you're reading...
Intermeso

Motor Temanku Diculik

“Bro, liat motorku?”, dengan tergesa-gesa temanku yang biasa kupanggil abang  melontarkan pertanyaan itu. “Hadoooh…”, hanya itu responnya ketika aku jawab tidak tahu dan pula beberapa orang lainnya yang hanya menjawab dengan gelengan kepala. Mendadak suasana kios vocer dan pulsa pun jadi sedikit ribut. Tapi, (yaaah…, ada tapinya nih) kami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Selain karena tidak ada yang melihat orang membawa motor itu, kejadiannya juga kira-kira sudah beberapa jam sebelum si abang menyadari motornya sudah tidak ada di tempat. Lapor petugas pun sepertinya hanya buang-buang waktu; tidak akan membuat motor kembali. Singkat cerita, sehari berikutnya sejak motor hilang, si abang dengan wajah penuh asa bercerita. “Bro, ada titik terang”, katanya sembari menunjukkan SMS, “baca ini!” sambungnya. “Hah! yang bener, Bang”, kataku dalam keadaan setengah heran setengah aneh kalau tidak boleh dibilang geli.

Ternyata SMS yang ditunjukkan si abang kepadaku itu pesan dari seseorang kepada adiknya agar dia menemui orang itu di suatu tempat karena pengirim SMS mempunyai informasi tentang keberadaan motor yang sudah raib sehari sebelumnya. Merespon SMS tadi, siangnya  adik si abang berencana pergi ke tempat sesuai yang diinformasikan.

Dua hari berikutnya sejak si Abang menunjukkan SMS dengan cerah ceria itu, aku mampir ke kios vocer dan pulsa miliknya. Kulihat motor Scorpio dah nangkring dengan gagahnya di depan kiosnya yang super laris itu. Sudah gitu, kendaraan roda dua khusus laki-laki itu pun sepintas tidak kurang satu apa pun. Ajaib banget pikirku. Motor sudah hilang bisa kembali dan dalam keadaan “sehat walafiat” pula.

Ternyata apa yang terjadi? Motor itu bisa dimiliki lagi oleh pemiliknya karena “ditebus”. Ya, memang ditebus. Pembawa motor tanpa seijin si empunya itu mengirim penghubung untuk memberi tahu bahwa motor itu dapat diambil kembali asal sang pemilik mau menyerahkan uang sesuai yang diminta, kisaran 4-5 juta rupiah. Ini merupakan sebuah fenomena yang sungguh unik dan luar biasa.

Begini ceritanya. Sehari setelah motor itu tidak berada di tempat, penghubung mengirim pesan kepada adik si abang di kantornya untuk menebus motor. Sebetulnya si abang sudah pasrah dan ikhlas berpisah dengan motor kesayangnnya sehingga ia pun tidak begitu berharap banyak motornya dapat ditemukan. Ketika ada kabar motor itu bisa ditebus, dia juga berpikir ndak perlu nebus-nebus segala kalau motor itu sudah dipereteli. Akhirnya adik si abang nekad mendatangi tempat sesuai dengan yang dijanjikan. Setelah melakukan negosiasi yang lumayan alot dan ternyata motor itu hanya berubah kaca spionnya, kesepakatan pun dicapai dan motor itu kembali ke pemilik yang sebenarnya. Itulah modus yang tidak jarang berlaku di daerah Lombok apabila ada motor ilang.Setidaknya ada dua orang yang kukenal mengalami hal itu.

Di Pulau Lombok, khususnya Mataram, memang akhir-akhir ini sering terjadi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Di kampus tempatku bekerja bahkan dalam sehari pernah terjadi peristiwa curanmor dengan hasil dua motor sekaligus. Dari segi target curanmor, di Mataram itu juga agak unik karena ada dua jenis kendaraan yang menjadi sasaran favorit curanmor karena berkaitan dengan cc-nya. Kabarnya kedua jenis itu (tidak perlu disebut namanya karena tulisan ini bukan iklan :)) memang gampang dijual kembali karena cocok dengan kegiatan adu cepat kendaraan.

Curanmor memang sering terjadi di banyak tempat di negeri ini, termasuk di Pulau Lombok. Akan tetapi, di pulau yang dijuluki Pulau Seribu Masjid ini sangat unik fenomenanya. Tidak jarang motor yang sudah diambil itu bisa dimiliki lagi dengan cara menebusnya seperti diceritakan di atas. Curanmor seperti itu tidak berbeda seperti peristiwa penculikan atas seorang anak atau seseorang yang orang tua atau keluarga korban dimintai sejumlah uang tebusan.

Di pulau yang dikelilingi pantai-pantai indah ini curanmor memang pantas disebut sebagai penculikan” kendaraan bermotor. Oleh karenanya, tak heran kalau kita mendengar orang berseloroh dengan santainya, “Tenang aja, paling besok atau lusa bisa ditebus. Tunggu aja SMS atau telponnya”, kalau kebetulan ada orang yang kalang kabut karena kehilangan motornya.

Berita curanmor memang akrab dengan telinga kita seperti sebuah lagu hits yang bisa kita dengar berbagai saat. Namun demikian, curanmor, entah benar-benar pencurian kenderaan bermotor atau berwujud “penculikan” kendaraan bermotor, yang masih marak terjadi di mana-mana merupakan indikator bahwa keamanan masih belum menjadi jaminan bagi masyarakat negeri ini.  Keamanan yang menjadi salah satu tolok ukur kenyamanan hidup masih jauh dari harapan masyarakat. Ini menjadi sebuah ironi karena di negeri ini ada institusi yang bertanggung jawab atas keamanan segenap warga.

Apabila mengalami curanmor, kebanyakan orang merasa enggan lapor ke petugas keamanan karena sudah menjadi rahasia umum melapor toh tidak bisa mengembalikan kendaraan yang sudah raib itu. Prosedur pelaporan itu yang ribet itu membuat orang enggan melakukan hal itu. Seorang kawan yang kehilangan dompet pernah bercerita betapa berbelit-belitnya urusan lapor-melapor itu dan bahkan merasa dia seperti pesakitan karena diberi berbagai pertanyaan. Padahal, waktu itu dia hanya butuh surat keterangan kehilangan untuk mengurus KTP dan ATM yang ikut hilang. Sementara itu, kalau pun ada yang merasa harus melapor (mungkin juga terpaksa), itu karena untuk urusan klaim atas asuransi yang menjadi hak pemilik.

Keengganan atau keterpaksaan orang melaporkan musibah kecurian atau kehilangan yang dialaminya mencerminkan standar pelayanan institusi seperti kepolisian masih belum seperti yang diharapkan. Prosedur yang berbelit-belit atau komunikasi yang kaku dapat dikatakan sebagai penyebabnya. Ini tentu menjadi “pekerjaan rumah” bagi kepolisian sebagai intstitusi yang termasuk pelayanan publik.

Begitulah kisah tentang sisi lain curanmor. Barangkali apa yang saya ceritakan tentang “penculikan” motor ini sempat membuat pembaca geli karena peristiwa curanmor, tetapi lucu modusnya. Yang jelas bagaimanapun bentuknya, curanmor masih tetap menjadi “momok” setiap orang yang memiliki motor. Pun, pencurian kendaraan bermotor atau hanya sekedar “penculikan” kendaraan bermotor yang masih marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia tetap menjadi sumber keresahan masyarakat. Tentu ini bukan perkara sederhana dan hanya dibiarkan terjadi dan terus terjadi. Bagaimanapun, keamanan akan membuat warga nyaman. Kenyamanan akan membuat setiap manusia lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa was-was.

Kapan itu bisa terealisasi? Besok, lusa, atau kapan? Tidak heran kalau ada yang hanya mengangkat bahu kalau mendapat pertanyaan seperti itu. Bagaimana menurut Anda?

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

30 thoughts on “Motor Temanku Diculik

  1. hehe ada juga rupanya culikmor ya, Pak?😀

    Posted by Phie | Januari 13, 2013, 9:47 pm
  2. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Posted by jtxtop | Januari 14, 2013, 12:24 am
  3. iya, kalo ada ilang2 barang, paling males berurusan sama yang berwajib, karena ntar ujung2nya akan berhadapan dengan birokrasi yang rumit, panjang, dan akhirnya ngerepotin diri sendiri deh..

    Posted by dinie | Januari 14, 2013, 9:54 am
  4. Salam kenal ya, buat teman semu mampir ya di Syair http://www.dodif.wordpress.com

    Posted by RangMudo | Januari 15, 2013, 5:41 pm
  5. Krisis kepercayaan pada Abang berseragam pramuka karena memang tidak bisa diandalkan. kalaupun bisa, pasti minta tebusan pula. Jadi lebih baik berurusan sama penculik, proses mudah, gak berbelit-belit, mengatasi masalah tanpa masalah..hahaha..

    Posted by ricko rullyarto | Januari 15, 2013, 7:23 pm
  6. hehehe saya baru tahu ada modus seperti ini🙂

    Posted by omanfaqod | Januari 16, 2013, 6:57 am
  7. baru tau ada motor di culik.
    tepatnya di colong..
    he….

    Posted by RIDHO AKHMAD | Januari 16, 2013, 9:10 pm
  8. pernah motor ane hampir kecurian,, untung belum sempat dibawa motornya pencurinya ketangkep n dibawa ke kantor polisi,, yang jadi masalah tuh motor satu2nya buat ane kerja terpaksa ditahan di kantor polisi sebagai barang bukti😦

    Posted by qorry abadi | Januari 21, 2013, 11:59 pm
  9. memang sih sekarang sering banget yah ada pencurian motor

    Posted by Ranny R. Suci | Januari 22, 2013, 10:48 am
  10. wah adalagi modus seperti itu ya Om.

    saya sepertinya bakal melakukan cara lain ketimbang ngasih duit jutaan untuk barang yang sudah milik kita.

    Apa ga ada cara lain tuh

    Posted by Thinklopedia | Juli 13, 2013, 10:15 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Januari 2013
S S R K J S M
« Jul   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: