Rupanya ada efek tambahan selain istilah “autis” yang sering ditujukan kepada para BB-holic karena keasyikan dengan gadget mereka itu sehingga lupa akan lingkungan (baca: orang-orang di sekitarnya).

Pas lagi nongkrong bareng, misalnya, biasanya seseorang dan kelompoknya asyik ngobrol rame sambil ketawa-ketiwi, tetapi sekarang ini semenjak BB semakin kejangkau harganya oleh siapa saja, kebiasaan seperti itu tidak selancar dulu lagi. Di antara banyak orang yang lagi berkumpul selalu ada satu dua orang yang sibuk sendiri dengan BB mereka. Entah itu lagi membuka dan membalas email atau hanya sekedar memperbaruhi status di twitter atau facebook. Ya, terutama orang sibuk twitteran atau FB-an di masing-masing BB mereka.

Yang lebih parah lagi kalau sekumpulan orang yang terikat dalam satu keluarga sedang duduk bareng di suatu tempat, tapi tidak saling ngobrol karena masing-masing sibuk dengan BB mereka. Itu seperti yang diceritakan seorang kawan yang suatu hari dia temui di rumah makan di sebuah pusat perbelanjaan. Yang dia lihat itu sebuah pemandangan “aneh” (kalau tidak boleh dibilang keterlaluan). Sepasang suami-istri muda dan seorang anak mereka yang masih belasan tahun umurnya , usia-usia SMP, sedang makan bareng dan ketiganya sambil menunggu pesanan makan datang bukannya ngobrol layaknya sebuah keluarga bahagia, malahan asyik dengan BB masing-masing. Nggak mungkin dong mereka saling bicara melalui BB masing-masing. Tentu mereka sedang sibuk dengan komunitas mereka. Si Ayah sibuk Chatting dengan teman-teman kantornya atau memantau harga saham, sang ibu sibuk juga ngobrol dengan kawan-kawannya, dan sudah barang tentu anak mereka punya aktivitas sama yang barangkali sedang chatting dengan teman-teman remajanya atau sedang main game. Dekat tapi jauh itu namanya.

Begitulah dahsyatnya BB bisa membuat orang sibuk dengan dunianya. Orang di sekitarnya didiemin, tapi sebenarnya dia ngobrol atau berkomunikasi lewat berbagai fasilitas yang disediakan BB dengan orang-orang yang jauh jaraknya bahkan mungkin sangat jauh darinya. Benar kan apa yang dikatakan Dz…n Al-M…i bahwa, “BB itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”.

Seandainya kasus seperti sebuah keluarga tadi banyak terjadi, tentu itu merupakan sisi negatif dari gadget yang satu ini. Boleh dibilang setengah negatiflah. Soalnya di samping dia bisa mempererat silaturahmi antara penggunanya dengan teman-teman dan para kerabatnya yang jauh. Pada saat itu juga alat komunikasi yang bernama BB bisa membuat penggunanya nyuekin orang di dekatnya alias merenggangkan silaturahmi.

Begitulah sebuah produk teknologi. Dia selalu ada plus-minusnya walaupun biasanya selalu banyak sisi positifnya. Sekarang tergantung individunya saja. Toh, apa yang dikatakan temanku di awal-awal tulisan ini hanya sekedar kesan sementara (tapi seringkali bikin BT :)). Termasuk akses yang porno-porno seperti dikhawatirkan pemerintah, pastinya tidak dilakukan semua BB-holic. BB itu kan sebuah alat yang bersifat sangat personal. Jadi, resiko penggunaannya, ya, terserah kepada masing-masing pengguna. Kalau kekhawatiran itu karena banyak anak kecil ber-BB ria, kali ini yang patut disalahkan jangan BB-nya, tapi orang dewasa yang memperbolehkan anak kecil memakainya.

Akhirnya, berapa PIN BB-mu? Maaf, aku nggak pake BB. Takut repooot…🙂 Selain itu, jadi nggak ikut-ikutan panik dan khawatir karena ada pemblokiran BB. Buat yang makai BB, ini sekedar tulisan ringan. Silakan aja ber-BB ria. Itu kan BB Anda sendiri🙂🙂🙂

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

8 thoughts on “BB: Mendekatkan yang Jauh; Menjauhkan yang Dekat

  1. Mak nyus gan isinya, mantap banget dah
    Aku setuju, bahwa banyak kecanggihan tegnologi yang disalah-gunakan oleh user

    Posted by Irsyah | Januari 25, 2011, 8:00 pm
    • Siip, gan. Makasih apresiasinya. Ya begitulah efek negatif sebuah teknologi di samping manfaatnya. Peralatan yang menggantikan cara manual kadang membuat manusia kurang bergerak dan bisa menjadikan malas begini malas begitu.
      Sekali lagi, makasih apresiasinya, gan.🙂

      Posted by Mochammad | Januari 26, 2011, 8:02 am
  2. Wahahaha… Biarpun saya termasuk orang yang kadang-kadang (pengennya padahal mah sering juga) seperti itu saya setuju banget. (Tapi ganti BB dengan ponsel Android)

    Posted by Angga Kramadibrata | Januari 30, 2011, 11:24 am
  3. Setuju banget, Pak…hiiiks.
    Saya termasuk orang yang jadi korban dicuekin para BB-ers (karena ga punya BB)

    Salam

    Posted by hilsya | Februari 8, 2011, 6:27 am
  4. Hihi, saya pengalaman juga yang mirip-mirip dengan judulnya. Suatu ketika kami makan siang bertiga. Abis makan semua pada sibuk dengan bb-nya masing-masing. Pada ketawa sendiri-sendiri. Baru sadar, kalo ternyata yang diketawain adalah hal yang sama: guyonan di grup bb yang kebetulan kami bertiga member di grup itu. Lah, ngapain ketawa-ketiwi lewat grup bb, kalo bisa ketawa-ketiwi langsung, bukan? Ajaib …

    Posted by KKPP | Juli 24, 2011, 11:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: