you're reading...
Intermeso

Ass, Bro! Lho, Ini Salam Apa Ngejek?

(Not sure which one is worseAss bro!” orCmelekum mbag”. Guru bahasa Indonesia.. mana Guru bahasa Indonesia..) Ini status salah satu kawan di akun facebook saya yang dia poskan pada tanggal 3 Maret 2012 pukul 17.58 Wita. Apa yang ditulis dalam status itu mencerminkan “kegelisahan”nya atas kebiasaan baru orang-orang dalam beruluk salam, terutama ketika berkomunikasi melalui fasilitas Short Messege Service (SMS). Tapi, kali ini saya mendukung sepenuhnya kegelisahan kawan (termasuk ponakan juga sih) saya di Sabtu sore itu. Ndak apa kan sesekali mensupport orang yang lagi gelisah🙂. Pasalnya saya juga sering dibikin jengkel, heran, dan gregetan ketika menerima salam (yang dimaksudkan sebagai ucapan salam) seperti itu. Akhir-akhir ini memang banyak orang mengucapkan salam berasal dari bahasa Arab yang lumayan panjang itu disingkat dengan ass, asskum, atau versi alaynya cmelekum. Salah?

Boleh dibilang ndak salah; boleh pula dikatakan salah. Coba direnungkan! Kira-kira apa yang terpikir ketika membuka SMS dan kata pertama yang langsung tertangkap mata berbunyi ass..? Biasanya ndak sempat mikir atau ndak kepikiran kemudian mungkin langsung membalasnya dengan wa’alaikumsalam.

Untuk sementara bolehlah dibilang ndak salah. Ketika orang membuka  percakapan dengan salam berupa rangkaian huruf a, s, dan s serta dijawab penerima salam dengan lengkap, berarti ada konteks epistemik terlibat dalam peristiwa tutur itu. Dalam konteks seperti itu ada pengetahuan bersama antara partisipan komunikasi tentang isi percakapan. Dalam hal ini pengirim dan penerima salam menganggap ass merupakan singkatan asalamu’alaikum. Dari segi keberhasilan penyampaian pesan dalam berkomunikasi memang peristiwa tutur itu dapat dibenarkan.

Nah, sekarang mari kita telaah bagian salahnya. SMS termasuk dalam ragam bahasa tulis. Agar dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah paham, sebuah tuturan harus ditulis secara lengkap. Ini berarti bagian-bagaian tuturan yang mewakili pesan harus ditulis secara lengkap. Bagi yang paham bahasa Arab, apa bentuk-bentuk seperti ass, asskum, dan cmelekum ada dalam bahasa itu? Justru rangkaian hurus a, s, dan s itu sama dengan kata ass dalam bahasa Inggris yang bermakna ‘keledai’ atau ‘orang yang bodoh’. Makna lainnya (maaf) adalah ‘p*nt*t’ (fill in the blank ya kata lengkapnya). Jadi, rangkaian ketiga fonem itu akan membentuk sebuah kata yang memiliki konotasi negatif. Selanjutnya, coba diartikan sendiri kalau suatu saat Anda menerima SMS yang diawali dengan salam berbunyi, Ass, Bro” atau Ass, Mbak”

Alaaah… yang gitu-gitu dipersoalkan”, barangkali itu yang terpikir ketika Anda membaca separuh tulisan di atas.

Lho, masak pada lupa fungsi salam yang berbunyi asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh? Terjemahan bebas ungkapan bahasa Arab itu adalah ‘keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan Allah menyertaimu’. (Terjemahan ini hasil wawancara dengan salah satu teman yang sarjana bahasa Arab). Nyata bahwa selain dipakai sebagai ucapan salam, kalimat salam di atas merupakan doa. Ah, saya pikir ndak ada yang lupa soal ini. Tapi, mengapa akhir-akhir ini banyak orang menggantikan ungkapan salam yang sekaligus doa itu dengan bentuk-bentuk yang tidak bermakna semacam ass, asskum, dan bahkan cmelekum?

Tanpa bermaksud menyalahkan perkembangan teknologi, faktanya fenomena seperti itu memang salah satu dampak negatif teknologi meskipun sebuah teknologi lahir karena tujuan mempermudah kehidupan manusia. Teknologi yang dimaksud tidak lain fasilitas  Short Messege Service (SMS), sebuah teknologi komunikasi yang sekerang benar-benar “menguasai” manusia.

SMS diciptakan sebagai sebuah layanan untuk mempercepat orang berkomunikasi. Tapi, sesuai namanya fasilitas ini hanya menyediakan ruang yang terbatas. Sebaliknya, pengguna fasilitas itu ingin memanfaatkannya untuk mengirim pesan atau informasi yang panjang. Akibatnya, banyak kata yang dipakai untuk menyampaikan pesan disingkat-singkat. Salah satu yang menjadi “korban” penyingkatan ini adalah ungkapan salam yang bentuknya panjang, seperti asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lalu, apa yang menjadi penyebabnya? Menurut hemat saya yang patut menjadi “kambing hitam” kali ini adalah faktor kemalasan. Orang malas menulis salam yang panjang itu dengan lengkap.

Kalau ada yang beralasan karena ingin berhemat. Alamak… Itu kan dulu; sekarang tidak. Untuk saat ini faktor biaya pengiriman SMS itu tidak bisa disalahkan. Fasilitas pengiriman pesan melalaui SMS tidak mahal dan bahkan para operator rame-rame memberikan bonus ratusan SMS gratis setiap hari.

Jadi, bagaimana dong seharusnya? Memang ungkapan salam yang terutama digunakan oleh umat muslim ketika bertemu atau berkomunikasi dengan sesamanya melalui pesawat telepon itu berbentuk panjang  dan terdiri dari tiga klausa. Namun, ungkapan salam itu bisa diucapkan satu bagian di awalnya, asalamu’alaikum saja. Penggalan salam itu tidak terlalu panjang dan tentunya masih bermakna. Kalau masih dianggap terlalu panjang, sangat bisa diganti dengan ungkapan salam lainnya, seperti hai, halo, atau apa kabar. Ungkapan-ungkapan salam yang berbentuk singkat. Itu lebih baik dipakai daripada menyingkat asalamu’alaikum menjadi ass, asskum, atau cmelekum. Ketiga bentuk itu memang LEBIH SINGKAT, tapi TIDAK BERMAKNA. Atau, bisa juga langsung menuliskan pesan karena dengan fasilitas SMS tentu orang akan maklum jika pesan ditulis sesingkat mungkin dan itu sudah sesuai pula dengan namanya.

Akhirnya, janganlah maksud baik  untuk beruluk salam, tapi karena kesalahan yang tidak disengaja, niat itu tidak sampai dengan benar. Oleh karenanya, mulai sekarang jangan menulis salam yang sekaligus sebagai doa itu dengan bentuk-bentuk singkatnya yang tidak bermakna. Ass dan asskum, apaan tuuuh? Kalau cmelekum? Hmmmm…. udah salah; alay banget deh…🙂

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

75 thoughts on “Ass, Bro! Lho, Ini Salam Apa Ngejek?

  1. Saya termasuk yang gak suka dan gak setuju dengan penyingkatan Assalamu’alaikum dengan “Ass”….

    Ass itu (maap) pantat dalam bahasa inggris!😡

    Bagaimana mungkin ada orang yang bilang “halah gitu aja dipikirin” sungguh tak masuk akal…😡 *marah*

    Posted by Asop | Maret 4, 2012, 10:31 pm
    • Lumayan ada satu supporter😀.
      Betul, Sop… Tadinya mau aku tulis yang pakae “maap” dalam tanda kurung itu, tapi takut kurang sopan.
      Maka dari itu, Sop… Mari kita mulai “gerakan” anti penyingkatan asalamu’alaikum dalam bentuk apa pun…
      Terima kasih apresiasinya, Kang Asop…

      Posted by Mochammad | Maret 4, 2012, 10:53 pm
      • Iya Pak, sama-sama, tapi bener kan, Pak, lucu sekali kalau Assalamu’alaikum disingkat jadi “ass” dan tak ada yang menyadarinya sama sekali bahwa “ass” adalah p*nt*t dalam bahasa inggris.😯

        Kalau soal “cmlekum”, saya nggak bisa memberi tanggapan.😀 Habisnya, saya belum pernah bergaul dengan para alay yang seperti itu.😆 Tapi, saya rasa itu juga tidak benar. Ini gara2 kehidupan modern yang membuat orang jadi gemar menyingkat segala sesuatunya.😦

        Posted by Asop | Maret 4, 2012, 11:05 pm
      • Begitulah, Sop… Moga tulisanku itu bisa sedikit meluruskan kesalahkaprahan penulisan asalamu’alaikum, salam kita yang sarat dengan doa itu…

        Posted by Mochammad | Maret 4, 2012, 11:13 pm
      • setuju mase, … salam kenal

        Posted by katacamar | Mei 26, 2012, 9:28 am
  2. mungkin perubahan dan pergeseran jaman….
    anak-anak muda sekarang yang bergaya alay sering menggunakan singkatan-singkatan yang justru membuat kita -kita yang tidak seumuran mereka menjadi bingung…
    semoga dengan tulisan ini kita sadar terutama saya sendiri, agar menggunakan kata assalamualaikum dengan benar…. amin…

    Posted by asibimaulani | Maret 4, 2012, 11:53 pm
    • Jaman memang boleh bergeser, tapi ada beberapa hal prinsip yang tetap dipakai sesuai dengan aturannya. Soal singkat-menyingkat dalam SMS berkaitan dengan salam itu, bukan hanya anak-anak muda kok, Mas. Saya sering menerima dari salam seperti itu (kecuali cmelekum) dari kawan-kawan yang umurnya 30-an ke atas.
      Terima kasih apresiasinya, Mas Asibimaulani. Saya senang kalau apa yang saya tulis di blog ini bisa bermanfaat bagi yang sempat membacanya.

      Posted by Mochammad | Maret 5, 2012, 12:01 am
  3. Secara pribadi saya terbiasa dan sengaja membiasakan menulis ucapan salam dengan lengkap. kalau tidak mengetik Asalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya akan menuliskan Assalamu’alaikum.
    Memang masih banyak yang saat ini sering menyingkat ucapan salam dalam sms.
    koreksi positif bagi semua.

    Posted by Citra Taslim | Maret 5, 2012, 1:32 am
  4. hal kecil dan sring dianggap sepele tp dampakx besar…. tterima kasih Pak…

    Posted by catatanjejak | Maret 5, 2012, 9:45 am
    • Sama-sama… Terima kasih apresiasi yang sudah diberikan.🙂

      Posted by Mochammad | Maret 5, 2012, 3:51 pm
    • maaf ya sobat. kalau saya jadi sedikit protes. tulisan “dampakx” bukankah juga termasuk tulisan alay?

      Posted by herryclay | Mei 18, 2012, 7:49 am
      • Hello, bro. Mampir juga…🙂 Soal penggunaan “x” untuk pengganti “nya” tidak termasuk alay karena itu singkatan umum dalam bahasa sms di beberapa daerah dan digunakan oleh semua lapisan umur, termasuk kebiasaan orang-orang NTB. Itu semata-mata untuk maksud penghematan.
        Terima kasih dah mau jenguk-jenguk blog jelek ini.🙂

        Posted by Mochammad | Mei 18, 2012, 8:01 am
  5. Terus berkarya gan,..

    Posted by syaied jola's blogpress | Maret 5, 2012, 8:50 pm
  6. haha🙂 kesan pertama membaca postingan ini, penasaran dengan judul.
    setengah berlalu, ah, tentang salam ternyata .
    tapi setelah berlalu semua bacaan ini,..
    waww..!! amazing !

    hal kecil yang di cuatkan sehingga berpendar dan akhirnya mencapai pemaknaan yang sangat luas.
    salam berarti ucapan selamat . salam itu sendiri asal mula kata selamat dalam bahasa arab.
    nah, mau jadi apa jika doa selamat di maknai *secara tidak sengaja karna ter-ikut arus zaman modernisasi* dengan makna yang merendahkan martabat bahkan bagi sebagian orang merupakan cacian

    Posted by semilir | Maret 12, 2012, 9:14 am
    • waduh… senang juga dipuji. tapi mana kritikannya? bagaimanapun, terima kasih banyak tulisan sederhana di atas sudah diapresiasi.🙂

      Posted by Mochammad | Maret 12, 2012, 10:09 am
      • kritikan ?

        – kosakata baik, lebih baik lagi jika istilah ilmiah di beri penjelasan / catatan kaki
        – gaya penulisan ( untuk membahas masala sperti ini ) mestinya bisa lebih menggigit dengan gaya muda
        soalnya hal yang demikian ini tertuju pada anak muda ( dominan ) jaman ini yang malas mengcap salam secara benar ( kurang lebih seperti saya lah ) 🙂
        belum ada yang lain., kang… isinya yang mantap,,..
        terus berkarya kang🙂

        Posted by semilir | Maret 12, 2012, 10:21 am
      • Terima kasih banyak kritikannya. Istilah teknis semacam konteks lain kali akan diberi catatan kaki. Soal pilihan gaya penyampean yang lebih mengarah ke bahasa gaul (tapi ndak alay tentunya) akan dipertimbangkan untuk tulisan yang mengenai urusan anak muda. Hatur nuhun…

        Posted by Mochammad | Maret 12, 2012, 10:30 am
  7. lucu memang mas orang2 jaman sekarang ini maunya semua2nya instant aja, kata2 yang sudah pendek2 semakin dipendekin lagi:p

    Posted by JAYAVO | Maret 14, 2012, 10:17 am
  8. memang salah kalau dari segi pengucapan kata salam seperti itu, tapi menurut saya kalau untuk sms ngga apa2 asalkan lawan smsnya masih sederajat, sms disini artinya saja pesan singkat, ya bagaimana juga mau ngga mau kita harus bisa memberikan informasi sebanyak2nya tanpa harus panjang lebar asal masih bisa dipahami. tapi kalau ditujukan untuk orang yang diatas kita atau orang yang kita hargai sikap tersebut salah dan kurang sopan..jadi menurut saya jika disesuaikan dengan kondisi siapa yang dia ajak komunikasi..tetapi kalau pengucapan semua itu baru bisa dibilang salah kaprah karena tidak menggunakan bahasa seperti yang sebenarnya…tapi dilihat dari jaman anak muda sekarang lebih mengutamakan bahasa gaulnya, mungkin bagi mereka kalau tidak begitu ntar tidak gaul dan kaku…kurang asyik githu loh…hehehe….jadi jangan terlalu diambil pusing ambil saja positifnya…jika anda menemukan seseorang yang berbuat seperti itu cukup ditegur dengan baik..karena namanya anak muda agak sulit diberi nasehat, kalau dimarahi nanti mereka justru tidak mau mendengarkan nasehat anda.katakanlah pada mereka “bahwa pengucapan salam seperti itu tidak baik, saya bukan bermaksud melarang anda tetapi jika anda tidak suka dengan saran saya , cukup anda berbicara salam dalam hati dengan benar kalau anda masih suka sapaan gaul, yang terpenting masih mengingat arti salam yang sesungguhnya…”

    Posted by bungapsikologi | Maret 15, 2012, 12:20 am
    • terima kasih apresiasinya. memang tidak ada larangan untuk menyingkat kata-kata dalam sms supaya bisa memuat banyak kata sesuai jumlah pesan. tapi, menurut hemat saya, salam seperti aslamu’alaikum wr.wb. yang mengandung do’a, tetap aja kurang pas kalau disingkat ass atau diplesetkan jadi cemelekum. lagi pula ada beberapa salam pengganti yang jauh lebih singkat dan tergolong gaul seperti dicontohkan di atas. itu aja yang dipakai biar tidak menimbulkan kesan lain.

      Posted by Mochammad | Maret 17, 2012, 10:17 pm
  9. Temelekumm…hehehee…mantap bang, sesuatu yang kadang gak terlalu diperhatiin ma org2 justru abang perhatiin dan di angkat dalam tulisan kemudian di kemas menjadi produk yang nyaman buat di konsumsi..
    Ajarin aq nulis dong bang…

    Posted by Hendri Syahputra | Maret 17, 2012, 7:51 am
    • hahaha ikut2an alay. ndak cocok sama badanmu, hend. terima kasih apresiasinya. aku juga dalam rangka belajar nulis. tapi, kalau mau belajar, ayo belajar sama2. aku malah suka caramu nulis. gaya khas. keren kok.

      Posted by Mochammad | Maret 17, 2012, 10:02 pm
  10. iya sor, betul, saya juga kadang suka jengkel sendiri kalo ada yang mbuat2, ababil jaman sekarang aneh2, ya allah jadi ya owoh, assalamualaikum jadi samlekum, padahal kali di kaji lebih lanjut, jaman rasul dulu kalo ada yang gitu pasti kualat tujuh turunan

    Posted by lucianarahmaniar | Maret 19, 2012, 6:54 pm
  11. ikutan nimbrung…salam pembuka “assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”…dlm sms…semestinya…ditulis “assalaamu’alaikum”…kalau mau singkat…agar do’anya…tetap bermakna…mari kita…senantiasa berupaya…untuk menebarkan energi posistif…dg sesama…termasuk dlm berkomunikasi…via “sms”…misalnya…dg ucapan salam…yg kita sampaikan…ada respon yg sama…maka energi positip yg kita tebarkan…berbalik positip pula…pada kita…smg tulisan & ucapan…yang bermakna “do’a”…dapat dengan tepat…kita gunakan…syukran.

    Posted by Broer Maralessy | Maret 25, 2012, 7:26 pm
  12. Maaf sebelumnya Om..

    Saya pribadi biasa menulis uruk salam dgn tulisan “Salamm”

    Mengenai pemahamn Om diatas mungkin tu satu hal yg paling benar, namun dlm pemahaman saya pribadi ini hny sbuah hal Sepele yg sring dributkan byk orang.

    Konteksnya begini :
    Apa yg Om terjemahkn dlm hati ketika ada Pesan singkat masuk dhape om dengan tulisan “Ass…Om ! apa kbar bla bla bla” ?
    Hal yg tak mungkin jika Om mengartikan dalam hati “Pantat..Om ! apa kabar bla bla bla” (Maaf just Example), Saya yakin dan sangat yakin Om pasti mengartikan “Assalamualaikum..Om ! Apa kbr bla bla”.

    Intinya ada dlm hati Om, dan Positif thinking..itulah ISLAM.

    http://Ucupbudug.wordpress.com

    Posted by ucupbudug | Mei 21, 2012, 10:55 pm
    • Terima kasih banyak tanggapannya, Cup.
      Apa yang aku tulis di atas memang opiniku dan setiap orang bebas dengan tanggapan berdasarkan sudut pandangnya masing-masing. Apa yang Ucup kemukakan dalam komentar di atas bisa dipakai orang lain yang sempat membaca postingan ini sebagai referensi tambahan atas fenomena yang terjadi sebagaimana dipaparkan dalam tulisan di atas. Sekali lagi terima kasih. Saya senang kalau ada pembaca lain yang juga memiliki sudut pandang penilaian berbeda. Dengan demikian, fenomena seperti di atas bisa dianalisis dari berbagai sudut pandang.🙂

      Posted by Mochammad | Mei 21, 2012, 11:22 pm
  13. Teknologi tak bisa disalahkan, manusia modern ingin selalu cepat dan ekonomis. Kalau bisa satu sms mengapa perlu sampai dua atau lebih sms yang dikirim. Tetapi alangkah baiknya apabila kita tidak membiasakan kebiasaan yang salah kaprah tersebut di mulai dari diri kita sendiri.

    Posted by peppypriok | Mei 22, 2012, 6:30 pm
  14. iya memang rasanya lucu kalo nerima sms dengan salam disingkat spt itu.. “Ass..”
    mending gak usah pakai kalo agak malas menuliskan lengkapnya. tapi saya sendiri kalo balesnya biasanya gak selalu nulis balik wa’alaikum salam.. karena beranggapan cukup dijawab sendiri baik dalam hati ataupun diucap pelan.

    Posted by Ilham | Mei 22, 2012, 10:20 pm
  15. kalo di lingkungan teman-teman saya, mereka yang menuliskan as* sebagai penyingkat salam itu biasanya disebabkan oleh ketidaktahuan. jika kata ini dipakai buat berkomunikasi antar teman sendiri setahu saya tidak jadi soal. tapi masalahnya kalo ini jadi kebiasaan dan ditujukan kepada siapa saja, masalah bisa muncul karena makna kedua kata itu berseberangan. seperti seorang teman saya, dulu pernah meng-sms dosen bahasa inggrisnya dengan awalan as*; maksudnya sih baik, tapi kan tidak sopan banget..
    kecenderungan orang sekarang yang ingin serba cepat + praktis dalam segala urusan mungkin telah mendorong merebaknya fenomena seperti ini pak..

    Posted by violetcactus | Juli 13, 2012, 3:37 am
  16. saya juga agak risih eh banget ding.
    kl teman saya yang sms gitu langsung saya tegur….

    pantan Bro… hadeeew..

    Salam kenal Mas….

    Posted by cumakatakata | Oktober 23, 2012, 4:59 am
  17. hal penting yang dianggap sepele

    Posted by harumisujatmiko | Oktober 24, 2012, 9:51 am
  18. betapa kita terlalu pelit kehilangan beberapa rupiah untuk amal sholih, ya Mas… sementara kalau untuk gosip dan rumpi, berjuta-juta asyik saja….
    mau masuk jannah kok pelit….

    Posted by anu10 | Januari 11, 2013, 9:42 am
    • Bukan saya setuju atau tidak. kalau menurut saya, itu sebenarnya tergantung kondisi. formal atau tidaknya situasi. gaya berbahasa baik tulisan atau lisan mempunyai penempatan-penempatan tersendiri.

      Contoh, seperti dipasar ketika orang sedang berbelanja, orang tidak bertanya, “berapa harga barangnya pak?”, atau, “mengapa berasnya mahal sekali pak?

      Justru ketika orang tidak berkata demikian, malah orang akan berkata, “barangnya berapa?”,
      Tukang beras akan mengerti maksudnya bahwa yang dimaksud harga beras, bukan banyaknya barang.

      demikian pula dengan singkatan, terlebih tulisan “ALAY” ala remaja dan pemuda/pemudi sekarang.

      Kalau menurut saya, kita sebagai pendengar atau pembaca, sikapilah seseuatu itu dengan lebih bijak, pikiran jernih dan lapang dada, jangan sampai hal kecil seperti itu menimbulkan masalah bagi diri dan orang lain.

      Posted by Marchelia Lintang | Januari 17, 2013, 3:29 pm
      • Terima kasih atas buah pikirannya. saya sangat menghargai… menyingkat dan menulis dengan gaya apa pun boleh. tetapi kalau produk tulisan itu membentuk rangkaian fonem yang tidak bermakna kan sebaiknya dihindari. Toh, banyak pengganti salam yang lebih pendek. Kalau suatu bentuk bahasa membuat orang berpersepsi dengan makna lain yang apalagi negatif, mengapa tidak dihindari. Seperti saya katakan sebelumnya, masih banyak salam pengganti. atau tidak menuliskan. Saya pikir yang menerima salam seperti itu juga tidak akan menjawab dengan “wass, Bro/Sis”. Biasanya dijawab tanpa balasan salam. Apalagi salam seperti “assalamu’alaikum Wr. Wb.” dalam konteks ajaran Islam tidak hanya sekedar salam, tetapi doa kepada orang yang diberi salam. Tulisan di atas hanya sekedar meluruskan dan itu juga bersumber dari keluhan-keluhan banyak teman dan ide tulisan itu muncul ketika salah seoarng di FB cukup resah karena mendapat salam seperti itu dalam SMS yang diterimanya.
        Ini terbuka untuk semua yang berpendapat kok. Boleh pro dan kontra. Semua komentar tidak akan diedit. Sekali lagi terima kasih pendapatnya. Perbedaan pendapat itu biasa dan dunia menjadi berwarna🙂

        Posted by Mochammad | Januari 17, 2013, 5:06 pm
      • Assalamu’alaikum adalah sebuah ucapan yang bernilai ibadah. Sedangkan urusan ibadah itu ada aturan yang sudah qoth’i. Secara kaidah ulama memegang konsep, dalam urusan mu’amalah lihatlah larangan, tetapi dalam urusan ibadah lihatlah contoh (atau perintah).
        Contoh aturan pengucapan salam misalnya dikaitkan dengan surat An-Nisaa ayat 68;
        وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
        Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.
        Coba perhatikan secara detail dan mendalam maksud ayat itu. Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajarkan kepada kita cara mempratekkan ayat tersebut dalam hal salam; apabila ada seseorang mengucap salam dengan Assalamu’alaikum, maka kita menjawab dengan (minimal) sama atau lebih panjang; apabila diucapkan kepada kita Assalamu’alaikum wa rahmatullah, kita menjawab dengan (minimal) sama atau lebih panjang. Begitu dan seterusnya.
        Bahkan Allah akan mengganjar ucapan salam kita sesuai dengan panjang pendeknya bagian yang kita ucapkan. Bila Assalamu’alaikum saja, maka kita diganjar 10 kebaikan, bila kita mengucap Assalamu’alaikum wa rahmatullah kita diganjar 20 kebaikan. Begitu dan seterusnya. Hadits tentang hal ini shohih. Tidak ada perselisihan. Kira-kira begini lafadh haditsnya:
        جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال السلام عليكم . فرد عليه ثم جلس فقال النبي صلى الله عليه و سلم ” عشر ” . ثم جاء آخر فقال السلام عليكم ورحمة الله فرد عليه فجلس فقال ” عشرون ” . ثم جاء آخر فقال السلام عليكم ورحمة الله وبركاته . فرد عليه فجلس وقال ” ثلاثون
        Bahkan Rasulullah mengajari kita menjawab salam yang diucapkan oleh non muslim.
        Dan juga ucapan salam ini dilakukan ketika kita masuk area kuburan;
        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ
        Atau bacaan lain yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
        Nah, dalam urusan ibadah, hendaknya kita mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dalam diri beliau ada suri tauladan yang baik. BUKAN MENGIKUTI GAYA “ALAY” ANAK MUDA SEKARANG YANG RATA-RATA TIDAK BISA MENJADI SURI TAULADAN. Bahkan mereka mestinya diberi pengajaran dan pendidikan agama yang benar dan baik agar bisa menjadi generasi penerus yang bisa memuliakan orang tua dan memajukan bangsanya.
        Wallahu a’lam.

        Posted by anu10 | Januari 18, 2013, 7:46 pm
      • Terima kasih tanggapannya, Dulur. Tentu itu akan membantu teman-teman memahami mengapa salam itu tidak bisa dimain-mainkan..🙂
        Sudah sangat lengkap argumennya.. Mantabs…

        Posted by Mochammad | Januari 18, 2013, 7:49 pm
      • halah… gak seberapa itu Mas… tapi mudah-mudahan jadi ibadah buat saya… niat tulus tenan iki…

        Posted by anu10 | Januari 18, 2013, 9:34 pm
      • Amiin.. Tentu akan jadi ibadah karena penjelasanmu dapat mencerahkan..🙂

        Posted by Mochammad | Januari 18, 2013, 9:59 pm
  19. amat sangat setuju pisan sekali dengan artikel ini mas bro … catat ,,, mas bro ya bukan ass bro … hehehe
    saya berkali kali marah dengan mahasiswa saya yang menyapa melalui sms, bbm, email dengan awalan “Ass”
    dan lucunya sudah jelas lah itu salah, masih ada saja cara orang untuk mencari pembenaran ,,, bahasa itu pasti seperti matematika. kalau saya bilang kepala ya maksudnya kepala bukan kaki dan lain sebagainya

    disingkat untuk sms? kenapa salam dalam agama harus disingkat? kalau merubah makna kenapa harus disingkat? sudah lah jangan mencari pembenaran, simple saja tinggal rubah penulisan selanjutnya atau kalau mau disingkat ya tulis saja asslmkm atau asslm atau apalah sekalian kata atau kalimat yang tidak berati pantat

    ternyata bukan hanya alay saja yang sering berucap salam pantat (ass), banyak orang-orang mapan dan berpendidikan tinggi juga melakukan hal yang sama,,, kenapa? mungkin mereka tau itu salah namun selalu mencari alasan untuk pembenaran karena gengsi dan tidak mau terima kalau itu salah…

    terima kasih bos.. artikelnya bagus dan akan saya tunjukan ke mahasiswa saya… ijin follow blog anda ya …

    salam hormat
    Eko Probo
    Twitter & Instagram: @ekoprobo

    Posted by Eko Probo | Januari 16, 2013, 7:14 pm
  20. menarik sekali, sudah lama hal ini sempat dibicarakan. akan tetapi yang lama belum tentu hilang, masih ada saja anak muda yang belum mengetahui esensial dari salam.🙂

    Posted by zhafranto | Januari 16, 2013, 9:09 pm
    • iya betul sekali. Bagi kaum muslimin kalimat salam seperti “assalamu’alaikum Wr. Wb.” bukan sekedar salam, tetapi sekaligus doa bagi orang yang diberi salam. Demikian pula halnya dengan kalimat yang dipakai untuk menjawab salam itu. Terima kasih apresiasinya…🙂

      Posted by Mochammad | Januari 17, 2013, 5:16 pm
  21. salam kenal, pak.

    Posted by maskopdangkopdang | Januari 18, 2013, 8:37 pm
  22. mampir pak. sekedar berkunjung.

    Posted by arifprasetiya | Januari 19, 2013, 11:22 pm
  23. Dalam bahasa sms, memang wajar menyingkat kata-kata untuk tujuan efisiensi.
    Namun memang harus wajar pula singkatannya, sehingga salam yg sangat indah dan penuh do’a (Assalamu’alaikum) jangan sampai disingkat menjadi bahasa asing yg semakna dengan “keledai” atau “p*nt*t”. Itu saru kan?🙂
    Demikian juga bahasa-bahasa lainnya, menyingkatnya jangan menimbulkan makna baru yg negatif, atau bahkan melecehkan.

    Nice post, Sir!

    Kunjungan balik..🙂

    Posted by Agus Riyanto | Januari 20, 2013, 11:29 pm
  24. Nah! paling sebel mbaca salam singkat sperti itu. Klo temen sendiri pasti aku protes trus ta’ suruh pake salam universal aja. tp klo orang yg ga aku kenal ga bakal aku jawab ( sms & emailnya).

    Posted by anastasiabodypainting | Januari 21, 2013, 7:46 pm
  25. Mas bro Mochammad bolehkah saya meluruskan mengenai tanggapan sahabat kita sdr Anu10 pada tanggapan tanggal 18 Januari 2013. Di tulisan beliau tertulis ayat Quran surat An-Nisa ayat 68, seharusnya ayat yang dituliskan itu adalah surat An-Nisa ayat 86

    Demikian bro… terima kasih, semoga ayat tersebut bermanfaat bagi kita semua

    Salam Hormat,
    Eko Probo D Warpani
    http://ekoprobo.wordpress.com/

    Posted by Eko Probo D Warpani | Januari 22, 2013, 11:22 am
  26. No… No… No!!! saya sangat kritis terhadap salam demikian. Paling bisa jawab saja dengan sekenanya. Mereka beri salam “Ass”, saya jawab “Wass”. adilkan? hehehehe. Salam hangat dari Nias Selatan Pak.

    Posted by Andy Batee | Mei 28, 2013, 6:19 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2012
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: