you're reading...
Intermeso

Blackberry dan Celana Dalam

Wow… Apa hubungan Blackberry (BB) dengan celana dalam? “Ekstrim”kah judul tulisan ini? Wallahu’alam, deh. Tergantung siapa yang membaca dan menilainya. Yang jelas aku tidak hendak bermaksud jelek; juga tak berniat mengecilkan “pamor” BB. Omong-omong, apa kabar pemblokiran BB?

Ternyata belum terjadi pemblokiran. Berkaitan dengan bergulirnya ke publik rencana pemblokiran itu, melalui salah satu anggota Partai Demokrat di komisi I DPR RI, pemerintah menjamin tidak terjadi pemblokiran (merujuk ke link ini). Isu yang  simpang siur dan sempat membuat publik bingung tentunya. Betapa tidak, kebingungan itu melanda karena informasi yang dirilis ke maryarakat tidak lengkap sehingga alasan pemerintah melakukan pemblokiran yang disampaikan Menkominfo diterima sepotong-potong (Menteri Informasi dan Komunikasi, kok, memberi informasi tidak lengkap). Jadi, isu yang bergulis itu karena alasan pornografi, padahal itu tentang keamanan nasional karena melalui alat yang bernama BB itu dapat dipakai untuk spionase oleh pihak yang mengeluarkan BB (RIM) dan melibatkan negara tertentu.

Sudahlah, masalah itu tentu sudah banyak yang ngobrolin, ya. Yang jelas terlepas dari alasan keamanan nasional itu, gadget yang bernama Blackberry itu sudah menjadi sebuah piranti untuk  akses internet yang bersifat individual bahkan sangat personal. Ini merupakan pekembangan luar biasa dalam bidang perinternetan di dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam waktu singkat perkembangan modus akses internet oleh publik ini terjadi secara cepat. Dulu orang-orang mengakses internet melalui jasa layanan internet bersifat masal yang bernama warung internet (warnet). Perkembangan berikutnya layanan internet menjadi lebih pribadi dengan keluarnya alat yang bernama modem. Akses internet atau istilah gaulnya online (OL) pun bisa dilakukan di rumah dengan biaya yang lebih murah dan lebih bersifat pribadi. Perkembangan terkini adalah akses internet berjalan (mobile online) melalui sejenis telepon genggam yang bernama Blackberry alias BB. Nah, kali ini setiap orang yang menggunakan BB ini bisa berinternet ria di mana saja dan kapan saja karena alat yang dipakai untuk aktivitas itu jadi lebih kecil dan bisa di bawa ke mana-mana. Konsekuensinya tentu OL menjadi lebih personal dan bahkan dengan PIN yang dipunyai masing-masing penggunanya BB menjadi sangat pribadi karena tidak bisa dipinjam orang lain.

Nah, kembali ke isu rencana pemblokiran BB yang akhirnya nggak jadi itu, persoalan yang muncuk adalah bagaimana sistem pengontrolan terhadap situs-situs yang diakses oleh pengguna BB. Itu kalau alasan pemblokiran tempo hari adalah semata-mata karena pornografi. Bagaimana bisa dipantau situs apa yang sedang OL di BB seseorang, kan BB itu milik pribadi. Jaman masih warnet dulu tentu dengan gampang dilakukan kontrol dan pemblokiran akses situs porno karena pihak berwenang bisa bekerja sama dengan pemilik warnet atau asosiasi pemilik warnet di wilayah tertentu. Waktu itu ada warnet yang dengan sadar membatasi orang untuk akses ke situs pornografi. Itu karena kesadaran. Penggunaan modem masih ada sedikit celah untuk mengontrolnya dari penyalahgunaan ke hal-hal berbau tabu oleh anak kecil karena ada orang dewasa dalam sebuah keluarga.

Pengguna BB yang menggunakan alat itu secara pribadi, termasuk pemilik modem yang sudah hidup sendiri, tentunya harus mengontrol secara pribadi. Bukan kontrol sosial lagi sifatnya. BB itu sudah nafsi-nafsi. Kalau sudah begini, tanggung jawab ada pada masing-masing pribadi pemilik BB. Mau buka apa saja, ya, terserah pemiliknya. Siapa juga yang tahu situs apa yang sedang dibuka seseorang di BB-nya. Lagi pula, apa benar semua pemilik BB itu mengakses situs porno. Pada umumnya mereka itu kan sibuk twitteran, facebookan, email, atau chatting di samping untuk keperluan lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Kalau pun iya, mungkin hanya selingan saja dan itu menjadi tanggung jawab peribadi mereka.

Blackberry atau BB itu kan ibarat celana dalam atau CD. Dua benda yang melekat pada diri seseorang dan pada umumnya tidak bisa dipinjamkan karena sifat mereka yang sangat pribadi. Orang akan merasa nggak nyaman kalau tidak memakai CD. Demikian pula sekarang, seseorang akan merasa ada yang kurang dan sangat resah-gelisah ketika BB tidak di tangan karena ketinggalan di rumah, misalnya. Takut ketinggalan up date status teman-teman di twitter atau FB. Khawatir email penting yang masuk nggak bisa langsung kebaca dan pesannya jadi kadaluwarsa. Kira-kira seperti itulah persamaannya.

Karena teramat pribadinya itu, BB dan CD sama-sama tidak bisa dikontrol oleh orang lain. Dengan BB-nya seseorang tidak bisa dikontrol situs apa saja yang mereka buka. Kalau pun bisa tentu prosedurnya tidak gampang dan hanya boleh untuk kepentingan tertentu yang pastinya sangat urgen, misalnya penyidikan. Kalau nggak, pihak operator bisa dituntut oleh pelanggannya karena membocorkan rahasia seorang pelanggan. Itu pun sepertinya belum pernah terjadi. Dengan CD-nya seseorang juga tidak bisa dikontrol bukan? Apakah si A menggunakan CD yang sama selama seminggu berturut-turut sampai gonta-ganti side A-side B atau berganti-ganti setiap hari, orang lain tidak bisa mencari tahu. Demikian pula, orang ingin memakai atau tidak memakai CD pada suatau waktu juga menjadi urusan orang itu kan. Hal-hal seperti itu tidak bisa diawasi oleh siapa pun. Bisa-bisa dituduh melanggar HAM dan dilaporkan ke Komnas HAM nanti.🙂

Ketika bergulir wacana dan akhirnya menjadi isu tentang pemblokiran BB oleh pemerintah, muncul reaksi yang pada umumnya kontra dan mempertanyakan urgensinya. Kalau misinya benar-benar tentang spionase yang bisa mengganggu keanmana nasional tentu orang akan maklum. Tapi, karena yang digulirkan itu persoalan pornografi, orang jadi bertanya-tanya. Ini kan BB bukan warnet yang bersifat publik. BB yang hanya dipakai sendiri oleh pemiliknya. Barangkali kalau disurvei kepada para pemilik BB, alasan mereka menggunakan BB pastinya bukan untuk memudahkan akses situs porno. Dijamin, deh

Pembatalan blokir-memblokir sekarang ini, justru meninggalkan kebingungan lain. Kalau memang disinyalir ada indikasi kegiatan mata-mata terselubung dan dapat dibuktikan, mengapa justru tidak jadi diblokir? Lalau sebenarnya apa alasannya? Kalau memang benar ada spionase tersamar di per-BB-an, tentu pemerintah harus bersikap tegas, Tidak hangat-hangat tahi ayam begini. Gembar-gembor mau blokir dan negosiasi, ujung-ujungnya nggak jadi.

Kalau benar misinya untuk menahan akses situs pornografi, waduh-waduh ngapain juga ngurusin pemilik BB yang berduit itu. Itu juga tidak terbuktikan frekuensi pengaksesannya atau dari sekian pengguna BB berapa persennya yang menjadi “pelanggan” situs porno. Mengakses atau tidak mengakses situs porno itu urusan pemiliki masing-masinglah. Pemerintah kurang kerjaan apa? Bukannya PR yang harus diselesaikan itu sangat buuuanyak.

Menkominfo, khususnya, lebih baik ngurusi tayangan-tayangan di semua stasiun televisi yang di luar dari konteks pendidikan moral dan budaya. Di pihak lain, pemerintah malah lebih baik ngurusi orang-orang yang tergolong tidak berduit alias rakyat miskin (sudah barang tentu tidak ber-BB) yang jumlahnya jauuuuuh lebih buuuanyak daripada pemilik Blackberry. Kesejahteraan mereka lebih penting.

Kalau memang spionase itu tidak terbukti dan negara tidak dirugikan, biarlah sepak terjang orang-orang dengan BB mereka itu menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Nafsi-nafsilah gampangannya. Toh mereka sudah dewasa. Nah, kalau yang ber-BB ria itu anak SD atau di bawah umur, patut dilakukan pengawasan, ya terutama, kepada orang-orang dewasa yang memberi BB kepada anak-anak piyik itu. Kalau mereka yang akses situs porno dan hal-hal negatif lain, seperti judi online, itu lain persoalan. Terhadap hal seperti ini yang mesti dilakukan pengawasan dan pemfilteran. Pemfilteran moralnya.

Demikianlah…. Blackberry itu bersifat personal; barang pribadi seperti halnya celana dalam. Siapa sih yang mau ngintip-ngintip si A atau si B pake celana dalam atau tidak; celana dalam mereka dicuci apa tidak. Begitu pula, siapa juga yang mau nglongok-nglongok si A atau si B itu lagi buka situs porno atau bukan. Mereka itu sedang apa dengan BB-mereka. Bisa ditampar orang kalau ada yang coba-coba ngintip atau nglongok.  Balckberry itu bak celana dalam keprivasiannya.

(Omong-omong, berapa ya nomor PIN Bapak Tifatul?😀😀😀 Becanda kali… :))

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

8 thoughts on “Blackberry dan Celana Dalam

  1. pemerintah kaya kurang kerjaan aja.,…
    percaya deh om, kalau-pun BB jadi di blokir dan situs2 porno juga, tingkat pelecehan bukannya semakin turun TApi. NAIK DRASTIS. soalnya para bokep-ers ga punya lagi tempat menyalurkan hasrat…

    Posted by Arale (Icha) | Januari 26, 2011, 12:12 pm
    • hahaha gitu ya, Cha…
      pertama, pemerintah memang kurang kerjaan. seharusnya televisi-televisi swasta tuh yang dimonitor tayangan mereka yang diurusin pemerintah melalui pembantunya di Kementerian Komunikasi dan Informasi. Soalnya televisi itu media massa; nggak seperti BB yang media pribadi.
      Kedua, apa ya semakin meningkat, kan situs porno juga termasuk stimulus dan pemicu tindakan pelecehan seksual.
      ketiga, intinya sih pendidikan yang sangat penting. apa itu pendidikan tentang ilmu pengetahuan maupun tentang moral. Itu yang bisa memfilter hal-hal negarif, termasuk pornografi dan pornoaksi.
      keempat, terima kasih apresiasinya ya, Cha..:)

      Posted by Mochammad | Januari 26, 2011, 12:41 pm
  2. wakakakakaa… lucuu!!
    analogi BB dan CD = cerdas
    semoga ga diblokir deh BB gue..😀

    Posted by Nabila Firdausi | Februari 2, 2011, 11:06 am
  3. nice post…
    kunjungi ini
    thanks

    Posted by santi | Februari 14, 2011, 2:57 pm
  4. pin bb sifatnya sangat pribadi banget🙂

    Posted by Jual Gula Merah | Februari 17, 2011, 2:58 pm
  5. :ngakak guling-guling
    bisa2nya meng-analogikan bebe dgn cd
    sip pilihan tepat oom

    Posted by Anugrha13 | Februari 20, 2011, 4:30 pm
  6. @santi: terima kasih apresiasinya🙂. aku coba masuk ke situs yang direkomendasikan untuk dibaca kok susah ya.

    @Jual Gula Merah:setuju dengan komen Anda seratus persen.🙂

    @Anugrha13: jangan guling-gulingan ah…🙂 lho, benda apa lagi yang sangat pribadi bagi kita kalau bukan CD? nah, BB itu sepribadi CD sifatnya.😀

    Posted by Mochammad | Februari 20, 2011, 5:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: