you're reading...
Esai, Intermeso, santai, serba-serbi

LELAKI dan KEMBANG

Lel♣ki dan kemb♣ng… Lelaki merupakan sosok mahluk yang dekat dengan kejantanan. Sebaliknya, kembang adalah simbol kefemininan, akrab dengan dunia kewanitaan. Keakraban kembang dengan wilayah keperempuanan ini  dibuktikan dengan banyak hal. Motif baju perempuan lebih banyak berhubungan dengan bunga. Untuk mempercantik diri pun, perempuan tidak jarang memakai asesoris berbentuk bunga, baik asli maupun tiruannya. Uniknya pula, untuk memberi nama alias perempuan juga digunakan nama-nama bunga. Sebut saja “mawar” atau  “si Melati” kerap kita dengar atau baca. Lalu, apa kira-kira hubungan lelaki dan kembang ya? Memikirkan kaitan lelaki dan kembang kok rasanya “biasa nggak biasa” gitu ya. Lelaki dan kembang bisalah dianggap sebagai hal biasa. Sah-sah saja pria mencintai bunga. Akan tetapi, bagi sebagian orang mungkin dianggap hal yang tidak biasa. Lelaki yang suka kembang akan berkurang kejantanannya, letoy atau lunglai melambai. Dapat dikatakan sebagai sesuatu yang ingin kita anggap wajar, tapi gimanaaaa gitu… Geli gak sih?

-oOo-

“Pak, kok seneng posting foto-foto bunga”, begitu pertanyaan yang ditujukan kepadaku oleh beberapa teman. Jujur, pertanyaan itu yang menginspirasi ide tulisan kali ini. Pertanyaan itu merupakan tanggapan atas foto-foto bunga yang kuunggah di akun instagramku, @masyhar13. Waktu pertanyaan itu muncul, foto-foto tentang kembang belum kukumpulkan dalam satu akun yang khas pencinta kembang.

Sempat merasa agak bingung juga. Kujawab apa pertanyaan tak terduga-duga itu. Sesekali keki juga menerima pertanyaan seperti itu; sedikit merasa “terlecehkan”. Kadar kelakianku serasa digugat hehehe. Akhirnya, aku pun balik bertanya, “Memang ndak boleh aku suka kembang?” Rupanya kurang jitu juga jawaban seperti itu. Alhasil, sambil cengar-cengir penanya tadi menjawab pertanyaan yang spontan kulontarkan itu, “Bapak kan laki-laki”. Gubrak!!! Ada apa rupanya dengan jenis kelaminku (yang laki-laki) itu. Diam-diam kukernyitkan dahi.  “Apa salah kalau lelaki suka kembang?”

Ehmmm… Ngeselin juga tuh pertanyaan. Keki kan? Ah, sudahlah… Akhirnya kusudahi obrolan dengan temanku yang “aneh” itu, percuma. Percum tak bergun alias percuma dan tak berguna berdebat panjang soal itu dengan orang yang menganggap dirinya lelaki sejati karena tidak pernah mengunggah foto-foto kembang dan mungkin juga tidak menyukai kembang. Setengah geli juga mikirnya.

Ini dia si lelaki penyuka kembang

Ini dia si lelaki penyuka kembang (foto: koleksi pribadi)

Kembang Itu Uniseks

Paham patriaki rupanya sudah mendarah daging dalam jiwa penanya tadi. Dia tergolong pria yang berpikir bahwa bunga itu hanya boleh disukai kaum perempuan. Hanya perempuan yang pantas menyukai bunga alias kembang. Pria yang menyukai kembang itu “kecewek-cewekan”. Itu dan lain-lain pikiran sejenis yang pada akhirnya menjadi tuduhan-tuduhan tak berdasar macam oleh teman tadi. Kupikir banyak lelaki lain yang berpikir seperti itu.

Bukan apa kalau aku berpikir seperti di atas. Aku hanya heran mengapa banyak yang melontarkan pertanyaan seperti di awal tulisan ini kepadaku. Menurutku itu pertanyaan tak berdasar, sama sekali tak berdasar bahkan. Apa Tuhan menciptakan bunga alias kembang itu hanya untuk mahluk-Nya yang berjenis kelamin perempuan? Atau, apa kembang itu  layaknya digemari oleh mamnusia yang memilih peran jender sebagai perempuan? Tentuk tidak kan. Pula, tidak ada tanda peringatan berbunyi “manuisa berjenis kelamin lelaki dilarang memandang kembang-kembang ini” pada taman-taman bunga di seantero bumi ini.

Menyukai kembang itu tidak bias jender. Lelaki atau perempuan boleh menyukai kembang. Apa pernah ada larangan berbunyi lelaki dilarang menyukai bunga-bunga ini di taman-taman yang ada? Tidak kan? Lalu, mengapa ada yang tanya seperti di atas? Jawab sendiri ya. Yang jelas, dari segi siapa yang menyukainya, bunga itu bersifat uniseks, boleh disukai jenis kelamin apa pun. Tidak hanya diciptakan untuk perempuan, tetapi Tuhan menciptakan bunga-bunga untuk semua mahluknya. Kembang diciptakan untuk boleh dinikmati keindahan dan keharumannya oleh, baik lelaki maupun perempuaan.

Lelaki dan Kembang vs Lelaki dan Burung

Lelaki dan burung? Lebih cocokkah pasangan kata itu? Lelaki dan burung, dalam pengertian lelaki menyukai burung, dianggap lebih berterima. Itu  merupakan hal biasa. Kenyataan itu dianggap sebagai suatu kewajaran dan bahkan diakui sebagai pendanda kekhasan mahluk manusia berjenis kelamin laki-laki.

Anggapan itu dikontraskan dengan lelaki yang memiliki kesukaan akan kembang. Lelaki dan kembang? Ehmm… Lelaki kok doyan kembang. Mana mungkin?

Mungkin saja. Siapa bilang itu tidak mungkin. Yang bilang “tidak mungkin” itu ya mereka-mereka, para lelaki, yang takut kehilangan “kejantanan” atau merasa diri sebagai lelaki yang benar-benar lelaki. 😀 😀 😀 Subjektif ya kesannya, tapi biarlah. Kalau menurut saya, saya suka kembang justru karena saya adalah lelaki. Bukankah lelaki itu diibaratkan sebagai kumbang? Sudah barang tentu sang kumbang demennya sama bunga-bunga alias kembang-kembang. “Cantiknyaaaaa…”, kata Upin dan Ipin (hehehehe apa hubungannya ya). Jadi, menurut saya lagi nih, lelaki itu kodratnya penyuka keindahan dan salah satu ciri bunga adalah sifatnya yang indah itu kan. Itulah mengapa sebabnya lelaki itu penyuka perempuan. Jawabannya tidak lain dan tidak bukan karena perempuan diibaratkan sebagai bunga atau kembang. Dengan kata lain, perempuan adalah ciptaan-Nya yang indah. Begitulah analoginya… 🙂

Lelaki penyuka burung? Punya burung kok suka burung. 😀 😀 😀 Jeruk doyan jeruk dong. Menyukai burung selama ini dianggap sebagai simbol kelakian. Dianggap sebagai ciri peran gender lelaki dan dianggap sebagai hobi yang berbiaya mahal laksana perempuan menyukai aneka macam perhiasan dan asesoris keperempuanan.

Singkat kata, urusan suka menyukai ini sering dikaitkan dengan peran gender. Kerennya dapat dikatakan bahwa dalam urusan hobi itu terkait dengan hegemoni tertentu. Bunga-bungaan disukai para perempuan dan burung-burungan disukai para kaum lelaki. Dengan demikian, orang merasa aneh jika melihat lelaki mencintai bunga. Sebaliknya pula, perempuan dianggap nyleneh kalau hobi memelihara burung.

Saya Lelaki dan Suka Kembang

OK… aku adalah lelaki (seperti syair lagu ya hehehe) dan aku suka kembang. Mau apa kamu? Duh, “sinis”nya. Bukan, itu bukan sinis, tapi bolehlah dianggap sebagai sikap yang pasrah 🙂 Saya memang pasrah ketika ditanya, “Mas kok foto-fotonya kembang mulu”. Saya memang lelaki penyuka kembang dan bahkan lebih condong kepada kembang yang berbunga warna-warni. Saya begitu karena saya penyuka keindahan. Artinya, saya menyukai kembang bukan karena saya “kurang merasa laki-laki atau gaulnya nggak laki banget. Ya itulah saya. Saya berpikir tidak akan kehilangan kejantanan gara-gara suka kembang. Saya bahkan mendapatkan penyegaran ketika saya berada di taman mungil saya. Penat jadi hilang seketika ketika saya menyirami tanaman-tanaman, mencium aroma beberapa kembang yang memang kodratnya beraroma wangi, merasakan dingin dan segarnya air yang saya semprotkan ke tanaman-tanaman, dan mencium aroma tanah basah itu. “Segarnyeeeee…”, kata Upin dan Ipin lagi 😀 Penegasaanya, merawat dan menyukai kembang membuat saya jadi fresh dan  nggak perlu tanya, “Ada aq** nggak”.

(Trims sudah sudi membaca… 😀 Ini catatan iseng-iseng saja, kok, dan cek instagram saya yang ini ya @lelakidankembang yang isinya foto-foto aneka kembang)

 

Iklan

About Mochammad

Berpikir dan berkarya sampai tak terbatas masa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Warung Blogger

Language

PERTINGGAL

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Maret 2017
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

YANG GRES

Yang Pernah Mampir

  • 74,131 hits
Follow AHAO's Blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: