Kita barangkali sering mendengar atau mengucapkan kata tunarungu, tunawisma, tunanetra, dan kata-kata lain yang yang diawali dengan bentuk terikat tuna-. Akan tetapi, di antara teman-teman mungkin ada yang baru mengenal kata tunacinta yang memiliki arti ‘tidak memiliki cinta’ alias tidak mempunyai “pasangan cinta”.
Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya membuat keputusan atas pembubaran status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Tentu yang dibubarkan bukan sekolahnya sebagai lembaga pendidikan. Dalam hal ini status sekolah seperti itu ditiadakan. Saya termasuk yang gembira menyambut produk hukum MK itu. Dalam pikiran saya, SBI itu lebih banyak minusnya daripada plusnya. Apa sajakah yang menjadi minusnya?
“Bro, liat motorku?”, dengan tergesa-gesa temanku yang biasa kupanggil abang melontarkan pertanyaan itu. “Hadoooh…”, hanya itu responnya ketika aku jawab tidak tahu dan pula beberapa orang lainnya yang hanya menjawab dengan gelengan kepala. Mendadak suasana kios vocer dan pulsa pun jadi sedikit ribut. Tapi, (yaaah…, ada tapinya nih) kami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Selain karena tidak ada yang melihat orang membawa motor itu, kejadiannya juga kira-kira sudah beberapa jam sebelum si abang menyadari motornya sudah tidak ada di tempat. Lapor petugas pun sepertinya hanya buang-buang waktu; tidak akan membuat motor kembali. Singkat cerita, sehari berikutnya sejak motor hilang, si abang dengan wajah penuh asa bercerita. “Bro, ada titik terang”, katanya sembari menunjukkan SMS, “baca ini!” sambungnya. “Hah! yang bener, Bang”, kataku dalam keadaan setengah heran setengah aneh kalau tidak boleh dibilang geli.
Pengemudi maut. Istilah itu mengemuka kembali awal tahun 2013. Julukan seperti itu kembali menghiasi halaman berbagai surat kabar cetak dan daring (dalam jaringan=online) serta siaran berita televisi sejak peristiwa kecelakaan di ruas Tol Jagorawi (Selasa, 1/1/2013, 05.45 WIB) dan apalagi belakangan diketahui melibatkan putra seorang menteri yang sedang aktif menjabat sekarang. Kecelakaan itu menyebabkan dua orang meninggal dan tiga orang terluka. Karena kejadiannya membawa korban lebih dari satu orang, serta merta pengendara mobil yang menabarak pun disebut pengemudi BMW maut. Ini tentu menjadi “label” yang akan selalu melekat bagi siapapun yang mendapat julukan demikian. Apakah ungkapan berupa dua atau tiga kata seperti itu hanyalah persoalan mudah, semudah seseorang atau institusi menyebutkannya untuk orang lain?
(Not sure which one is worse “Ass bro!” or “Cmelekum mbag”. Guru bahasa Indonesia.. mana Guru bahasa Indonesia..) Ini status salah satu kawan di akun facebook saya yang dia poskan pada tanggal 3 Maret 2012 pukul 17.58 Wita. Apa yang ditulis dalam status itu mencerminkan “kegelisahan”nya atas kebiasaan baru orang-orang dalam beruluk salam, terutama ketika berkomunikasi melalui fasilitas Short Messege Service (SMS). Tapi, kali ini saya mendukung sepenuhnya kegelisahan kawan (termasuk ponakan juga sih) saya di Sabtu sore itu. Ndak apa kan sesekali mensupport orang yang lagi gelisah
. Pasalnya saya juga sering dibikin jengkel, heran, dan gregetan ketika menerima salam (yang dimaksudkan sebagai ucapan salam) seperti itu. Akhir-akhir ini memang banyak orang mengucapkan salam berasal dari bahasa Arab yang lumayan panjang itu disingkat dengan ass, asskum, atau versi alaynya cmelekum. Salah?
Hari Rabu, 19 Januari 2011, lalu melaui siaran langsung di salah satu stasiun televisi swasta ditayangkan kelanjutan sidang pengadilan atas kasus tindakan korupsi yang dilakukan Gayus dengan agenda pembacaan tuntutan. Vonis pun dijatuhkan kepada mantan (mungkin juga masih berstatus sebagai pegawai negeri di Kementerian Kuangan) pegawai Kantor Pajak itu. Hakim Ketua membacakan vonis atas Gayus Tambunan dengan hukuman penjara 7 tahun dan denda 300 juta rupiah. Adilkah putusan pengadilan itu? Dan, beberapa hari terakhir ini berita televisi diwarnai dengan liputan tentang tokoh yang diduga melakukan korupsi, yakni sepak terjang Djoko Susilo, salah satu pejabat POLRI. Sungguh mencengangkan mengetahui harta dan wanitanya. Ini CENGANG dalam konteks PRIHATIN tentunya. Lagi-lagi terbersit pertanyaan, apakah hukum akan berlaku adil terhadap kasus satu ini?
Goooooool…!!!
Akhirnya pada menit ke-116 gawang Maarten Stekelenburg pun jebol oleh tendangan Andres Iniesta. Beberapa menit kemudian berakhir sudah gelaran olahraga paling spektakuler di muka bumi ini dengan kemenangan tipis Sepanyol atas Belanda. Negeri matador itu akhirnya untuk pertama kalinya memboyong piala dunia sepak bola yang paling diinginkan setiap negara di seluruh dunia. Lambang supremasi pertandingan sepak bola yang diperebutkan negara-negara seluruh jagad.
Tinggal di luar daerah terkadang membuahkan pengalaman-pengalaman unik karena perbedaan budaya dengan masyarakat di daerah baru itu. Pengalaman-pengalaman unik itu pun bisa didapatkan di daerah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kita. Dengan kata lain, nggak usah jauh-jauh kita pergi ke pulau lain yang memang berbeda suku, budaya, dan bahasa. Di dekat-dekat tempat kita bahkan terkadang bisa terjadi kesenjangan budaya meskipun sedikit-sedikit.
Kawan, inilah aku. Kalau kalian bingung, yang ndak pakai sepatu itulah aku. Nah, yang dua itu teman-temanku. Yah, inilah kami, kawan. Aku dan teman-temanku. Kami tinggal di sebuah dasan, sebuah daerah kecil di tengah-tengah pulau yang katanya indah dan disukai wisatawan karena alamnya yang masih “perawan”. Aku ndak ngerti itu. Aku cuma dengar dari orang-orang dewasa yang sering membicarakan itu.
Ya, aku dan teman-temanku. Waktu itu kami malu karena memang ndak pernah difoto. Kami juga malu karena yang ambil foto kami itu orang baru. Katanya orang-orang dari kota yang membantu ngurusi sekolahku. Itu juga aku ndak tahu, kawan. Aku cuma dengar dari guru-guru yang membicarakan itu. Tapi, aku bukan malu karena aku ndak pakai sepatu. Aku sayang sandalku karena itu satu-satunya milikku. Yah, kawan, sandal butut itulah satu-satunya alas kakiku. Aku ndak malu karena itu. Aku datang ke sekolah hanya dengan sandal bututku karena aku ingin mengejar cita-citaku.
Hari ini, kemarin, atau besok bukan hari peringatan yang berkaitan dengan perempuan. Pun, hari peringatan untuk ibu masih setengah tahun lagi. Tapi, kali ini aku ingin membicarakan tentang perempuan. Kata yang dulu dianggap mengandung nilai negatif terus diganti dengan wanita dan sekarang dipakai lagi dengan muatan nilai positif. Mengapa topiknya perempuan?
memandang dari dan ke TIMOR
All about ME, YOU, and US :D
Migrasi dari nafi12.multiply.com
Sometimes, things change and they are never the same again. This looks like one of those times. That's life! Life moves on. And so should we."
Tulislah Kata Pertama Untuk Melanjutkan Kata Selanjutnya!
© By Fathur Education ® , Not just this blog, visit now http://mfathur123.blogspot.com (Id)
AKU HANYA MENULIS DAN BUKAN PENULIS,SILAHKAN BERPIKIR INI HANYA SAMPAH.SEKALI LAGI AKU BILANG TAK PEDULI
Man Jadda Wa Jadda
mengalirkan rasa, wujudkan asa
Just another WordPress.com site
Berpikir dan Menulis Sederhana
Penyelarasan Sikap Mental
Riuh dedaunan kering itu seakan diskusi kita yang lama terdiam, dan meruak ingin melerai penatnya hati menjadi bulir-bulir hujan*
APRESIASI