you're reading...
Esai, Intermeso

Beda Pe(n)jaBat dan PenjaHat Cuma pada “Kutang”nya

Oโˆ’O Kutang? Berarti pe(n)jabat dan penjahatnya berjenis kelamin cewek dong… Ah, ndak juga… Pe(n)jabat dan penjahat yang dimaksud di sini bersifat uniseks, kok, bisa cowok atau bisa pula cewek. Kalau begitu, mereka ndak selalu pakai kutang dong. Iya. Meskipun beda pada kutangnya, sebagian besar pe(n)jabat dan penjahat memang berjenis kelamin cowok. Kok bisa beda di itunya ya? Apa mereka waria?

๐Ÿ˜€ Prolog di atas ndak usah digubris… Yang nulis aja bingung apa maksudnya. Yang jelas pe(n)jabat dan penjahat memiliki satu persamaan. Apakah itu? Orang-orang dari kedua jenis “profesi” itu banyak menghiasi ruang-ruang bui alis hotel prodeo alias lagi penja-ra. Nah, kata terakhir itu yang populer kini. Lalu, apa maksud judul tulisan ini yang menyebut-nyebut “kutang” sebagai pembeda pe(n)jabat dan penjahat? Itu karena saat ini AGAK susah membedakan pe(n)jabat dan penjahat. Di negeri ini dua-duanya sama-sama bisa merugikan orang banyak. Oknum pe(n)jabat bahkan bisa merugikan buuuanyak orang, bisa sedesa, sekabupaten, seprovinsi, atau se-Indonesia Raya. Jahat kan?

Sebetulnya itu ide yang tiba-tiba muncul karena seorang teman melontarkan tebak-tebakan. Sabtu (27/7/2013) lalu di ruang kerja kami, akhirnya diskusi kami sampai pada jabatan paling tinggi di unit kerja kami yang sedang kosong karena pe(n)jabatnya diangkat untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi eselonnya di tempat lain. Seperti biasa, obrolan jadi kesana-kemari soal suksesi dan segala pernik-perniknya yang ujung-ujungnya hanya tinggal sebagai “pepesan kosong” alias ndak ada juntrungannya. Setelah sampai pada titik jenuh obrol-obrol itu, tiba-tiba salah satu teman kami, Pak K.r..n (nama lengkapnya fill in the blank ya) mencetuskan satu tebakan. Katanya, “Apa beda pe(n)jabat dan penjahat?”

Begitulah pertanyaan tebakannya. Macam-macam juga jawaban kami. Ternyata semua ndak ada yang betul meski jawaban-jawaban itu tampak sangat logis dan dapat dijelaskan. Alamak, ternyata jawabannya adalah mereka dibedakan karena BH-nya, konsonan /B/ dalam kata pe(n)jabat dan konsonan /H/ yang ada pada kata penjahat. Alhasil, ndak salah kan kalau dikatakan beda penjabat dan penjahat adalah terletak pada “kutang”nya karena kata kutang itu sinonim dari BH. Yah, bisa pula dikatakan keduanya berbeda oleh BRA-nya karena bra juga sinonim dari BH.

๐Ÿ˜€ Benar-benar ndak penting kan? Mohon maaf telah menyita waktu dan energi untuk membaca tulisan ini. Ini hanya becanda alias just kidding. Ah, nanggung kalau ndak diterusin membaca yang di bawah ini. Kali ini AGAK serius meski AGAK ngaco. Masih juga soal penjabat; tepatnya pejabat.

Apa Anda setuju kalau saya bilang, “Pejabat adalah pelayan publik?” Harus setuju mengingat tipe pejabat seperti itu sudah sangat langka di republik ini atau bahkan sudah punah. Weleh, kalau sudah punah, perlu dong dibangun pusat “penangkaran” pejabat yang bertipe pelayan publik. Lho.. lho… lho… Ngawur.. Ya ndaklah. Pejabat juga manusia; masak ditangkarkan.

Akan tetapi, apa kenyataannya? Justru seorang pejabat mendapat atau menginginkan pelayanan ekstralebay, pelayanan kepadanya adalah V-VIP (very very important person). Tidak perlulah dijelaskan rincian pelayanan ekstra itu. Ehm… boleh juga sih semisalnya disebutkan di sini: dibukakan pintu mobil, dibawakan tasnya, dan sebagainya. Lha, kalau buka pintu dan bawa tasnya sendiri aja malas, apalagi kerja melayani orang, lebih malas lagi barangkali.

Bukan hanya itu, seorang pejabat di Indonesia selalu ditempatkan di salah satu ruangan khusus atau bahkan satu lantai khusus pada gedung-gedung perkantoran bertingkat. Ruangannya pun selalu tertutup sehingga membuat segan orang-orang yang seharusnya dilayani untuk masuk.ย  Belum lagi harus lapor petugas protokol. Barangkali itu yang dinamakan birokrasi. Begitulah… Bahasa sederhananya susah diakses, kecuali orang-orang tertentu yang menjadi kroni. Siapa mereka itu? Mereka bisa keluarganya, orang-orang yang seide dengannya, atau orang-orang yang dulu menjadi tim suksesnya menuju tampuk kepemimpinan. Ckckckckck… Kalau sudah seperti itu kondisinya, sebenarnya dia itu diangkat untuk menjadi pemimpin seluruh warga instansi dan publik yang dilayaninya atau hanya pemimpin segelintir orang? Sungguh ndak ideal banget…

Penjabat ideal? Mungkin tidak ada di muka bumi ini. Selama yang menjadi penjabat adalah manusia, pasti tidak ada yang ideal. Mana ada sih manusia yang sempurna. Kata Bunda Dorce, “Kesempurnaan hanya milik Alloh SWT”. Setujuuu… Lalu, bagaimana kriteria penjabat yang ideal itu. Pejabat ideal adalah manusia dan mau melayani manusia lainnya serta tidak menyengsarakan banyak manusia yang menjadi tanggung jawabnya. Itu baru ideal. Lalu, bagiamana dengan kesehariannya?

Dalam rangka berusaha menjadi pejabat ideal, menurut saya seorang penjabat itu alangkah baiknya ditempatkan di ruangan yang tidak tertutup rapat. Maksudnya bersekat kaca; tidak sebagian besar terdiri dari tembok dan kalaupun ada jendela, biasanya tertutup korden. Alasannya? Pertama, dia bisa memperhatikan dari ruangan segala apa yangย  ada di sekitarnya. Dengan demikian, seorang pejabat bisa melatif kepekaannya akan kebutuhan lembaga yang dipimpinnya. Kedua, biar orang tahu dia di dalam ruangannya tidak tidur atau mengerjakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya). Ketiga, kalau ada yang mau menyuap, dia akan pikir-pikir karena dapat terperhatikan.

Pejabat itu dipilih untuk melayani publik di instansi yang dipimpinnya. Untuk itulah dia diberi insentif lebih tinggi daripada stafnya. Melayani di sini dalam arti penjabat seharusnya tidak boleh menjadi “menara gading”. Oleh karena itu, ndak perlulah dibukakan pintu mobil, dibawakan tasnya, dibukakan pintu ruangannya.ย  Alamaak… sekalian aja digendong atau dipapah menuju ruangannya dan didudukkan di singgasananya kalau memang maunya dilayani seperti itu.

Sudah cukup kiranya. Singkat kata, jadi pejabat itu harus ikhlas dan sadar sesadar-sadarnya untuk mengemban amanah jabatannya itu. Ingat seingat-ingatnya bahwa memegang sebuah jabatan itu konsekkuensinya adalah tanggung jawab dunia-akhirat. Artinya, Jadi pejabat itu harus berusaha selamat dunia dan akhirat. Sungguh nista bahwa pascamenjabat malah menjadi penghuni penjara. RENUNGKANLAH…

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

18 thoughts on “Beda Pe(n)jaBat dan PenjaHat Cuma pada “Kutang”nya

  1. Wkwk (y)

    Posted by Selin | Agustus 14, 2013, 11:54 am
  2. bahasannya harus dikasih rating 18+ nih pak๐Ÿ˜€

    Posted by q.thrynx | Agustus 16, 2013, 7:14 am
  3. Kirain apaan…. Judulnya bikin penasaran hahaha, ternyata pas dibuka…… Keren juuga analisisnya hahaha. Keren! Mampir juga ya ke blog saya:3 hendrifahrezi.blogspot.com

    Posted by Hendri Fahrezi | Agustus 18, 2013, 7:27 am
  4. Tersenyum sendiri๐Ÿ™‚

    Posted by Lukmanul Hakim Abdullah | Agustus 26, 2013, 1:29 pm
  5. Yang paling sulit adalah penjahat yang mencuri dengan cara merobek tas kamu. Ini biasanya dilakukan tanpa kamu sadari. Oleh karena itu, saran MBDC sebaiknya kamu selalu mendekap tas kamu di depan.

    Posted by Margo Rowland | Agustus 29, 2013, 5:06 pm
  6. Haha, bisa aja Pak

    Posted by syuhada17 | September 24, 2013, 10:04 am
  7. yang komen laki semua..๐Ÿ™‚
    yang punya BH pada malu komen

    Posted by katacamar | Maret 8, 2014, 2:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Agustus 2013
S S R K J S M
« Mar   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

PERTINGGAL

Klik URL Tertinggi

  • Tak ada

Yang Pernah Mampir

  • 68,891 hits

KLIK SUKA YA…

Twitter

Kuberi Dua Potret

"Selalu Indah" Nuansa Biru
Menuju Madani

Selalu ingin mewujudkan kehidupan yang sakinah,mawadah dan warahmah

jtxman

A fine WordPress.com site

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

E R D Y's W O R D S

catatan-catatan pendek

Arevandriyan

Aku bukan orang pintar, aku bukan orang sempurna..Tapi dibalik ketidaksempurnaaku aku ingin menjadikan diriku seorang yang pintar & sempurna..Apa salahnya bila kita saling berbagi walaupun hanya di dunia maya !!!

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Mujaiyah's Blog

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung

Cory Eureikha

Be 100 % For Indonesia

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Carilah Ilmu yang banyak dan berguna serta sedekahkanlah ilmu itu

Muzuro's Blog

Just another WordPress.com site

Goedang Ilmoe

Hidup adalah Berkarya

erul9

Smile! Youโ€™re at the best WordPress.com site ever

My Cache of Unimportance

A noob's blog, nuff said at this time.....

Kamalinev Inc.

Devoted to Arabic Linguistics

%d blogger menyukai ini: