you're reading...
Esai, Intermeso

Kartu Lebaran, Nasibmu Kini…

Sudah hampir di awal 10 hari ketiga puasa Ramadhan. Ini berarti sebentar lagi akan tiba waktu lebaran. Rasanya sebulan seperti cepat berlalu, time flys like an arrow. Hehehe… sok-sokan dikit pake pepatah tetangga jauuuuuh kita.πŸ™‚ Oiya, tulisan ini ndak akan membahas masalah keutamaan amalan-amalan sepuluh hari terakhir puasa. Sama sekali ndak karena aku ndak punya kompeten untuk itu. Jadi? Biasalah numpang curhat dikit hehehe… Kali ini pengen curhat soal kartu lebaran. Kemana ya perginya benda yang dulu begitu kita buru-buru di toko-toko buku, kaki lima, atau pinggir jalan? Kangen juga… Yuk, dilanjut “ngobrol”nya…

Ini kartu lebaran. Hehehe dah tahu ya… Maaf, ngingetin, siapa tahu dah lupaπŸ˜€

Kartu lebaran. Tampaknya dua kata yang membentuk frase benda yang mewakili benda berupa kartu dari bahan kertas yang termasuk benda pos dan berfungsi untuk menyampaikan ucapan dan maaf-maafan di saat lebaran idul fitri itu sudah mulai terkikis dari memori otak setiap manusia di Indonesia seiring dengan semakin jarangnya orang menyentuh dan memanfaatkan salah satu produk budaya itu.

Padahal dulu (hohoho… dulu? ketahuan ya yang nulis dah kuno umurnya :D) salah satu jenis kartu ucapan itu di umur-umur bulan puasa yang seperti saat tulisan ini terbit sudah mulai diburu. Bahkan sudah mulai dikirim kepada kerabat dan handai taulan yang betempat tinggal kira-kira memerlukan waktu bilangan minggu dari jangkauan pelayanan pos. Iya, karena kartu lebaran ini dikirim melalui layanan pos.

Kartu lebaran pada masa jayanya merupakan media komunikasi primadona di saat menjelang idul fitri seperti sekarang ini. Tapi, sekarang keberadaannya tergantikan oleh media komunikasi baru. Bukan sekedar terduakan, tetapi tergantikan oleh alat komunikasi yang lebih fresh. Siapa lagi kalau bukan layanan short message service alias si SMS yang lebih lincah karena kecepatannya dalam mengirimkan pesan. Setelah ketak-ketik kalimat ucapan lebaran atau pilih-pilih ucapan dari teman yang kalimatnya lumayan bagus, pilih-pilih nomor HP yang akan dituju, tekan OK, sampe deh… asal ndak pending atau gagal karena… yah… pulsa abis…πŸ˜€ Mudah dan cepat.

Kalau dipikir-pikir, si SMS yang lebih lincah itu merebut para fans kartu lebaran, ya, sepertinya sudah satu dasawarsa, sudah sepuluh tahunan lebih. Sejak telepon genggam sudah mulai bukan menjadi barang “mewah” lagi atau kira-kira akhir-akhir 90-an atau awal-awal tahun 2000-an gitulah. Sejak itu, kartu lebaran mulai dilanda merana karena perlahan-lahan ditinggalkan penggemarnya. Ditambah lagi SMS jauh lebih murah dan dapat dilakukan kapan saja dan yang lebih penting di mana saja asal punya HP. Kartu lebaran semakin diabaikan. Belum lagi sekarang semakin banyak fasilitas lain buat kirim-kirim ucapan. Ada facebook, twitter, BBM-an, dan sebagainya. Β Kartu lebaran dipandang sebelah mata pun tidak. Lengkap sudah penderitaannya. Sejak itu kartu lebaran jadi the dying deh. Bendanya sih masih ada di toko-toko buku, tapi fungsinya yang hampir mati.

Memang kartu lebaran memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan SMS. Selain biayanya (harga kartu dan perangko plus ongkos ojek ke kantor pos) jauh lebih mahal daripada menggunakan SMS yang kadang malah dapat fasilitas gratis dari operator selluler, kirim kartu lebaran membutuhkan daya dan usaha yang lebih-lebih. Harus beli kartunya dulu, nulis-nulisnya (apalagi kalau ditambah cari-cari pulpen yang entah nyelip di mana), serta pergi ke kantor pos terdekat dan itu pun kalau memang benar-benar ada yang dekat. Singkat kata, kalau mau kirim ucapan dengan kartu lebaran, sudah pasti kita bercucuran keringat. Mana lagi puasa pula; pasti haus kan..

Sama. Sayang sekali belum dapat contoh kartu lebaran yang bernuansa etnik atau memang sudah nggak ada ya

Tapi, bagi anak-anak jaman SMS yang belum pernah mengalami berkartu lebaran, itulah seninya. Di situlah letak tingginya nilai sebuah upaya dalam kebaikan. Rasa senang ketika kita memilih-milih kartu ucapan yang paling indah atau paling unik. Ini satu kelebihan kartu lebaran. Ada muatan estetika di dalamnya. Ada nilai seni. Bahkan ada banyak berbagai jenis kartu lebaran. Dari yang buatan tangan sampai yang pabrikan. Dari yang bernuansa modern sampai etnis. Ini pula yang membuat orang senang menerima kartu lebaran. Selain tentu karena rasa respek seorang penerima kartu lebaran kepada pengirimnya.

Waduh, kok kesini-sini obrolannya. Tadi apa ya? Oh iya, nilai sebuah upaya yang dikeluarkan. Selain rasa senang ketika memilih kartu mana yang akan dibeli, juga perasaan ingin menjalin silaturahmi ketika menulisnya dengan tulisan yang paling bagus. Soalnya kalau tulisannya jelek, bisa-bisa dikira resep dokter.πŸ˜€ Belum lagi keikhlasan seseorang bercapek-capek mengantarkannye ke kantor pos, padahal panas terik dan lagi puasa.

Di situlah ada keindahan sebetulnya. Keindahan itu pun juga dirasakan penerima kartu lebaran ketika Pak Pos belok ke halaman rumah dengan keramahan dan ketulusannya menyampaikan amanat. Tentu kita akan senang menerima kartu lebaran itu. Buru-buru kita baca pengirimnya. Terus kita kagumi keindahan desainnya.Β Eh, pengirimnya ternyata…. ehmmm… atasan di kantor. Duh, senangnya bos kirim kartu ucapan (meski itu mungkin buat semua bawahan di divisi si bos). Itu sudah membuat orang bahagia. Atau, yang datang kartu lebaran dari sanak saudara atau kerabat yang jauh dan bertahun-tahun tidak pulang. Dengan kartu itu pun kita sudah senang. Ah… pokoknya asyik gitulah…

Satu kelebihan lainnya, kartu lebaran bisa kita simpan-simpan buat kenang-kenangan. Ndak kayak SMS yang bisa ilang bareng HP kita yang dicopet atau kehapus dan bahkan sengaja dihapus karena memori telepon penuh.πŸ˜€

Tapi, tak bisa dihindari alam selalu menyeleksi siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Dalam pengertian, SMS memiliki beberapa karakter yang membuatnya lebih praktis dan ekonomis dibandingkan kartu lebaran. Sangat wajar jika perlahan tapi pasti orang mulai beralih media. Sekarang pun ketika situs-situs jejaring sosial menjamur, orang lebih suka mengumumkan sesuatu lewat akunnya di facebook atau yang lain. Dan, media seperti SMS pun terduakan, “diselingkuhi”. Lagi-lagi alam memilih pemenang. Jadi, ini hanya persoalan seleksi alam. Kartu lebaran masih ada. Masih punya penggemar. Ibarat lagu-lagu, kartu lebaran masih punya penggemar fanatik di zona memori. Begitu…

Waduh, hampir lupa. Selain kartu lebaran yang bisa dikirim-kirim lewat jasa kantor pos dan giro (waktu itu namanya instansinya seperti itu), ada satu jenis kartu ucapan juga. Namanya telegram indah. Telegram indah dikeluarkan oleh Kantor Telekom. Kelebihannya dibandingkan dengan kartu lebaran, ya, itu pada eranya bisa sampai dengan cepat seperti telegram. Tapi, kartu ucapan jenis ini pilihan desainnya terbatas. Selain juga biaya pengirimannya jauh lebih mahal daripada harga perangko untuk kartu lebaran.

Itulah sekelumit kisah kartu lebaran yang sekarang barangkali sudah semakin jauuuuuhh ditinggalkan. Bagi yang ingin bernostalgia atau ingin coba-coba kirim ucapan lewat kartu lebaran, kartu itu sekarang masih di jual di toko-toko buku,Β kok. Coba aja liat-liat di toko buku terdekat sambil ngabuburit. Kalau punya kreativitas tinggi, bikin sendiri juga malah lebih bagus. Yang menerima juga pasti akan senang. Apalagi kalau didesain untuk bisa dijadikan barang kenang-kenangan. Kirimnya gimana dooong? Aaah, jangan khawatir! Kantor Pos juga masih berdiri tegak di tempatnya; belum bubar.πŸ˜€

Siapa tahu dah bosen kirim ucapan lebaran lewat SMS yang kata-katanya gitu-gitu aja. Maka, segera persiapkan kartu lebaran, apa itu beli atau kreasi sendiri. Bila perlu tambah puisi yang berhubungan dengan lebaran. Selanjutnya, berikanΒ surprise kepada kawan, kerabat, dan orang spesial Anda ketika menerimanya. Selamat mencoba dan rasakan sensasinya.πŸ™‚

Save the kartu lebaran!πŸ˜€ Apaaaa maksudnya…

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

64 thoughts on “Kartu Lebaran, Nasibmu Kini…

  1. sekarang sms aja…. langsung terkirim

    Posted by hirden | Agustus 19, 2011, 11:19 am
  2. Ya, itu tadi…..kalau kecepatan, ya kalah ama “makhluk” yang namanya SMS. Tapi, urusan kepuasan, nilai seni seperti diurai di atas, ya…Kartu lebaran yang menang.

    Makasih telah berkunjung ke http://gunawank.wordpress.com/2011/08/19/kisahku-dasar-hantu-penakut/

    Salam.

    Posted by gunawank | Agustus 19, 2011, 1:47 pm
  3. Astagaaaa, Pak, saya udah lupa dengan kartu lebaran!πŸ˜›

    Posted by Asop | Agustus 19, 2011, 2:29 pm
    • Ah, yang bener, Sop…. makanya sekali-sekali bernostalgia (kalau emang dulu ngalamin :)); kirim kartu ke siapa gitu. Biasanya sih ke sahabat, keluarga, atau orang-orang yang kita hormati. Coba bayangkan, masa kita ngucapin ke pimpinan kantor pake SMS. Sukur-sukur dibaca. Kalau gak? Gak sampe dong permintaan maaf kita..πŸ™‚

      Posted by Mochammad | Agustus 19, 2011, 2:40 pm
  4. iyaaa senang bila dapat kartu bisa dibaca…dilihat…dan diselibkan diantara lembaran-lembaran buku……

    salam kenal

    Posted by Adeline Albine FSE | Agustus 20, 2011, 9:52 pm
  5. Kapan ya bisa ngerasain dapet kartu lebaran lagi ? ….. makasih ya atas kunjungannya balas silaturahmi

    Posted by botrof | Agustus 20, 2011, 11:13 pm
  6. jadi inget, pelukis kartu lebaran ditrotoar, milih puisi dibuku katalog, tersipu malu nyebutin nama gadis yang dituju, ah kenangan yang tak terlupakan , , ,

    Posted by Pak Bambang Nunggang Byson | Agustus 21, 2011, 10:40 am
  7. Kartu lebaran sekarang berganti status jadi Amplop ( Ampao ) Lebaran …..banyak yang tertarik dan laku keras…he he ::: Salam Selaras…
    hipnotherapi.wordpress.com

    Posted by karyadi Ch. | Agustus 21, 2011, 4:44 pm
  8. Salam Takzim
    Saya jadi inget waktu masa sekolah pak, selalu memburu kartu lebaran di sepanjang pertokoan pasar minggu yang deket dengan kantor pos, setelah cocok langsung diberi perangko terkirim deh
    Padahal lebih seru pakai kartu ya pak untuk menyampaikan ucapan lebaran dan yang lainnya lebih memiliki kenangan
    Salam Takzim batavusqu

    Posted by Batavusqu | Agustus 22, 2011, 1:56 pm
    • Salam takzim juga…πŸ™‚
      Iya, memang seru. Tapi, seperti pendapat teman-teman di komen atas, teknologi terkini yang menawarkan kepraktisan dan biaya lebih murah mengalahkannya. Beda era, beda media, beda rasa. Tapi, kalau ingin bernostalgia ya bisa dicoba lagi. Anggap aja lagi di zona memoriπŸ˜€
      Terima kasih apresiasinya.

      Posted by Mochammad | Agustus 22, 2011, 2:04 pm
  9. dibandingkan perasaan senengnya lebih kerasa dengan kartu lebaran pak

    Posted by omiyan | Agustus 22, 2011, 2:34 pm
  10. Enakan ngeblog mas, kalau ngeblog bisa ngucapin ke semua orang…:mrgreen:

    Posted by Ikhsan Virgoboy | Agustus 22, 2011, 4:10 pm
  11. hehe,,, iya beta baru inget juga ma kartu lebaran nii om….besok mo beli ahhhπŸ™‚

    Posted by cahbagoes21 | Agustus 23, 2011, 2:11 am
  12. hahaha telegram indah. masih ada?

    Posted by mulyanto | Agustus 23, 2011, 3:13 am
  13. kebetulan saya anak sekolahan yang sempet mengalami kartu lebaran
    sejak kenal sms udah nggak pernah lagi pilih2 kartu lebaran buat dikirim
    malahan masih ada sisa2 kartu lebaran nggak kepake dari jaman sekolah dulu

    Posted by wegaclubban | Agustus 23, 2011, 10:00 am
  14. dulu kartu lebaran habis itu digilas sama sms, sekarang ini mungkin dah beralih pake facebook pak….
    kedepannya entah apa lagi trend nya….

    salam,

    Posted by bukukainku | Agustus 23, 2011, 11:08 am
    • Sekarang tambah BBM-an dan nanti pasti ada teknologi yang lebih canggih lagi.. Tapi, kartu lebaran masih eksis juga kok. Ibarat lagu, ada penggemar di zone memori…πŸ™‚
      Terima kasih apresiasinya.πŸ™‚

      Posted by Mochammad | Agustus 23, 2011, 11:50 am
  15. betul juga ya…kalo ga ada yg kirim kartu lebaran, gmna nasib pak pos? hehehe…kartu lebaran saat ini hanya menjadi penghias bagi para pembuat parsel lebaran. Jadi yang dapat kartu pasti dapat parsel…wow…

    Posted by fiyati | Agustus 23, 2011, 11:48 am
  16. Sampe hari ini blm ada kartu ucapan lebaran neh gan. Cuma bisa liat ucapan di http://irfanhandi.wordpress.com/. Btw, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir bathin.

    Posted by Irfan handi | Agustus 25, 2011, 6:45 pm
  17. kalau kartu lebaran dari dulu sampai sekarang tetep yang bikin repot adalah ngeposinnya. tapi waktu masih jaman-jaman awal tahun 2000an, website-website kayak astaga.com udah punya yang namanya kartu lebaran elektronik alias gambar2 ucapan yang dikirim lewat email. tapi nggak tau juga waktu itu banyak yang pake atau nggak.

    kalo sekarang kalau mau ngirim sesuatu ke kerabat di idul fitri sekalian sama parcel aja kali ya. biar lebih pol. heheπŸ˜€ tanpa mengenyampingkan bahwa silaturahmi yang nggak hanya bisa dinilai dengan barang tentunya.

    #berharap-dikirimi-parsel

    Posted by Ilham | Agustus 26, 2011, 5:46 am
    • Sebetulnya mau pake cara apa pun, yang penting pesan tersampaikan dan silaturahmi tetap terjaga.
      Kalau ke keluarga lebih penting datang langsung kalau memang jaraknya gak terlalu jauh. Parsel? Ah, yang penting bawa buah tangan yang pantas aja ga masalah.

      Kok sama, berharap dapat parselπŸ˜€

      Posted by Mochammad | Agustus 26, 2011, 12:21 pm
  18. MInal Aidin Walfa Idzin, Mohon Maaf Lahir Batin ,..
    Smoga aja Tali Silaturahim kita tak pernah putus,
    walau tanpa kartu lebaran ,….. πŸ˜€

    Posted by bogelkaraenk | Agustus 26, 2011, 10:53 pm
  19. bro jangan ngungkit2 masa lalu dunk….:D hehe
    jadi inget nungguin balasan surat jaman masih muda….hiks..3 hari lom balas males makan euy……:)

    salam kenal kang…..

    http://www.sy-ihab.abatasa.com/
    http://majarafi.wordpress.com/

    Posted by asah asih | Agustus 28, 2011, 1:23 am
  20. Perkembangan Technologi telah merubah budaya dan peradaban. Dan memang semua harus berubah. Soal baik atau buruknya dampak yang ditimbulkan, semua berpulang pada manusianya.

    Posted by Team Admin | Agustus 29, 2011, 1:35 am
  21. selamat hari lebaran…

    minal aidin wal faidzin

    mohon maaf lahir dan batin.

    (ternyata WP jg punya andil dalam menggeser tradisi berkirim kartu lebaran)
    πŸ™‚

    Posted by dianson | Agustus 31, 2011, 1:28 am
  22. Dulu sih seneng banget klo dpet Kartu Lebaran…inget sewaktu zaman sD gan.πŸ˜€
    .sayang sekarang dah jarang, teknologi emang gk kenal kompromi. Mau gk mau harus menerima dengan dalih meningkatkan kualitas hidup.. .salam dari penulis baru gan.πŸ™‚
    http://Pensilajaibku.wordpress.com/

    Posted by sariful93 | September 7, 2011, 5:41 am
    • Salam juga, gan. Sama2 baru ini…πŸ™‚
      Betul memang, teknologi baru akan selalu bermunculan dan yang lama akan tetap ada menjadi sesuatu yang klasik. Justru kadang2 yang klasik ini akan jadi sesuatu yang bernilai tinggi.

      Posted by Mochammad | September 7, 2011, 2:26 pm
  23. tetapi tidak seterusnya kita harus mengasihkan sesuatu barang pada kerabat terdekatkan….,,???
    karena hanya dengan kasih sayang mereka saja kita merasakan kebahagiaannya..

    Posted by nuraeni | September 19, 2011, 11:16 am
  24. Masih ngalamin yang namanya kirim-kiriman kartu lebaranπŸ™‚
    Pernah dapet kartu lebaran yang kalo dibuka, keluar bedug+masjidnyaπŸ˜›

    Salam kenal oomπŸ™‚

    Posted by si Oom! | Februari 6, 2012, 11:12 pm
  25. lg berkunjung ke blog teman, nice blog & salam kenal …

    Posted by omdimas | Oktober 21, 2012, 3:45 am
  26. hmm… baca tulisan ini jadi kangen sama Pak Pos.
    Hug for this blog.

    Posted by milono | April 12, 2013, 9:21 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Kartu Lebaran Versus Short Message Service « All In One SEMUA ADA DISINI - Agustus 24, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: