archives

Esai

This category contains 21 posts

Kucing kok Dibilang Anjing

Ada apa dengan kucing nih? Kucing memang menarik digosipin. Kali ini pun saya ingin nulis perihal kucing dan ini tulisan ketiga dengan topik kucing. Inspirasi ini datang mungkin karena setiap hari saya lihat kucing di sekitar bahkan di lingkungan rumah saya. Kadang kulihat kucing-kucing itu malas-malasan di depan rumah. Suatu kali saya lihat kucing-kucing yang itu-itu juga menyelinap ke dalam rumah saya. Yang sering saya saksikan adalah kucing-kucing itu dikejar-kejar oleh dua bocah tetangga, Afkar dan Zangki, terutama si Zangki. Momen lainnya adalah setiap malam saya lihat kucing berjalan di atas tembok belakang rumah dari genteng tetangga belakang, lenggak-lenggok bak peragawati. Itu mengingatkan saya akan Halle Berry berjalan dari atap satu gedung ke gedung lainnya ketika berperan sebagai Cat Woman, seksi (mau pasang gambarnya, tapi takut disensor dan diblur). Halle Berry yang seksi dong, bukan si kucing. Miau… hmmmm suaramu memang ngegemesin, Cing…

Baca lebih lanjut

LELAKI dan KEMBANG

Lel♣ki dan kemb♣ng… Lelaki merupakan sosok mahluk yang dekat dengan kejantanan. Sebaliknya, kembang adalah simbol kefemininan, akrab dengan dunia kewanitaan. Keakraban kembang dengan wilayah keperempuanan ini  dibuktikan dengan banyak hal. Motif baju perempuan lebih banyak berhubungan dengan bunga. Untuk mempercantik diri pun, perempuan tidak jarang memakai asesoris berbentuk bunga, baik asli maupun tiruannya. Uniknya pula, untuk memberi nama alias perempuan juga digunakan nama-nama bunga. Sebut saja “mawar” atau  “si Melati” kerap kita dengar atau baca. Lalu, apa kira-kira hubungan lelaki dan kembang ya? Memikirkan kaitan lelaki dan kembang kok rasanya “biasa nggak biasa” gitu ya. Lelaki dan kembang bisalah dianggap sebagai hal biasa. Sah-sah saja pria mencintai bunga. Akan tetapi, bagi sebagian orang mungkin dianggap hal yang tidak biasa. Lelaki yang suka kembang akan berkurang kejantanannya, letoy atau lunglai melambai. Dapat dikatakan sebagai sesuatu yang ingin kita anggap wajar, tapi gimanaaaa gitu… Geli gak sih?

-oOo-

Baca lebih lanjut

Mengapa Harus Ada Polisi Tidur?

Sudah lama saya ingin menulis tentang polisi tidur dan akhirnya kesampaian juga. Ini setelah kejengkelan membuncah gara-gara beberapa hari terakhir  saya sering melewati jalan-jalan umum yang berpolisi tidur. Kalau satu-dua keberadaannya dan jarak masing-masing cukup jauh, tentu tidak menjengkelkan seperti yang saya rasakan. Ini “tidurnya” berderet-berderet macam para pengungsi yang tidur di penampungan bencana alam. Kalau sudah begitu, keberadaan polisi yang tidak pernah bergaji ini tentu sangat mengganggu kelancaran berkendaraan karena sebentar-sebentar harus injak rem dan turun-naikkan gigi. Pertanyaan pun seketika muncul, mengapa harus ada polisi tidur?

Baca lebih lanjut

Ketika Ada Deretan Kata Pilih, Memilih, Pemilihan, Pilihan, dst….

Sebetulnya sudah lama judul ini akan ditulis. Akan tetapi, apa yang terjadi? Ketika momen yang tepat untuk merealisasikan ide itu dalam sebuah tulisan didapatkan, e…eee malah ide-ide kecilnya ngumpet entah di mana. Alhasil, yang ada hanyalah sebuah konsep yang berbulan-bulan sudah mengendap di dasbor blog ini. Nah, rupanya ide yang sudah lama mengendap ini dapat momen lagi. Cliingg!!! (bayangkan ada bola lampu yang sedang menyala kedip-kedip; penanda ada ide bagus muncul). Senang rasanya ada perdebatan soal mekanisme pilkada akhir-akhir ini. Dengan begitu, tulisan dengan judul di atas, menurut saya, dapat momentum lagi. Ahaaa…!!! Asyiiiik… Silakan debat teruuuus… supaya saya bisa mendapatkan ide-ide untuk menyambung paragraf ini.

Baca lebih lanjut

Kucing Bingitz, Deh!!!!

1391153_593003370767637_1248888262_nJudulnya alay (lebih tepatnya imut) kali, ya? Kucing memang imut dan lucu kok; bikin gemes. Betapa tidak imut. Kucing-kucing sering memandang kita dengan tatapan sangat manis, sayu, dan tanpa dosa. Terkadang seekor kucing bisa sok imut karena suara aslinya yang berbunyi meooong dia ganti dengan miauu (kalau ada maunya). Siapa yang berani menyangkal kucing itu lucu. Buktinya anak-anak, terutama cewek-cewek balita dan anak-anak, pada umumnya suka kucing karena perilakunya yang lucu; suka lompat-lompat dan colek-colek dengan tapak kakinya yang dingin itu mengajak becanda.  Tidak jarang para manusia dewasa (dan pada umumnya tentu kaum hawa) ikut-ikutan pula terpesona dengan kelucuan si pus ini. Bikin gemes? Apa iya? Coba diam-diam perhatikan kucing yang melintas di depan Anda! Anda harus setuju kalau saya katakan bahwa para kucing itu berjalan lenggak-lenggok menggemaskan yang megingatkan bagaimana Halle Berry berjalan di atas genteng ketika memerankan catwoman. Sampai-sampai lenggak-lenggok peragawati pun disebut catwalk. Singkat kata, binatang piaraan satu ini memang multipersepsi. Selain (sok) imut, lucu, dan menggemaskan, para kucing ini sering mengesalkan, menyeramkan, dan menggemparkan. Di atas semua persepsi itu, satu hal yang tidak pernah dibayangkan adalah kucing-kucing sekarang mengalami kemerosotan moral. Wow, seperti apa itu?

Baca lebih lanjut

Ayo, Kita Beli Jalan

Mobil murah. Horeeeeee!!!! Begitu mungkin respon orang-orang yang selama ini mengidam-idamkan memiliki mobil pribadi, namun keadaan keuangan tidak memungkinkan untuk itu. Eit…, tunggu dulu, masih terjangkaukah? Lalu, murah itu berapa? Sejuta? Sepuluh juta? Lima puluh juta? Yang jelas gosipnya di bawah 100 jeti, bok… Masih mahal juga ya (untuk ukuran kantongku, sih; entah kantong Anda) “Mampu beli gak ya?” pikir orang-orang sepertiku, “ah, kredit aja dong… Palingan cicilannya juga ndak seberapa”, itu ide lain yang ada di benak kami yang pastinya ide sangat cemerlang. Beres. Bentar lagi punya mobil, ngeeeeeeng.. dindin… Tiba-tiba… Hah!!!! Masak? (sambil mata membelalak)

Baca lebih lanjut

Beda Pe(n)jaBat dan PenjaHat Cuma pada “Kutang”nya

O−O Kutang? Berarti pe(n)jabat dan penjahatnya berjenis kelamin cewek dong… Ah, ndak juga… Pe(n)jabat dan penjahat yang dimaksud di sini bersifat uniseks, kok, bisa cowok atau bisa pula cewek. Kalau begitu, mereka ndak selalu pakai kutang dong. Iya. Meskipun beda pada kutangnya, sebagian besar pe(n)jabat dan penjahat memang berjenis kelamin cowok. Kok bisa beda di itunya ya? Apa mereka waria?

Baca lebih lanjut

Mudik dan “Mudik”

Sudah siap mudik? Atau, sekarang sedang dalam perjalanan mudik? Iya, salah satu kegiatan dari serangkaian aktivitas di bulan Ramadhan yang paling membutuhkan persiapan matang, ya, mudik. Apalagi kalau bukan itu. Betapa tidak, sejak hari pertama puasa sebagian orang yang akan melakukan mudik sudah mempersiapkan satu demi satu keperluan mudik. Salah satunya adalah tiket berbagai macam jenis alat transportasi yang akan membawanya ke udik. Sebelum puasa PT KAI sudah mengumumkan tiket dapat dipesan sejak H-30. Artinya, sejak hari pertama puasa, para calon pemudik sudah bisa memesan tiket kereta api (KA). Tidak hanya itu, berbagai moda transportasi lain pun menjadi sasaran para calon pemudik.

Baca lebih lanjut

Andai Sangkuriang, Bandung Bondowoso, atau Joko Seger yang Jadi Gubernur DKI

Semua media saat ini lagi ramai melaporkan liputan tentang banjir di Jakarta yang kali ini rupanya tergolong besar meski ada yang mengatakan lebih besar banjir tahun 2007 lalu. Berbagai sudut pandang laporan tentang banjir menjadi berita utama di berbagai media massa cetak dan elektronik. Tak kalah ramainya, di jejaring-jejaring sosial pun semua orang membicarakan banjir Jakarta. Liputan yang menarik tentu yang dikait-kaitkan dengan Gubernur DKI terbaru, Jokowi, dan segala sepak terjangnya. Selain pandangan yang memuji kepemimpinan Jokowi, tak jarang pula yang menagih kenerja 100 hari pertama mantan Walikota Surakarta itu. Banyak orang berharap Gubernur Ibukota NKRI yang ceking itu segera menguraikan kemacetan di Jakarta yang sudah “stadium lanjut” dan lebih-lebih keadaan sekarang, Jakarta terendam air alias banjir. Semua berharap Jokowi berkata (seperti Pak Tarno), “Sim salabim prok… prok… prok… jadi apa hayo…”. Lalu, jreeeeng… Banjir  pun hilang dan Jakarta jadi kinclong kembali. Hmmm… imposible. Mana bisaaaa? Memangnya Gubernur DKI itu Sangkuriang, Bandung Bondowoso, atau Joko Seger?

Baca lebih lanjut

SBI: Tekan 1 untuk Bahasa Indonesia; Tekan 2 untuk Bahasa Inggris

Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya membuat keputusan atas pembubaran status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Tentu yang dibubarkan bukan sekolahnya sebagai lembaga pendidikan. Dalam hal ini status sekolah seperti itu ditiadakan. Saya termasuk yang gembira menyambut produk hukum MK itu. Dalam pikiran saya, SBI itu lebih banyak minusnya daripada plusnya. Apa sajakah yang menjadi minusnya?

Baca lebih lanjut

Warung Blogger

Language

PERTINGGAL

RUMPUN

YANG DITULIS HARI INI

Mei 2017
S S R K J S M
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

YANG GRES

Klik URL Tertinggi

  • Tidak ada

Yang Pernah Mampir

  • 72,611 hits
Follow AHAO's Blog on WordPress.com